Pengertian Satelit

3 min read

Pengertian Satelit – Saat Anda melihat siaran berita, tidak jarang ditemukan segmen yang membahas ramalan cuaca. Presenter akan memberikan informasi terkait lokasi yang akan terjadi hujan ringan, hujan sedang atau bahkan hujan badai.

Informasi ini juga bisa meramalkan kondisi cuaca hingga beberapa hari ke depan. Itu semua bisa dilakukan berkat bantuan satelit yang dikirimkan di atas planet.

Contoh di atas adalah manfaat penggunaan satelit buatan manusia. Beberapa satelit diciptakan untuk tujuan yang lain, seperti sarana telekomunikasi, pancaran gelombang radio, GPS dan juga membantu televisi Anda menemukan siaran.

Selain satelit buatan, bumi juga memiliki satelit alami, yaitu Bulan. Artikel kali ini akan membahas pengertian satelit, fungsi dan jenis secara lebih lengkap.

Pengertian Satelit
pengertian satelit, via canva.com

Pengertian Satelit

Satelit merupakan benda langit yang bergerak mengikuti suatu planet pada lintasan orbit tertentu dan memiliki periode rotasi dan revolusi tersendiri.

Benda langit ini, biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding objek yang dikelilinginya. Untuk dapat bertahan pada posisinya, sebuah satelit bergerak dengan menerapkan hukum Keppler.

Terdapat sekitar 12.000 satelit yang beredar di angkasa. 10.000 di antaranya merupakan satelit yang sudah tidak aktif.

Manusia meluncurkan satelit pertama kali pada tanggal 4 Oktober 1957 yang diberi nama Sputnik 1 dan digagas oleh Uni Soviet untuk memulai Program Sputnik Rusia.

Peluncuran ini sekaligus mengawali Perlombaan Angkasa antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Untuk dapat mengorbitkan satelit, dibutuhkan peran roket untuk mendorongnya pada ketinggian tertentu. Setelah itu satelit akan dilepas dan memasuki lintasan orbit yang sudah ditentukan.

Jika perhitungannya tepat, satelit akan berfungsi dan bertahan selama 10 hingga 20 tahun di angkasa.

Jenis-jenis Satelit

Berdasarkan asal terjadinya, satelit dibedakan menjadi 2, yaitu satelit alami dan satelit buatan.

1. Satelit Alami

Secara teoritis, satelit alami adalah benda luar angkasa yang sudah ada sebelumnya (tidak dibuat oleh manusia) dan bergerak mengelilingi bumi dengan rotasi dan revolusi tertentu pada lintasan orbit tertentu.

Satu-satunya satelit alami yang dimiliki oleh bumi adalah Bulan. Satelit ini akan terlihat pada malam hari dan akan menghilang jika matahari mulai muncul.

Bergeraknya bulan dari satu posisi ke posisi yang lain setiap harinya membuktikan bahwa bulan mengorbit dan mengelilingi bumi.

Sedangkan matahari bukan merupakan satelit, karena justru bumi yang bergerak mengitarinya.

2. Satelit Buatan

Sebuah benda atau alat yang dibuat oleh manusia dan dikirim ke luar angkasa untuk dapat mengorbit pada sebuah planet dengan fungsi dan tujuan tertentu.

Jika benda itu tidak ditujukan untuk mengorbit dan menjalankan fungsi tertentu, benda itu tidak bisa dikategorikan sebagai satelit.

Agar tidak saling bertabrakan antara satu dengan lainnya, satelit beredar pada lintasan yang berbeda-beda.

Selain itu, satelit juga harus tetap bergerak untuk dapat mempertahankan posisinya dari pengaruh gravitasi bumi. Berdasarkan lintasan orbitnya (ketinggian), satelit dibedakan ke dalam 3 jenis, yaitu GEO, MEO dan LEO.

  • GEO (Geostationary Earth Orbit)

Satelit jenis ini diluncurkan pada ketinggian sekitar 36.000 km dari atas bumi dan bergerak dengan kecepatan 3 km/s. Satelit jenis ini mengorbit dengan kecepatan yang sama dengan bumi.

Sehingga saat dilihat dari kejauhan, satelit ini seolah tidak bergerak terhadap bumi. Beberapa jenis satelit GEO adalah Palapa, PSN, Telkom, IndoStar dan Garuda.

  • MEO (Medium Earth Orbit)

Satelit ini berada pada lintasan orbit antara 2.000 hingga 35.000 km di atas bumi dengan kecepatan 19.000 km/jam.

Dengan kecepatan tersebut, satelit jenis ini dapat mengelilingi bumi lebih cepat dari pada rotasi bumi itu sendiri. Satelit ini hanya membutuhkan waktu 5 – 12 jam untuk satu kali putaran.

3. LEO (Low Earth Orbit)

Satelit jenis ini memiliki lintasan orbit paling rendah dibandingkan 2 jenis satelit di atas. Satelit ini berada pada lintasan orbit antara 500 hingga 2.000 km di atas permukaan bumi dengan kecepatan 27.000 km/jam.

Satelit ini hanya butuh 1,5 jam saja untuk dapat mengelilingi bumi atau sebanyak 16 kali putaran dalam waktu 24 jam.

Fungsi Satelit bagi Kehidupan di Bumi

Baik satelit alami maupun buatan, keduanya memiliki fungsi masing masing. Berikut ini akan dijelaskan tentang fungsi satelit bagi kehidupan di bumi.

1. Bulan

Bulan sebagai satu-satunya satelit alami bagi bumi memiliki peran yang sangat penting. Satelit ini tidak memiliki cahaya sendiri dan hanya memantulkan cahaya sinar matahari.

Berkat pantulan ini, manusia dapat memanfaatkannya untuk menghitung kalender berdasarkan bentuk yang terlihat dari bumi.

Selain itu, bulan juga berperan dalam pasang surutnya air laut yang secara langsung bisa dimanfaatkan oleh para nelayan untuk berlayar.

Bulan juga dapat melindungi bumi dari jatuhnya meteor secara langsung. Hal itu dikarenakan gaya gravitasi bulan yang memungkinkan benda asing tidak langsung jatuh ke bumi.

2. Satelit Astronomi

Satelit ini berfungsi untuk mengamati planet, bintang dan berbagai fenomena lain di luar angkasa. Salah satu satelit yang memiliki fungsi ini adalah satelit Hubble yang juga digunakan untuk mengambil gambar Red Rose Nebula.

3. Satelit Komunikasi

Satelit ini berfungsi sebagai pendukung sistem komunikasi jarak jauh, seperti telepon, pengiriman data dan juga internet.

Dengan adanya satelit ini aktifitas telekomunikasi jarak jauh dapat berjalan secara lancar dan berkembang hingga sejauh ini.

Salah satu provider internet milik Indonesia bahkan memiliki satelit sendiri yang sudah diluncurkan.

4. Satelit Cuaca

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, satelit ini bertugas sebagai pemantau kondisi cuaca yang ada di bumi.

Bahkan penggunaan lebih jauh bisa dimanfaatkan untuk memprediksi kondisi cuaca hingga beberapa hari ke depan.

5. Satelit Navigasi (GPS)

Sistem satelit ini digunakan sebagai navigasi atau pabrikasi peta. Penggunaan paling umum adalah saat mengaktifkan GPS untuk mengetahui lokasi kita secara akurat di dalam peta.

Aplikasi ojek online yang sering menjadi langganan kita saat ingin bepergian juga memanfaatkan satelit jenis ini untuk dapat beroperasi.

6. Satelit Militer

Satelit ini digunakan untuk berbagai kepentingan militer suatu negara. Biasanya bersifat sangat rahasia dan memiliki keamanan data yang tinggi.

7. Satelit Penelitian Ilmiah

Satelit ini digunakan sebagai penyedia informasi yang menunjang berbagai penelitian ilmiah seperti informasi meteorologi, survei terhadap kondisi tanah, radio amatir dan berbagai penelitian lainnya yang memerlukan penginderaan jarak jauh di luar angkasa.

8. Satelit Kecil

Satelit ini memiliki bentuk paling kecil dibanding jenis satelit lainnya. Untuk satelit mini memiliki berat antara 500 hingga 2000 kg, satelit mikro antara 10 hingga 200 kg dan satelit nano memiliki bobot kurang dari 10 kg saja.

Setelah membaca penjelasan tentang pengertian satelit, fungsi dan juga jenisnya pada artikel di atas, sekarang Anda tentu semakin mengerti peran satelit bagi kehidupan manusia di bumi.

Beberapa diantaranya bahkan menjadi kebutuhan kita sehari-hari, seperti internet dan juga GPS.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *