Perbedaan Laravel dan Codeigniter

2 min read

Deskripsi: Perbedaan Laravel dan Codeigniter, fitur serta keunggulannya masing-masing.


Bagi seorang web developer pastinya sudah tidak asing lagi dengan framework Lavarel dan juga Codeigniter. Keduanya merupakan framework milik PHP.

Nah, HP ini sendiri merupakan bahasa pemrograman yang fungsinya untuk membangun aplikasi berbasis website.

Sebenarnya PHP memiliki banyak sekali framework, namun yang paling populer adalah Laravel dan juga Codeigniter. Apa itu Laravel dan juga Codeigniter?

Manakah yang lebih baik antara Laravel vs Codeigniter? Berikut akan kami ulas informasi selengkapnya khusus untuk Anda!

Perbedaan Laravel dan Codeigniter

Mengenal Laravel dan Codeigniter

Framework merupakan bahasa pemrograman yang berfungsi untuk mempermudah seorang programmer mengembangkan sebuah website.

Pada bahasa pemrograman PHP, framework yang cukup populer digunakan adalah Laravel dan Codeigniter.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai informasi seputar Laravel vs Codeigniter, mari terlebih dahulu membahas mengenai pengertian keduanya.

Laravel

Laravel merupakan framework yang dirilis pada tahun 2011. Laravel dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan website agar lebih rapi dan terstruktur.

Kelebihan Laravel adalah karena framework ini memiliki fitur yang rapi, menarik serta lebih modern.

Framework yang satu ini sekarang banyak digunakan oleh developer untuk mengembangkan website.

Pada penggunaannya, Laravel menggunakan arsitektur dengan pola MCV (Model, Controller, View). Ketiga struktur pola tersebut menjadi pondasi bagi framework Laravel.

MCV juga telah dilengkapi dengan tools teks perintah yang diberi nama”artisan”. Yang mana artisan ini merupakan tools teks perintah yang sering digunakan pada packaging bundle dan instansi bundle.

Codeigniter

Codeigniter ini sifatnya ope source, artinya pengguanya bebas mengembangkan sesuai kebutuhan masing-masing. Codeigniter juga berfungsi untuk mempercepat perkembangan website.

Sama seperti Laravel, Codeigniter ini menggunakan MCV sebagai arsitekturnya. Namun, Codeigniter menambahkan logika layer dalam fiturnya.

Logika layer berfungsi untuk memparalelkan proses pengembangan website dan membuat desain aplikasi yang lebih bersih.

Inilah yang membuat aplikasi web yang dikembangkan dengan framework ini dikenal sangat responsif terhadap perubahan bisnis.

Apa Saja Fitur Laravel dan Codeigniter?

Perbedaan Laravel dan Codeigniter juga dapat dilihat dari fitur-fitur yang ada didalamnya. Apa saja fitur-fitur yang terdapat didalam kedua framework tersebut?

Berikut akan kami ulas informasi selengkapnya.

Fitur Laravel

Apa saja fitur-fitur yang terdapat pada Laravel? Berikut ini fitur yang diunggulkan dalam framewok Lavarel:

  • Modularity

Modularity adalah modul dan library yang berfungsi untuk meningkatkan aplikasi website.

  • Routing dan Testing

Routing berfungsi untuk membantu developer meningkatkan performa website. Sedangkan testing berfungsi untuk pemeliharaan kode program.

  • Command Line Tools

Artisan merupakan command line tools yang disediakan oleh Laravel. Dalam tools tersebut terdapat beberapa fitur untuk maintenance, migrasi data, database seeding, serve application dan lain sebagainya.

  • Query builder and ORM

Fitur ini sangatlah powerfull. Fungsi dari fitur tersebut adalah untuk query database dengan metode-metode yang sederhana.

  • Authentication Process

Dengan fitur Laravel yang satu ini, Anda dapat membuat sistem login menjadi lebih mudah. Dengan fitur tersebut, Anda tidak perlu membuat sistem autentikasi ulang sehingga mempersingkat proses pengembangan software.

Fitur Codeigniter

Lalu, apa saja fitur yang terdapat pada Codeigniter? Berikut ulasan lengkapnya yang bisa Anda simak:

  • Extremely Light Weight

Berbeda dengan framework lain yang membutuhkan resources yang besar. Maka codeigniter hanya membutuhkan library kecil sehingga terkenal sebagai framework yang lebih ringan. Nah, fitur ini merupakan library yang berfungsi untuk meningkatkan aplikasi website.

  • Security And XSS Filtering

Fitur security dan XSS filtering berfungsi sebagai fitur keamanan. Berbagai serangan keamanan website akan terfilter dengan adanya fitur tersebut.

  • Template Engine Class

Template engine class merupakan fitur yang bersifat opsional. Artinya, fitur tersebut dapat digunakan ataupun tidak oleh seorang developer ketika melakukan pengembangan website.

  • Library Gambar

Library gambar berfungsi untuk mengatur konfigurasi gambar yang ada pada website. Fitur tersebut juga berfungsi untuk mendukung penggunaan GD, image magic dan NetPBM.

  • Flexible URI Routing

Fitur dalam codeigniter ini memiliki fungsi untuk memetakan URL serta memberikan nama yang berbeda pada resource tersebut.

  • Serve class email

Serve class email berfungsi untuk menyediakan fitur khusus bagi email, attachments, SMTP, HTML atau teks email, POP, dan lain sebagainya.

Perbedaan Laravel Vs Codeigniter, Mana Pilihanmu?

Setelah melihat kelebihan dan kekurangan Laravel dan juga Codeigniter, mungkin dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki kelebihan dan juga kekurangan masing-masing.

Namun jika harus memilih Laravel vs Codeigniter, manakah yang terbaik? Simak perbedaan dari keduanya pada uraian berikut ini!

1. Dukungan ORM

Codeigniter tidak memberikan dukungan ORM, sementara Laravel sebaliknya.

2. Pemrosesan Database

Laravel memiliki pemrosesan database yang lebih rendah dibandingkan dengan Codeigniter.

Dalam kata lain, Codeigniter memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam hal pemrosesan database.

3. Pengelolaan Modul

Laravel didesain dengan dukungan built-in modularity, sementara Codeigniter membutuhkan dukungan modular extension untuk pengelolaan modul.

4. Migrasi Database

Dalam hal migrasi database, Codeigniter perlu melakukan banyak usaha untuk melakukan migrasi karena tidak memiliki fitur spesifik.

Sementara Laravel lebih mudah melakukan proses tersebut karena fitur agnostic migration yang terdapat didalamnya.

5. Template Engine

Pada framework Codeigniter tidak terdapat built-in template engine, sementara Laravel menyediakan template engine Blade bawaan.

6. REST APIs

Pada Codeigniter tidak tersedia fitur untuk pengembangan REST APIs. Sementara Laravel menyediakan fitur RESTfull Controller yang berfungsi untuk mengembangkan REST APIs.

Demikian ulasan mengenai Laravel vs Codeigniter dari segi pengertian hingga perbandingan fitur keduanya. Nah, sekarang framework mana yang paling pas dengan kebutuhan Anda?

Semoga ulasan di atas cukup membantu Anda menentukan pilihannya, ya?

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *