Layer OSI (Open System Interconnection)

4 min read

Deskripsi: 7 Lapis Layer OSI (Open System Interconnection) dan Penjelasannya.


Tidak banyak yang tahu jika dulu sangatlah sulit untuk menjalin komunikasi dalam jaringan komputer.

Saat itu tiap developer memiliki protokol masing-masing yang berbeda, sehingga menyulitkan proses pertukaran data.

Hingga munculnya OSI yang berlayer-layer dan berhasil mengatasi masalah ini. Untuk lebih mengetahui perihal 7 lapis layer OSI dan penjelasannya, simak ulasan berikut.

Pengertian OSI Layer

OSI atau Open System Interconnection merupakan suatu model berwujud kerangka jaringan arsitektural yang menggambarkan standardisasi koneksi pada sebuah komputer.

Model OSI pertama kali dicetuskan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk mengakomodir kerangka logika dalam rangka mencari cara berinteraksi via jaringan.

Standar tersebut memang dibutuhkan dalam industri komputer untuk bisa berkomunikasi secara lebih efektif dan efisien.

Dalam kerangka arsitektur inilah terdapat layer/ lapisan dengan tugas spesifik sesuai protokolnya masing-masing.

Layer OSI sendiri merupakan susunan kerangka arsitektur yang diadopsi via protokol jaringan melalui 7 layer yang berbeda.

Lapisan layer OSI memiliki beberapa manfaat berbeda yang saling menyokong satu sama lain.

Fungsinya antara lain: untuk membuat standardisasi yang jelas guna meminimalisir kerumitan, standardisasi interface, sebagai modular engineering, menjalin kerjasama antara developer atau vendor, memudahkan pelatihan soal networking, dan sebagainya.

7 Lapis Layer OSI dan Penjelasannya

Tujuan utama dibuatnya OSI adalah untuk membuat standarisasi. Dengan adanya OSI, vendor, dan developer software akan membuat produk yang bersifat interporate.

Artinya, produk tersebut dapat dijadikan proyek bersama dan bisa dikembangkan oleh pihak lain.

OSI memiliki 7 lapisan layer yang memiliki prinsip dasar dalam menangani pekerjaan spesifik sebelum meneruskan data ke layer berikutnya, yakni:

1. Physical Layer

Layer ini merupakan lapisan terbawah dalam model referensi OSI. Physical Layer berkaitan erat dengan urusan signal dan posisinya paling dekat dengan hardware perangkat.

Tugas utamanya untuk mentransmisi data digital yang berasal Physical Layer sumber ke server tujuan, menggunakan komunikasi jaringan sebagai medianya.

Fungsi Physical Layer :

  • Mendefinisikan media transmisi jaringan
  • Mendefinisikan metode persinyalan
  • Sinkronisasi bit data
  • Mendefinisikan arsitektur jaringan
  • Mengaplikasikan topologi jaringan
  • Melakukan proses pengkabelan
  • Mendefinisikan LAN Card atau NIC daam bekerja dengan gelombang radio

Contoh device:

  • Repeater
  • Multiplexer
  • Hubs(Passive and Active)
  • TDR
  • Oscilloscope
  • Amplifier

2. Data Link Layer

Lapisan layer kedua ini berfungsi untuk memeriksa kesalahan saat proses transmisi dan membungkus bit dalam wujud data frame.

Data Link Layer pula lah yang bertanggung jawab mengelola skema alamat fisik pada sebuah jaringan.

Layer ini cukup kompleks, terlihat dari komposisinya terbagi menjadi 2 layer lagi, yakni Layer Logical Link Control (LLC), dan Media Access Control (MAC).

Fungsi Data Link Layer, yakni :

  • Pengkoreksi kesalahan
  • Menentukan bagaimana setiap bit dari data dikelompokan ke dalam frame
  • Pengelamtan perangkat keras
  • Menentukan bagaimana sebuah perangkat keras dapat beroperasi

Contoh device:

  • Bridge
  • Switch
  • ISDN Router
  • Intelligent Hub
  • NIC
  • Advanced Cable Tester

3. Network Layer

Network Layer merupakan lapisan ketiga yang berfungsi sebagai media untuk menetapkan jalur mana yang hendak digunakan dalam proses transfer data antar komputer di suatu jaringan.

Layer ini biasanya mengoperasikan router untuk melakukan pemindahan data antar komputer yang saling terhubung.

Selain menyimpan alamat IP, Layer Network juga akan mengolah pemetaan alamat logical dan fisik melalui Address Resolution Protocol (ARP).

Fungsi lain dari network layer adalah :

  • Membuat header pada paket-paket data
  • Melakukan proses routing

Contoh device:

  • Brouter
  • Router
  • Frame Relay Device
  • ATM Switch
  • Advanced Cable Tester

4. Transport Layer

Layer keempat dalam OSI ini memiliki kuasa untuk mengirim pesan di dalam jaringan, dengan melibatkan 2 host atau lebih.

Transport Layer nantinya juga memecah dan menggabungkan kembali pesan terkait, sekaligus mengontrol jalur koneksi pada saat transmisi.

Untuk mengakomodir kebutuhan ini, Transport Layer menyediakan layanan Multiduplexing serta Demultiduplexing.

Fungsi utama dari Transport Layer :

  • Memecah data ke dalam paket – paket data
  • Mentransmisikan data dari session layer menuju network layer, maupun sebaliknya.
  • Membuat penomoran pada paket – paket data, sehingga nantinya dapat disusun kembali dengan mudah
  • Melakukan proses transmisi ulang pada paket data yang hilang

Berkat adanya transport layer ini, maka setiap data bisa saling berjalan dari server menuju clientnya dengan lancar tanpa adanya gangguan.

Contoh device:

  • Gateway
  • Advanced Cable Tester
  • Brouter

5. Session Layer

Layer kelima pada OSI ini memiliki kendali untuk mengatur sesi dialog koneksi. Ranah tanggung jawabnya meliputi pengelolaan dan pemutusan koneksi yang terjadi antar komputer.

Saat berada dalam Session Layer, transfer data akan sedikit mengalami delay pada kualitasnya. Namun hal tersebut merupakan proses untuk menjaga mutu atas fungsi transport.

Fungsi:

  • Bertanggung jawab untuk membentuk, mengelola, dan memutuskan session-session antar-layer diatasnya.
  • Kontrol dialog antar peralatan / node.
  • Koordinasi antar sistem-sistem dan menentukan tipe komunikasinya (simplex, half dulplex, full duplex)
  • Menjaga terpisahnya data dari banyak aplikasi yang menggunakan jaringan

Contoh device:

  • NetBIOS
  • Names Pipes
  • Mail Slots
  • RPC

6. Presentation Layer

Layer keenam dalam OSI ini memiliki fungsi menerjemahkan sintidaks dalam suatu host jaringan agar bisa saling berkomunikasi.

Presentation Layer memikul tanggung jawab besar dalam proses pengkonversian dan pemformatan dalam suatu transfer data. Lapisan ini juga kerap ditugaskan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data saat proses transmisi.

Protokol pada layer Presentation

Berikut ini adalah beberapa protocol pada lapisan layer presentation :

  • Redirectopr software
  • Virtual Network Computing
  • Remote Desktop Protocol

Contoh data yang ditransfer misalnya: * file format gambar: jpg, gif, png, dsb

File tersebut di konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

7. Application Layer

Lapisan teratas OSI ini memiliki fungsi sebagai penyedia interface dengan mempertimbangkan protokol jaringan dan aplikasi pada perangkat.

Application Layer dianggap sebagai layer paling cerdas lantaran terdapat gateway pada lapisan ini. Application Layer juga menjadi penghubung antar aplikasi yang tengah berjalan dengan resources network.

Fungsi dari Application layer :

Application layer, sebagai pelepas data dalam sebuah jaringan dan juga penampil data dalam sebuah jaringan memiliki beberapa fungsi, seperti :

  • Menyajikan interface antara aplikasi dengan jaringan
  • Mengatur bagaimana sebuah aplikasi mampu untuk mengakses jaringan
  • Membuat pesan – pesan berupa kesalahan pada jaringan
  • Menampilkan display dari sebuah jaringan

Protokol pada layer Application

Ada beberapa protocol yang ditempatkan pada lapisan application layer ini, seperti :

  • HTTP
  • SMTP
  • NFS

Cara Kerja Layer OSI

7 Layer OSI
image via teknolalat.com

Cara kerja pada OSI layer bisa dibilang cukup panjang dan rumit. Ambil contoh saat kamu akan mengirim sebuah email ke komputer lain.

Berikut tahapannya:

  • Application layer mengirim data email melalui protokol SMTP ke komputer tujuan, kemudian diproses pada layer berikutnya,
  • Presentation layer melakukan konversi email menjadi format jaringan (ASCII),
  • Session layer membentuk sesi perjalanan data sampai proses pengiriman selesai dilaksanakan
  • Transport layer pengirim memecah data dan dikumpulkan lagi di transport layer penerima
  • Network layer membuatkan sebuah alamat dan menuntun data sampai ke tujuan
  • Data link layer kemudian membentuk data menjadi frame dan juga alamat fisik
  • Lalu di physical layer data akan dikirim lewat medium jaringan ke lapisan transport penerima.
  • Kemudian pada transport penerima, alur proses pengiriman data menjadi berbalik dari Physical layer ke Application layer di komputer penerima.

Itulah penjelasan singkat, contoh cara kerja proses pengiriman data email melalui OSI layer.

Setelah membaca uraian model layer OSI dan penjelasannya di atas dapat disimpulkan bahwa tiap layer memiliki peranan penting yang saling menyokong satu sama lain.

Jika dalam prosesnya salah satu layer mengalami kendala, maka hal ini juga akan mengganggu proses transmisi di layer lainnya.

 

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *