Daftar Produk Reksadana

2 min read

Deskripsi: Daftar produk reksadana terbaik dan indikator mengukur produk reksadana itu baik.


Banyaknya penipuan dapat menciutkan nyali untuk berinvestasi. Namun Anda tidak perlu khawatir apabila memilih reksadana karena dikelola oleh pihak yang sudah terdaftar di OJK.

Perannya sangat krusial untuk menentukan kebijakan investasi dan menghasilkan return yang tinggi.

Oleh sebab itu, perlu memilih dari daftar produk reksadana terbaik yang dimiliki beberapa Manajer Investasi.

Daftar Produk Reksadana

Rekomendasi Produk Reksadana untuk Dijadikan Investasi

1. Mega Dana Kas Syariah

Produk unggulannya adalah reksadana pasar uang yang minim risiko dan berlikuiditas tinggi.

Mega Dana Kas Syariah digerakkan oleh PT. Mega Capital Investama dengan memegang prinsip-prinsip syariah.

Misi yang ingin dituntaskan adalah pemenuhan kebutuhan dana tunai dan pemberian likuiditas yang tanpa kendala.

Dalam dua tahun terakhir, tercatat bahwa return atau imbal hasil yang diberikan sebesar 36,34%.

2. PNM Puas

PNM Investment Management mengeluarkan produk yang masuk dalam daftar produk reksadana terbaik berupa pasar uang.

Total returnnya sangat besar yakni 184,37% yang dihitung selama 3 tahun belakangan ini.

Mekanisme yang dijalankan adalah dana investasi dialokasikan maksimal 100% untuk deposito berjangka atau obligasi yang temponya kurang dari 12 bulan.

Sebagian lain senilai maksimal 20% digunakan pada aset berupa kas.

3. Cipta Dana Tunai

Masih produk reksadana pasar uang, PT. Ciptadana Asset Management menggelontorkan return sebanyak 31,73% dalam dua tahun belakangan.

Investasi Cipta Dana Tunai dikhususkan bagi investasi jangka pendek dengan likuiditas yang tinggi. Pembelian produk dipermudah dengan adanya aplikasi online yang diakses dari smartphone.

4. Danareksa Investment Management (DIM)

Perusahaan manajemen investasi ini sudah menjadi pemain lama yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan.

Hingga saat ini, produk reksadana yang dikelola berjumlah lebih dari 30 jenis yang memiliki dana hingga 19,16 triliun rupiah.

Daftar produk yang masuk tiga besar yaitu Danareksa Syariah Berimbang, Danareksa gebyar Indonesia II, dan Danareksa Seruni Pasar Uang.

5. Mandiri Manajemen Indonesia (MMI)

Setelah memisahkan diri dari PT. Mandiri Sekuritas, MMI menjelma menjadi salah satu Manajer Investasi terbesar.

Produk reksadana yang dimiliki antara lain Mandiri Pasar Uang Syariah yang meraup keuntungan 11%, Mandiri Investa Dana Utama yang memberikan keuntungan 144,58% dan Mandiri Investasi Cerdas Bangsa dengan keuntungan terbesar sebanyak 147,53%.

6. Schroder Investment Management Indonesia

Daftar produk reksadana terbaik yang tercatat pada Schroder Indonesia antara lain Schroder Dana Prestasi, Schroder Dana Prestasi Plus, dan Schroder Syariah Balance Fund.

Bagaimana rinciannya? Keuntungan yang dihasilkan produk Dana Prestasi sebanyak 3.760,45% dengan total kelolaan 4,9 triliun rupiah.

Produk Dana Prestasi Plus mencapai keuntungan 3.046,38% dan total dana sebanyak 14,5 triliun rupiah. Produk terakhir memiliki keuntungan 153,25% dengan dana yang totalnya 263,19 milyar rupiah.

7. Sucorinvest Money Market Fund

Investasi reksadana PT. Sucorinvest Asset Management menjanjikan imbal hasil yang menarik dan likuiditas yang tinggi.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, tercatat prosentase imbal hasilnya adalah 22,44%.

Dana investasi paling banyak dialokasikan untuk reksadana pasar uang berupa obligasi dalam jangka waktu kurang dari setahun, dan sisa dana dialokasikan untuk deposito dan kas.

Indikator untuk Mengukur Produk Reksadana yang Baik

1. Return dan Risk

Saat berinvestasi, Anda akan mendapatkan keuntungan yang disebut dengan return.

Jenisnya ada dua yaitu return realisasi yang perhitungannya berdasarkan histori pengembalian dan return eskpektasi yang jumlahnya diharapkan pada masa mendatang.

Mempertimbangkan return harus dibarengi dengan potensi risk karena keduanya berbanding lurus.

Caranya adalah dengan membandingkan apakah keuntungan sesuai dengan tingkat risiko.

2. Konsistensi Return

Kinerja dan usia reksadana dapat mempengaruhi konsistensi return. Sebaiknya pilihlah reksadana yang sudah beroperasi lama dan mengalami periode gejolak pasar modal.

Dengan begitu, performanya terjamin dan lebih tahan krisis.

Jumlah dana yang dikelola juga penting diperhatikan. Semakin besar total dana, maka kinerja reksadana cenderung lebih baik dan stabil. Alhasil, return akan terjaga konsistensinya.

3. Nilai Rasio

Memperhitungkan risiko dapat dilakukan lebih mendalam dengan metode sharpe ratio.

Nantinya, Anda akan mengetahui nilai rasio antara nominal kelebihan return dari instrumen investasi yang dipilih dengan investasi bebas resiko atas tiap unit.

Hasil tersebut digunakan dalam perbandingan antara satu reksadana dengan benchmark atau reksadana lain sehingga terlihat kinerja yang paling baik.

Reksadana menawarkan pilihan produk yang mendatangkan capital gain bervariasi. Apabila menemui kebingungan, maka gunakan tiga indikator untuk menentukan reksadana dengan kinerja terbaik.

Melakukan analisa dapat membantu memaksimalkan return dan meminimalisir risiko. Calon investor wajib mempelajari prospektus perusahaan sebelum memutuskan arah investasi.

                                     
           

Cara Berinvestasi Emas Bagi Pemula

Deskripsi: Cara berinvestasi emas bagi pemula, menentukan tujuan investasi...
rezky
2 min read

Tips Menabung Saham untuk Pemula

Deskripsi: Tips menabung saham untuk pemula, dan manfaat menabung...
rezky
2 min read

Cara Investasi Reksadana

Deskripsi: Belajar cara investasi Reksadana, macam-macam resiko berinvestasi reksadana....
rezky
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *