Apa itu Cache?

3 min read

Deskripsi: Apa Itu Cache? Arti Cache, Fungsi, Jenis dan Cara Kerja.


Sebagai pengguna smartphone atau komputer, pasti tidak asing dengan nama cache. Sebenarnya, apa itu cache?

Cache adalah mekanisme sebuah penyimpanan data yang memiliki kecepatan tinggi dengan dipadukan sebuah sistem kerja sedemikian rupa.

Cache sendiri digunakan untuk penyimpanan data ataupun intruksi kerja yang sering diakses pengguna komputer dan juga smartphone.

Setiap instruksi yang pengguna smartphone atau komputer lakukan, nanti akan menghasilkan cache. Cache bisa memperlambat kinerja perangkat jika tidak dihapus secara berkala.

Tidak sulit untuk menghapus data cache karena sudah ada fitur tersendiri di perangkat. Supaya lebih paham seperti cache, ada beberapa informasi yang harus diperhatikan. Berikut informasi-informasi tersebut.

Apa itu Cache
apa itu cache, via canva.com

Arti Cache

Selain pengertian cache yang sudah disebutkan di awal, banyak pendapat seputar arti cache. Pendapat lain menyebutkan bahwa arti cache merupakan data yang telah tersimpan di sistem memori internal komputer atau smartphone.

Sifat data ini tidak permanen alias temporary. Cache menyimpan banyak instruksi yang dilakukan pengguna perangkat.

Ukuran datanya bisa dibilang sangat kecil sehingga bisa membantu untuk mempercepat proses kinerja prosessor saat pengguna membuka aplikasi dan melakukan perintah di smartphone atau komputer.

Dari instruksi yang telah disebutkan, bisa disimpulkan bahwa cache adalah teknologi khusus yang fungsinya untuk membuka website dan juga aplikasi agar bekerja lebih cepat.

Fungsi Cache

Cache dapat dikatakan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perangkat. Pasalnya fungsi cache amat penting untuk perangkat.

Fungsi cache yang utama di perangkat adalah membantu untuk mempercepat akses data di dalam perangkat komputer atau smartphone sehingga mampu meringankan kinerja berat yang terjadi di prosessor.

Selain itu, ada beberapa fungsi lain dari cache yang tidak bisa dipisahkan dari perangkat. Beberapa fungsi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Cache membantu mempercepat akses di dalam perangkat, baik komputer, smartphone maupun perangkat lain
  2. Cache bisa menjadi jembatan perbedaan antar kecepatan memori utama dan juga CPU
  3. Membantu kinerja memori supaya bekerja lebih cepat dibanding sebelumnya
  4. Cache sendiri bisa meningkatkan kinerja otak perangkat atau prosessor

Jenis-Jenis Cache

Cache dibagi menjadi dua bagian, yakni client side caching dan server side caching. Di setiap bagian cache masih ada beberapa jenis yang fungsinya sangat berbeda. Beberapa jenis dan fungsi setiap cache bisa Anda pahami di sub judul berikut:

1. Client-Side Caching

Pengertian jenis cache ini adalah sebuah file data yang tersimpan di dalam perangkat pengguna dan bisa dipakai sesuai keinginan pengguna.

Dalam kinerjanya, client side termasuk yang paling sering digunakan. Contohnya adalah cache yang dihasilkan dari instruksi browser yang Anda lakukan.

  • Browser Cache

Jenis client side caching utama ini merupakan yang paling sering digunakan pengguna perangkat. Cachenya bisa ditemui di pengaturan browser.

Dengan bantuan browser cache, komputer bisa membuka halaman website dengan lebih baik.

Proses penyimpanan data dilakukan di kunjungan pertama saja. Dalam kurun waktu tertentu, pengguna harus membersihkan cache supaya filenya tidak memakan banyak tempat.

2. Server Side Caching

Server side cashing merupakan jenis cache berupa dokumen dan gambar yang tersimpan di server website. Dengan koneksinya, data di dalam server website bisa dicache kapan saja.

Akhirnya pengguna bisa mengakses dengan cepat dari biasanya. Beberapa cache yang termasuk server side caching adalah:

  • Database cache

Database chache dipakai pengembang aplikasi website agar bisa mencapai kinerja website yang lebih baik.

Contoh keuntungan menggunakan database cache adalah proses untuk mengakses data lebih bagus dan lebih cepat.

Selain itu penggunaan CPU yang lebih kecil, mampu mengurangi akses disk yang terlalu berlebihan.

  • Object Cache

Object Cache memiliki fungsi menyimpan data sementara dari objek secara lokal di komputer. Contohnya seperti dokumen, gambar, video dan file lain di browser pengunjung.

Langkah tersebut saat mengunjungi website tadi pengunjung tidak perlu mengunduh objek berkali-kali.

  • Opcode Cache

Opcade Cache berfungsi untuk meningkatkan kinerja dari PHP suatu perangkat. Dengan bantuan opcode cache, membuat kinerja PHP menjadi lebih baik dan tidak akan terganggu ketika diakses.

  • CDN Cache

Anda memiliki website internasional yang pengunjungnya dari berbagai negara? Jika demikian, pilihan menggunakan cache ini sangat pas untuk digunakan. Dengan bantuan CDN Cache akan membuat konten website bisa ditampilkan dengan bantuan server terdekat

  • DNS Cache

DNS Cache disebut sebagai database sementara yang langsung dikelola sistem operasi komputer. Cache jenis ini mencatat semua history yang ada didalam IP domain yang dibuka penggunanya.

  • Page cache

Page cache mempunyai kemiripan dengan jenis cache lainnya. Manfaat utama page cache adalah meningkatkan kecepatan loading website untuk memberi pengalaman pengguna yang lebih menjanjikan.

Page cache akan menyimpan halaman website lengkap untuk pengunjung.

Bagaimana Cara Sistem Caching Bekerja?

Cara termudah memahami cara caching bekerja adalah melihat page yang telah disajikan. Sebut saja Anda mempunyai blog dengan caching yang aktif di dalamnya.

Ketika pertama kali seseorang berkunjung ke page tersebut, mereka menerima page tadi seperti biasanya. Hal tersebut merupakan permintaan yang diterima dan selanjutnya diproses oleh server pada halaman yang diinginkan disajikan.

Halaman serve tersebut dikirimkan ke web dari pengunjung tersebut. Ketika cachingnya diaktifkan, server akan menyimpan file HTML dan biasanya bekerja dengan kecepatan tinggi.

Berikutnya ketika ada pengunjung yang masuk ke server, barulah server melakukan pemrosesan dan konversi lagi pada HTML. Sebaliknya, pengunjung hanya mengirim file HTML yang telah disiapkan oleh browser tersebut.

Apakah proses caching didalam website diperlukan?

Setiap situs mempunyai pengkodean yang berbeda berdasarkan kemampuan si pemilik. Bagi website yang telah dikodekan dengan baik, pemuatan websitenya tidak akan memakan waktu yang lama.

Setidaknya dalam waktu 2 detik saja, website sudah termuat dengan sempurna. Bukankah waktu tersebut sudah sangat cepat? Lantas apakah caching ini sangat diperlukan?

Jelas jawabannya iya. Proses caching server dan juga broswer bisa mengurangi proses loading website. Akhirnya pengunjung tidak perlu menunggu waktu pemuatan yang lama.

Bagaimana cara untuk membuktikannya? Ada banyak tools yang bisa dipakai untuk mengecek waktu loading sesudah dan juga sebelum chaching.

Contohnya adalah tool yang digunakan untuk analisa kecepatan, GTMetrix.

Hal yang harus diingat di sini adalah dengan menggunakan proses caching di website, pemilik website bukan hanya memastikan proses loadingnya cepat saja.

Namun pemiliknya bisa memastikan websitenya lebih baik dibanding sebelumnya. Contohnya memersiapkan tanggungan beban traffic tak terduga yang kemungkinan muncul.

Hadirnya caching, traffic bisa lebih efisien ketika diakses.

Setelah memahami apa itu cache dan pentingnya untuk website, tentu website yang Anda buat harus ada proses ini. Ya, semakin cepat website yang Anda miliki, maka akan semakin bagus pula website Anda.

Bukan hanya itu, ratingnya juga akan meningkat tajam dari sebelumnya.,

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *