Perbedaan Mirrorless dan DSLR

2 min read

Dskripsi: perbedaan Mirrorless dan DSLR.


Beberapa waktu lalu, dunia teknologi dihebohkan dengan kehadiran kamera mirrorless yang digadang-gadang bakal merebut posisi kamera DSLR sebagai idola.

Perbedaan mirrorless dan DSLR pun menjadi perbincangan panas yang kerap dirundingkan oleh para pengamat teknologi. Lalu apa sebenarnya perbedaan diantara kedua jenis kamera tersebut?

Pada dasarnya, keduanya memiliki perbedaan utama pada cermin yang terpasang di kamera.

Kamera mirrorless tidak mempunyai cermin yang mampu memantulkan gambar dari lensa ke arah viewfinder, sedangkan DSLR dibekali dengan reflect mirror.

Perbedaan Mirrorless dan DSLR

1. Fitur Viewfinder

Semua jenis kamera mirrorless dipasangi dengan jendela bidik (Viewfinder) yang biasanya disebut sebagai Electronic Viewfinder (EVF).

Sedangkan pada kamera DSLR, fitur Viewfinder ini dipasangi dengan Optical Viewfinder (OVF).

2. Live Preview

Pada awal kemunculannya, kamera DSLR tidak memiliki fitur Live Preview di dalam menunya. Menu Live Preview ini baru ada sesaat setelah kamera mirrorless hadir.

Mirrorless sendiri memang sudah digawangi Live Preview sejak awal perilisannya. Tidak heran jika banyak orang menganggap mirrorless sebagai bentuk kompleks dari DSLR untuk urusan kelengkapan fitur Live Preview.

Sangat disesalkan, fitur Live Preview ini biasanya dimiliki oleh mirrorless dengan tipe tipe high-end dan tidak untuk tipe entry user.

Untuk beberapa kasus pada merk dan tipe mirrorless tertentu, ada tipe kamera yang sulit mematikan simulasi eksposur. Seperti yang ditahu, simulasi eksposur merupakan salah satu bagian dari adanya Live Preview.

Hal tersebut akan menyebabkan kendala saat kamu hendak menggunakan flash. Pasalnya, kamera akan mengukur banyaknya cahaya yang berada di lingkungan tersebut dan bukannya flash.

Akibatnya hasil foto akan berantakan jika kamu lupa untuk mematikan fitur ini.

3. DSLR Lebih Besar

Berdasarkan fakta terpasangnya cermin pada DSLR, membuatnya sulit untuk didesain ke dalam bentuk yang lebih ringkas.

Terlebih lagi, DSLR memiliki banyak tombol pada tubuh kameranya. Tentu akan membutuhkan banyak ruang kosong untuk menempatkannya.

Alhasil, bentuk dari DSLR menjadi lebih besar jika dibandingkan dengan kamera mirrorless.

Bukan hanya bentuknya saja yang lebih besar, kamera DSLR juga memiliki bobot yang terbilang lebih berat dari mirrorless.

4. Baterai Mirrorless Lebih Cepat Habis

Perbedaan lainnya terletak pada kapasitas baterai yang dimiliki oleh kedua jenis kamera tersebut. Kamera mirrorless dianggap memiliki daya yang lebih rendah daripada kamera DSLR.

Fakta bahwa kamera DSLR memiliki ukuran tubuh yang lebih besar membuatnya memiliki kapasitas yang juga sama besarnya.

Tidak mengherankan jika kemudian jenis kamera ini dapat digunakan untuk memotret hingga seharian penuh meski tidak mengganti baterainya.

Berbeda halnya dengan kamera mirrorless yang memiliki tubuh lebih ramping. Sehingga daya baterainya pun tergolong lebih kecil.

Di setiap satu baterai mirrorless, rata-rata hanya bisa digunakan untuk memotret 200 hingga 300 foto.

5. Variasi Lensa Mirrorless tidak Sebanyak DSLR

Daftar perbedaan mirrorless dan DSLR selanjutnya ialah ketersediaan variasi lensa. Hampir disetiap merk DSLR pasti menyediakan sederet variasi lensa untuk melengkapi produknya.

Sebut saja lensa fix, fish eye, dan bahkan tele ratusan mm.

Meski ada beberapa produsen mirrorless yang sudah memproduksi lensa dalam beragam variasi berbeda, jumlah lensa mirrorles masih belum sebanyak DSLR.

Salah satu produsen mirrorless yang cukup serius dalam mengembangkan ragam varian lensa sebagai produknya ialah Olympus.

Sayangnya, jenis-jenis lensa hasil pengembangan Olympus ini sangatlah terbatas karena hanya tersedia untuk level Pro dan Premium saja. Sedangkan untuk tipe mirrorless standar, belum banyak lensa yang mereka sediakan.

6. Image Stabilization

Keduanya, baik DSLR ataupun mirrorless sudah memiliki fitur Image Stabilization dalam menu fiturnya.

Image Stabilization sendiri merupakan sebuah fitur yang mampu mengamankan hasil jepretan foto dari goyangan tangan.

Umumnya, fitur Image Stabilization dalam DSLR disediakan pada lensanya, bukan body kameranya.

..

Jika DSLR memasangkan fitur anti goyangan pada lensanya, kamera mirrorless justru memilih untuk memasangnya pada bagian tubuhnya.

Oleh sebab itu, jika kamu ingin menggunakannya, kamu harus mengaktifkan fiturnya terlebih dahulu agar gambar yang dihasilkan oleh mirrorless aman dari kemungkinan adanya getaran.

Bagaimanapun juga, setiap jenis dan model dari kamera memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Karenanya, apapun itu jenis kamera yang akan dipilih, pastikan memang sudah sesuai dengan kebutuhan kamu.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *