Topologi Bus

3 min read

Topologi jaringan merupakan suatu metode yang digunakan untuk dapat menggabungkan dua atau lebih komputer dalam satu jaringan yang sama.

Hal ini bertujuan agar perangkat komputer yang tersambung bisa saling berkomunikasi dan dapat melakukan transfer data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

Dari berbagai jenis topologi jaringan, topologi bus merupakan jenis topologi yang paling sederhana dan juga paling pertama dikembangkan.

Pada artikel ini, kami akan menyampaikan informasi terkait dengan pengertian topologi bus, ciri-ciri, cara kerja serta kelebihan dan kekurangan dari jenis topologi ini.

Apa itu Topologi Bus?

Pengertian Topologi Bus
image via canva.com

Pada dasarnya topologi bus menggunakan kabel tunggal untuk dapat menghubungkan client dan server (media transfer) yang menjadi backbone pada jaringan topologi.

Topologi ini seringkali digunakan pada jaringan yang memiliki skala kecil saat  semua perangkat saling terhubung dan kemudian membentuk jaringan yang berbentuk seperti bus.

Jenis topologi ini termasuk topologi yang sederhana dan juga mudah digunakan karena hanya satu komputer yang bertindak sebagai server dan jaringan.

Setelah itu dipisah atau dipecah menggunakan kabel sehingga setiap perangkat komputer dapat terhubung kepada server tersebut.

Apa Saja Ciri-ciri dari Topologi Jenis Bus?

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, topologi bus bisa digunakan pada jaringan dengan skala kecil yang jumlah perangkat komputernya berada dalam satu jaringan sekitar 8 sampai dengan 17 unit.

Pada kedua ujung kabel yang digunakan sebagai backbone kemudian akan dipasangkan terminal untuk memotong jaringan.

Pada topologi dengan jenis bus ini, arus data atau packet yang ditransfer melewati kabel yang sama.

Topologi ini biasanya menggunakan konektor T dan juga kabel dengan jenis coaxial atau selain menggunakan terminator.

Terminator yang digunakan berfungsi untuk menyerap sinyal yang melewati tiap-tiap ujung dari kabel backbone dan mencegah sinyal tersebut untuk memantul dan kemudian menabrak sinyal yang sedang melewati backbone tersebut.

Bagaimana Topologi Jenis Bus Ini Bekerja?

Pada topologi bus, semua perangkat komputer yang terdapat di dalam jaringan terhubung dengan kabel utama yang difungsikan sebagai backbone.

Seluruh unit komputer yang terpasang pada jaringan topologi ini dapat saling mengirim ataupun menerima data namun kabel utama harus terbebas dari pengiriman dan pertukaran data yang lain.

Arus perpindahan data pada topologi ini dapat berjalan ke kanan maupun ke kiri pada kabel yang sama.

Saat risiko akan terjadinya tabrakan antar arus data tinggi karena jalur yang dilalui data-data tersebut untuk dapat berpindah hanya satu saja.

Proses pertukaran data pada topologi ini dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah protokol yang disebut Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection atau sering kali disingkat dengan CSMA/CD agar tidak terjadi tabrakan pada kabel backbone.

Pada proses pengiriman data, komputer pengirim kemudian akan mengirimkan sinyal sehingga CSMA/AD dapat mengetahui adanya data yang akan melewati backbone.

Sinyal yang dikirimkan oleh komputer pengirim kemudian akan tersebar secara merata dari ujung kiri ke ujung kanan sepanjang kabel backbone dan akan dilakukan pengecekan pada setiap perangkat pada jaringan.

Agar dapat menemukan komputer dengan alamat IP dan alamat MAC yang sesuai untuk dapat menerima sinyal atau data tersebut.

Jika komputer tidak memiliki alamat IP atau juga alamat MAC yang sama kemudian sinyal yang dikirimkan oleh komputer pengirim tersebut akan dibuang sehingga komputer tersebut tidak akan menerima paket data yang dikirimkan.

Selain penggunaan CSMA/CD, Anda juga dapat menggunakan Distributed Access Protocol atau disingkat DAP sebagai sumber utama informasi terkait dengan perangkat yang akan mengirimkan data pertama kali pada jaringan.

Dengan penggunaan DAP ini kemudian komputer yang dipilih akan bisa mengirimkan data pada jaringan, atau biasanya disebut dengan server.

Apa Saja Kelebihan dan juga Kekurangan dari Topologi Jenis Bus?

Setelah anda mengetahui pengertian topologi bus, ciri-ciri, dan cara kerjanya, baiknya ketahui juga kelebihan dan juga kekurangannya agar Anda dapat membandingkan jenis topologi ini dengan jenis topologi jaringan lainnya dan memilih jenis yang sesuai untuk Anda.

Kelebihan Topologi Bus

Topologi bus memiliki kelebihan, antara lain sebagai berikut:

  1. Desain jaringan topologi jenis ini menyerupai bus, layout yang digunakan pun lebih sederhana. Komponen dan kabel juga tidak terlalu banyak dibutuhkan, karena sifat jaringan yang kecil. Kebutuhan kabel yang banyak atau dalam hal ini panjang hanya pada kabel backbone.
  2. Jenis topologi ini tidak memerlukan banyak komponen dan juga kabel, dalam implementasinya jenis topologi ini lebih mudah, sederhana, dan juga murah. Penggunaan topologi jenis bus ini dapat menghemat biaya instalasi jika dibandingkan dengan jenis topologi yang lainnya.
  3. Pengembangan jaringan topologi jenis ini sangat mudah dan juga tidak akan mengganggu perangkat yang lain saat anda melakukan pengembangan terhadap jaringan, dalam hal ini penambahan atau pengurangan perangkat yang terhubung.
  4. Apabila pada penggunaannya terjadi kerusakan atau permasalahan pada salah satu perangkat client, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi arah transfer data dan juga tidak akan mempengaruhi perangkat client yang lainnya.
  5. Topologi jenis bus ini tidak memerlukan komponen atau hardware tambahan seperti topologi star yang membutuhkan HUB atau Switch dalam implementasinya.

Meskipun topologi jenis bus memiliki banyak kelebihan, namun tidak berarti juga topologi ini tidak memiliki kekurangan.

Kekurangan Topologi Bus

Kekurangan dari topologi bus ini antara lain sebagai berikut.

  1. Meskipun jaringan tidak akan terpengaruh karena adanya kerusakan pada perangkat client, namun hal berbeda akan terjadi jika kerusakan tersebut dialami oleh perangkat komputer server atau pada kabel pusat (backbone). Kerusakan pada kedua komponen ini akan mengakibatkan kerusakan atau gangguan jaringan secara keseluruhan.
  2. Semua transaksi data akan menggunakan kabel backbone karena tempat transmisi data yang disediakan pada topologi jenis bus hanya kabel backbone. Arus data yang ke kanan maupun ke kiri kemudian akan semakin padat kemudian akan menyebabkan topologi jenis bus rentan terhadap risiko tabrakan antar data.
  3. Tingginya risiko terjadinya tabrakan antar data karena lalu lintas data yang padat karena semakin banyak perangkat komputer yang terhubung pada jaringan topologi jenis ini maka risikonya bahkan akan menjadi lebih besar.
  4. Pada topologi jenis bus jika anda ingin memperkuat sinyal dibutuhkan penggunaan repeater.
  5. Apabila salah satu perangkat client memerlukan kecepatan akses atau transfer data yang tinggi, karena persebaran sinyal atau kecepatan akses data yang tidak merata. Hal ini akan mempengaruhi kecepatan akses atau transfer data pada perangkat lainnya ditandai dengan melemahnya kekuatan sinyal.

Cukup sekian informasi dari kami terkait dengan pengertian topologi bus, ciri-ciri, cara kerja serta kelebihan dan kekurangannya.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan informasi yang cukup kepada Anda tentang topologi bus dan dapat berguna untuk Anda dalam memilih jenis topologi untuk jaringan komputer yang Anda inginkan.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *