Perbedaan RAM dan ROM

3 min read

Membahas suatu komputer, maka Anda akan mendengar sebuah media penyimpanan berupa RAM dan ROM.

Perangkat ini merupakan bagian komponen dari sebuah Motherboard yang memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai memori yang menyimpan sebuah data.

Walaupun memiliki fungsi yang sama, RAM dan ROM jelas sangat berbeda dari segi fisik maupun yang lainnya.

Pada dasarnya RAM dan ROM memiliki perbedaan yang begitu signifikan, jika dalam RAM hanya bersifat menyimpan data dalam berjangka pendek atau sementara. Maka ROM dapat menyimpan data yang bersifat permanen dan lama.

Data dalam RAM sangat mudah untuk diubah oleh user atau pengguna, sedangkan ROM sangat sulit untuk mengubah data bawaanya. Berikut ini perbedaan RAM dan ROM:

Perbedaan RAM dan ROM
Perbedaan RAM dan ROM, via canva.com

Perbedaan RAM dan ROM

Memiliki fungsi yang sama sebagai media penyimpanan data pada sebuah komputer, RAM dan ROM mempunyai pengertian yang sedikit berbeda dari sifatnya.

Pengertian RAM adalah sebuah perangkat keras untuk penyimpanan data yang bersifat sementara atau pendek. Sedangkan untuk pengertian ROM merupakan perangkat keras atau hardware yang dapat menyimpan data bersifat secara permanen.

Di sisi lain RAM atau Random Access Memory memiliki bentuk penyimpinan sebuah data yang dapat diakses secara random dalam setiap saat.

Dalam area lokasi dan urutan, RAM juga berbeda dengan perangkat penyimpanan lainnya seperti Hard Drive dan sebagainya.

RAM juga memiliki batasan maksimal kapasitas yang dapat digunakan pada sebuah komputer yang Anda miliki. Setiap komputer memiliki batasan kapasitas dalam jumlah RAM yang berbeda-beda.

Hal juga agar komputer dengan spesifikasi tertentu dapat berjalan dengan baik dan maksimal atau dapat kompatibel dengan RAM yang sedang digunakan.

Sementara dari sisi ROM atau Read Only Memory memiliki bentuk jenis memori yang hanya dapat dibaca dan sangat sulit untuk diubah.

Untuk dapat mengubah data atau mengisi sebuah data pada sebuah ROM diperlukan cara berupa Flash ROM yang sedikit rumit.

Hal ini karena ROM berisi data yang berbentuk kode-kode pemograman atau yang disebut firmware dan telah di isi oleh pabrik asalnya.

Sebagai media penyimpanan yang bersifat permanen, salah satu contoh dari ROM ini adalah ROM BIOS. Berisi tentang sebuah sistem dasar firmware yang mengatur semua komponen komputer saat proses booting dilakukan.

Selain itu, ROM juga biasanya disebut sebagai non-volatile chip yang menyebab kan data pada ROM tidak bisa mudah menghilang dan tertanam pada chip tersebut

Perbedaan pada Fungsi RAM dan ROM

Perbedaan RAM dan ROM lainnya adalah dari segi fungsi. RAM pada dasarnya adalah membantu mempercepat proses kinerja Processor dalam pengolahan data pada dikomputer.

Semakin besar kapasitas RAM yang digunakan makan semakin cepat juga proses pengolahan data yang dilakukan.

Kecepatan RAM dalam membaca sebuah data bisa lebih cepat dari memori atau penyimpanan biasa.

Sedangkan fungsi ROM sebagai hardware yang berada di dalam sebuah komputer. ROM memiliki fungsi utama sebagai media penyimpanan informasi firmware yang bersifat permanen dan tidak di hapus.

Pada umumnya ROM juga berguna sebagai media penyimpanan informasi booting. Dan ROM yang digunakan adalah berjenis EEP atau Electrically Erasable Programmable.

Perbedaan pada Cara Kerja RAM dan ROM

Cara kerja RAM adalah dengan membantu processor dan Harddisk saat proses booting. Saat Processor memerlukan sebuah data dari Harddisk untuk proses tampilan sistem operasi, maka hal ini akan terjadi Bottle-Neck.

Penyebab terjadinya ini, karena kecepatan data dari sebuah Processor lebih cepat dari pada Harddisk. Dan hal ini diperlukan sebuah RAM agar dapat membantu proses tanpa terjadi Bottle-Neck.

Pada dasarnya ROM dapat bekerja meski sebuah komputer dalam keadaan mati atau terputus dari daya listrik.

Cara kerja ROM berupa memasukan data yang diterima dan kemudian data dikonversi atau di olah menjadi informasi firmware yang kemudian informasi tersebut di tampilkan melalui output devices. Atau lebih singkatnya seperti ini. Input Devices – Data – ROM – Information – Output Devices.

Jenis RAM dan ROM

Didalam RAM atau Random Access Memory terdapat 6 jenis RAM, yaitu:

  • DRAM atau Dynamic Random Access Memory,
  • Sychronous Dynamic Random Access Memory,
  • Extended Data Out Random Access Memory,
  • Static Random Access Memory,
  • Rambus Dynamic Random Access Memory,
  • dan Double Date Rate Sychronous Dynamic Random Access Memory atau DDR SDRAM.

Sedangkan jenis ROM atau Read Only Memory 5 jenis, yaitu:

  • Mask ROM,
  • Programmable ROM,
  • Erasable Programmable ROM,
  • Electrically Erasable Programmable ROM,
  • dan Flash Memory ROM.

Untuk di dalam jenis Erasable Programmable ROM, terbagi lagi menjadi dua. Yaitu UV EPROM atau Ultraviolet EPROM dan EEPROM atau Electrically EPROM.

Perbedaan pada Bentuk RAM dan ROM

Dalam segi bentuk antara RAM dan ROM juga memiliki perbedaan. Pada RAM sendiri memiliki bentuk yang berwujud IC atau Integrated Circuit.

IC adalah komponen elektronik yang bahan materialnya dari Semi Conductor dan juga merupakan gabungan dari komponen berupa Resistor, Kapasitor, Dioda dan Transistor yang kemudian terhubung dalam bentuk sebuah chip.

Sendangkan untuk ROM atau Read Only Memory memiliki bentuk yang terdiri dari berbagai sirkuit-sirkut terstruktur.

Di dalam ROM juga terdapat switch transistor atau data yang secara fisik di konversikan menjadi kode dalam susunan.

ROM juga merupakan penyimpanan yang sangat kecil dibandingkan dengan komponen-komponen lain nya yang ada di Motherboard.

Perbedaan Kapasitas RAM dan ROM

Perbedaan RAM dan ROM pada segi kapasitas memori memang berbeda jauh untuk yang digunakan oleh sebuah komputer.

Walaupun memiliki fungsi yang berguna menyimpan sebuah data. Pada RAM dan ROM memiliki perbedaan klasifikasi jenis data yang disimpan.

Biasanya RAM hanya menyimpan sebuah data yang sedang dijalakan. Sedangkan ROM menyimpan data seperti sistem operasi dan sebagainya.

RAM atau Random Access Memory memiliki besaran kapasitas mulai dari MB atau Megabytes hingga Gigabytes atau GB.

Pada RAM juga terdapat kecepatan nanodetik, semakin besar RAM yang digunakan maka komputer akan menajdi lebih cepat saat proses dalam membuka program ataupun menjalakan sebuah program yang memerlukan RAM sebagai tempat penyimpanan data sementara.

User atau pengguna juga harus mengetahui berapa besaran kapasitas RAM yang telah digunakan.

Pada dasarnya, semakin banyak program yang di instal dalam sebuah komputer, maka program tersebut akan semakin banyak menggunakan ruang space RAM.

Kebanyakan program atau aplikasi berjalan dibelakang layar, hal ini juga yang menyebabkan komputer menjadi lama saat loading.

Sedangkan untuk ROM atau Read Only Memory memiliki kapasitas jumlah yang lebih besar dari RAM. Pada ROM sendiri bisa memuat hingga kapasitas 513 GB atau Gigabytes.

Data yang berada di dalam ROM juga tidak bisa diubah atau dimodifikasi oleh para pengguna, karena data tersebut telah di isi oleh bawaan pabrik. Para pengguna perlu melakukan tindakan khusus agar ROM bisa di isi ulang datanya.

Memiliki persamaan sebagai media yang berguna untuk menyimpan sebuah data, membuat RAM dan ROM menjadi komponen penting dalam bagian Motherboard. Di sisi lain, kedua perangkat keras ini memiliki kapasitas ukuran yang sangat berbeda.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *