Pengertian Matahari

2 min read

Deskripsi: Pengertian Matahari, struktur, dan karakteristiknya.


Anda tentu sudah familiar dengan sinar matahari, bukan?

Sinar matahari ini akan terasa hangat saat pagi hari dan panas saat siang hari. Seperti yang Anda ketahui, matahari adalah pusat dari sistem tata surya.

Jadi, planet-planet di luar angkasa akan bergerak mengelilingi Matahari pada kurun waktu tertentu.

Mari ketahui informasi menarik mengenai matahari ini secara lengkap. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Matahari

 

Apa Itu Matahari?

Pengertian Matahari diartikan sebagai sebuah bintang berbentuk bola pijar yang memiliki massa sangat besar dan menjadi pusat tata surya.

Matahari disebut sebagai bintang karena memancarkan cahaya sendiri. Permukaan Matahari memiliki suhu yang sangat tinggi sekitar 5.800 K, sedangkan pada bagian intinya memiliki suhu hampir 15,7 juta K.

Meskipun jarak Bumi ke Matahari menduduki urutan ke-tiga terdekat di antara planet-planet lain, namun panas matahari cukup terasa.

Sinar matahari juga sangat berperan penting terhadap kelangsungan hidup makhluk Bumi. Orang-orang memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

Selain itu, cahaya matahari juga dimanfaatkan tumbuhan untuk melangsungkan proses fotosintesis.

Struktur Matahari

Pengertian matahari yang termasuk di dalamnya ialah bahwa bintang berbentuk bola pijar ini memiliki komposisi terbesar berupa hidrogen (70%) dan 30% bagian lainnya diisi oleh unsur helium.

Lebih jelas, struktur Matahari dapat dilihat melalui gambar berikut.

Struktur Matahari

Berdasarkan gambar di atas, dapat dijelaskan bagian-bagian Matahari sebagai berikut.

1. Inti Matahari

Inti Matahari atau barisfer memiliki letak paling dalam dengan diameter sekitar 500.000 km. Di dalam inti Matahari terjadi proses sintesis hidrogen yang menghasilkan helium dengan katalisatornya yakni karbon.

Fungsi inti Matahari ialah sebagai sumber energi bagi Matahari, karena juga sebagai tempat terjadinya reaksi fusi.

2. Zona Radiasi

Bagian di atas inti Matahari ialah zona radiasi yang berperan dalam distribusi energi yang dihasilkan oleh inti. Energi tersebut didistribusikan melalui foton yang ada di dalamnya. Zona radiasi letaknya menyelimuti bagian inti.

3. Zona Konvektif

Zona konvektif memiliki arus konveksi yang berperan dalam pengangkutan energi matahari menuju atmosfer planet-planet yang mengitarinya, salah satunya Bumi.

Transfer foton berlangsung sangat cepat pada bagian zona konveksi dibandingkan dengan zona radiasi.

4. Fofosfer

Fotosfer merupakan bagian yang menjadi sekat antara bagian interios Matahari dengan atmosfernya. Cahaya matahari dapat sampai ke Bumi karena adanya fotosfer tersebut. Karena salah satu fungsinya adalah untuk meradiasikan cahaya Matahari.

5. Atmosfer

Atmosfer Matahari merupakan bagian terluar dari matahari yang berbentuk gas dan terbagi menjadi tiga lapisan, yakni kromosfer, zona transisi dan korona.

  • Kromosfer memiliki jarak terdekat dengan permukaan Matahari, sedangkan korona menjadi bagian Matahari yang paling luar.
  • Zona transisi matahari terdapat di atas kromosfer. Zona transisi ini merupakan bagian yang memisahkan antara kromosfer dan korona.
  • Korona merupakan lapisan atmosfer matahari bagian atas, terdiri dari gas yang sangat renggang dan berwarna putih atau kuning kebiruan, dan memiliki ketebalan mencapai ribuan kilometer.

Suhu lapisan korona lebih tinggi dibandingkan kromosfer, yakni mencapai 1.000.000 ᵒC. Sedangkan suhu bagian kromosfer hanya 4.500 ᵒC.

6. Heliosfer

Heliosfer merupakan lapisan sangat tipis dan luas yang tersusun dari angin dan plasma matahari, yang letaknya berada di luar atmosfer. Bagian terluar dari heliosfer disebut heliopouse.

Bagian heliosfer ini sangat luas, keluasannya melewati orbit pluto hingga heliopouse yang berhadapan langsung dengan medium antar bintang.

Dan ketahuilah pula, Matahari merupakan bintang berwarna kuning, seperti bintang Capella pada rasi Auriqa.

Antares pada rasi Scorpio yang berwarna merah. Perbedaan warna tersebut disebabkan karena adanya perbedaan suhu yang dimiliki bintang tersebut.

Bintang berwarna kuning lebih tinggi daripada yang merah. Bintang berwarna putih lebih panas dari matahari, misalnya bintang Sirius pada rasi Canis Mayor dan bintang Vega pada rasi Lyra.

Bintang yang paling panas berwarna kebirubiruan, seperti bintang Spica pada rasi Virgo.

Karakteristik Matahari

Matahari menjadi satu-satunya bintang yang ada di sistem tata surya. Berperan sebagai pusat tata surya, berikut ini beberapa karakteristik Matahari.

  • Memiliki lidah api yang besar dan sangat terang. Lidah api ini memiliki bentuk menyerupai lidah yang mengelilingi Matahari.
  • Terdapat granula berukuran kecil dan berbentuk cembung yang disebut sebagai bintik Matahari.
  • Matahari mengeluarkan angin Matahari yang dikeluarkan pada bagian atas atmosfer, di mana pergerakannya dapat menjangkau keseluruhan tata surya.
  • Melakukan pergerakan rotasi selama 27 hari per periode putaran dengan kemiringan sumbu 7,25 dari Bumi.

Demikianlah penjelasan singkat tentang pengertian matahari, struktur, serta karakteristiknya. Matahari memiliki peran penting terhadap kehidupan di Bumi.

Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa matahari adalah sumber kehidupan. Bagaimana kesimpulan menurut Anda setelah membaca ulasan di atas? Semoga cukup dijadikan referensi pengetahuan yang cukup membantu, ya?

                                     
           

Pasang Surut Air Laut

Deskripsi: Pengertian pasang surut air laut, dan faktor penyebabnya....
Hairo
1 min read

Fase-Fase Bulan

Deskripsi: Mengenal fase-fase Bulan dan penjelasanya. Pernahkah Anda mengamati...
Hairo
2 min read

Umbra dan Penumbra

Deskripsi: Pengertian Umbra dan Penumbra serta pengaruhnya terhadap Bumi....
Hairo
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *