Apa itu Sensor Full Frame?

2 min read

Deskripsi: Apa Itu Sensor Full Frame? Cara kerja, kelebihan dan kekurangannya.


Bagi orang yang terjun dalam dunia fotografi, mungkin sudah tidak asing lagi mendengar kamera atau sensor full frame.

Namun, jika kamu masih awam, mungkin istilah full frame menjadi sesuatu yang asing di telinga kamu.

Sebenarnya, apa itu sensor full frame? Apa kegunaan atau keunggulannya? Lalu apa pula perbedaannya dengan jenis sensor atau kamera lain?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebaiknya kamu simak penjelasan berikut.

Apa itu Sensor Full Frame?

Sensor atau lebih sering dipakai istilah kamera full frame adalah jenis kamera yang sensornya lebih besar daripada kamera biasanya.

Sensor tersebut berukuran 36 mm x 24 mm atau sama seperti film format 35 mm.

Dengan ukuran sensor tersebut, maka hasil jepretannya pun juga akan berbeda karena jauh lebih bagus.

Sensor yang terpasang pada kamera jenis ini memiliki ukuran pixel 2,5 kali lebih besar jika dibandingkan dengan kamera biasanya.

Hal tersebut membuatnya memiliki kemungkinan untuk bisa melakukan zoom tanpa adanya noise.

Kamera full frame saat ini juga sudah tersedia pada berbagai jenis kamera seperti DSLR, mirrorless, dan juga pocket.

Meskipun saat ini sudah tersedia banyak kamera full frame, tetapi harganya masih cukup tinggi karena bisa mencapai 20 juta rupiah ke atas.

Namun, kamu juga bisa menemukan kamera full frame dengan harga dibawah 10 juta rupiah di pasar kamera bekas.

Kelebihan Sensor Full Frame

1. Kemampuan Menangkap Cahaya

Sensor full frame mampu menangkap lebih banyak cahaya dikarenakan ukurannya yang lebih besar.

Sehingga dalam kondisi pencahayaan yang kurang atau gelap sekalipun juga bisa fokus dengan mudah.

Tidak mengherankan jika kemudian hasil jepretannya mampu memberikan gambar yang jernih dan juga bagus sama seperti visual aslinya.

2. Mengurangi Noise

Hasil jepretan dengan sensor ini bisa lebih bersih dari bintik-bintik (noise) ketika menggunakan ISO tinggi karena pixelnya juga lebih besar.

Seperti yang kita tahu, keberadaan bintik-bintik pada foto akan mengurangi nilai estetika dari foto itu sendiri, bahkan akan terkesan mengganggu.

3. Mengontrol Depth Of Field

Sensor full frame memang tidak memiliki efek langsung pada depth of field foto yang dihasilkan.

Namun karena ukuran sensornya lebih besar, kamu bisa lebih maju mendekat pada objek yang difoto.

Sehingga, bisa berakibat pada depth of field atau area tajam pada gambar yang lebih kecil atau sedikit, sehingga hasil efeknya pun lebih smooth.

4. Foto Wide Angle

Dengan sensor yang berukuran 35 mm, maka kamu juga bisa mendapatkan foto dengan wide angle yang lebih maksimal karena dapat melihat hasil foto yang lebih luas.

Kamu juga bisa menggunakan kamera sensor full frame ini untuk foto portrait.

Kekurangan Kamera Sensor Full Frame

  1. Harga untuk jenis sensor atau kamera ini cenderung lebih mahal.
  2. Ukuran kameranya menjadi lebih besar, sehingga relatif lebih berat dibanding dengan kamera berjenis sensor lain.
  3. Hasil gambarnya akan lebih banyak memakan memori sehingga ketika menyimpannya dalam memory card pasti akan membutuhkan waktu yang lebih. Bahkan, beberapa jenis kamera full frame tertentu hanya bisa kompatibel dengan kartu memori dengan minimal kecepatan tertentu.
  4. Lensa yang belum tentu kompatibel karena faktanya kamera full frame dapat memilih untuk menggunakan berbagai jenis lensa ketika memotret suatu objek. Hanya saja, hasilnya tidak akan maksimal karena kemunculan bagian hitam di ujung hasil jepretan.

Sehingga, tidak semua jenis lensa cocok dipakai pada kamera full frame, apalagi jika lensa dan kameranya merupakan brand yang berbeda.

Kamu mungkin bisa memilih untuk menggunakan adapter lensa, tetapi perlu diingat juga bahwa adapter lensa bisa membuat fokus kamera menjadi lebih lambat atau secara manual.

Apabila memilih adapter lensa dengan autofocus, harganya pun akan lebih mahal. Jika sudah begitu, anggaranlah yang akan terkena dampak paling besar.

Kamera dengan sensor full frame memang menghasilkan gambar yang bagus, sehingga tidak mengherankan jika banyak digunakan oleh fotografer profesional.

Namun, tetap saja kamera ini memiliki berbagai kelemahan yang perlu dipertimbangkan.

Jangan hanya bermodalkan tahu apa itu sensor full frame, jika perlu pertimabangan lain seperti kebutuhan, perawatan dan spesifikasi dan fitur lain tentunya.

Semoga bermanfaat.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *