Pengertian Karakter

4 min read

Deskripsi: Pengertian Karakter, unsur-unsur, dan tipe karakter.


Saat seseorang terlihat begitu bertanggung jawab, disiplin, dan percaya diri berarti itulah nilai-nilai karakter yang dimiliki orang tersebut.

Namun, tidak semua orang memiliki hal yang demikian. Lalu, apa sebenarnya pengertian karakter itu? Berikut penjelasan detail sekaligus berbagai tipe karakter:

pengertian karakter
pengertian karakter

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Dalam artian sederhana, karakter merupakan keunikan yang membedakan antara satu individu dengan individu lain. Keunikan yang dimaksud adalah watak, sifat, maupun kepribadian.

Pengertian karakter menurut KBBI merujuk pada sifat-sifat kejiwaan atau budi pekerti yang membedakan satu individu dengan individu lain. Karakter juga didefinisikan sebagai watak atau tabiat yang dimiliki oleh setiap diri manusia.

Tidak ketinggalan, para ahli juga memberikan pendapat masing-masing mengenai definisi karakter. Berikut beberapa di antaranya:

1. Simon Phillips

Karakter menurut Simon Phillips adalah sejumlah tata nilai yang digunakan sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku di hadapan umum.

2. Mansur Muslich

Pengertian karakter dari sudut pandang beliau yaitu cara seseorang dalam berpikir dan bertindak dalam menjalani hidup di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun negara.

Lebih lanjut lagi, karakter itulah yang menjadikan setiap orang mempunyai karakteristik.

3. Poerwadarminta

Beliau beranggapan karakter sebagai watak, tabiat, atau akhlak yang membuat seseorang berbeda dari seseorang yang lain.

4. Maxwell

Penjelasan yang sedikit berbeda dikemukakan oleh Maxwell. Menurut beliau, karakter bukan lagi soal perkataan melainkan juga pilihan yang dapat berdampak besar bagi kesuksesan manusia di dalam hidupnya.

5. W. B. Saunders

Pengertian karakter berdasarkan W. B. Sanders yakni sifat yang ada pada setiap individu, sehingga menjadi kekhasan yang membedakan individu tersebut dengan individu lain.

6. Alwisol

Pendapat Alwisol mengenai karakter adalah suatu gambaran tingkah laku yang diperlihatkan oleh manusia, baik secara eksplisit maupun implisit.

7. Soemarno Soedarsono

Definisi karakter yang beliau kemukakan cukup terperinci.

Karakter dianggap sebagai sikap, tindakan dan cara berpikir seseorang yang dihasilkan oleh perpaduan nilai intrinsik dan ekstrinsik.

Adapun yang dimaksud dengan nilai ekstrinsik adalah nilai yang didapatkan seseorang dari pendidikan, pengalaman, pengaruh lingkungan sekitar, dan pengorbanan selama ia hidup.

Sedangkan nilai intrinsik merupakan nilai yang telah lama tertanam dalam diri seseorang.

8. Hanna Djumhana

Pengertian karakter secara singkat menurut beliau adalah bentuk dari aktualisasi diri dan internalisasi.

Adapun internalisasi tersebut merujuk pada proses penanaman nilai dan moral yang berasal dari luar ke dalam kepribadian seseorang tersebut.

9. Ryan & Bohlin

Lebih singkat dan padat lagi, Ryan & Bohlin mengartikan karakter sebagai pola perilaku yang dimiliki dan ditunjukkan oleh setiap individu.

Unsur-Unsur Karakter

Kekhasan karakter yang dimiliki oleh setiap manusia terbentuk dari beberapa unsur.

Berikut penjelasan dari 5 unsur utama berdasarkan teori, baik dalam psikologi maupun sosiologi:

1. Sikap

Unsur yang paling menonjol dari karakter seseorang adalah sikap. Sebab, sikaplah yang bisa dengan mudah diamati dalam kehidupan sehari-hari.

Dapat dikatakan bahwa sikap adalah refleksi dari karakter yang tertanam dalam diri seseorang.

Kesimpulan yang paling sederhana yaitu karakter seseorang dikatakan baik apabila sikap yang ia tunjukkan memiliki nilai positif.

Sebaliknya, apabila sikap yang ditampakkan cenderung negatif, maka dapat dianggap bahwa karakter dalam dirinya buruk.

2. Kepercayaan

Adapun yang dimaksud dengan kepercayaan adalah anggapan yang kuat mengenai benar atau baik dan buruk atau salahnya sesuatu.

Pada umumnya, anggapan tersebut didasari oleh intuisi, sugesti, dan bukti. Kepercayaan sangat berpengaruh dalam menjalin hubungan dengan individu lain.

Selain itu, eksistensi setiap diri individu juga dapat diperkuat oleh unsur kepercayaan tersebut.

3. Emosi

Karakter seseorang dapat dipengaruhi oleh emosi yang ia miliki.

Konsep emosi tidak hanya merujuk pada emosi negatif seperti marah, tetapi juga emosi positif. Keduanya dimiliki oleh setiap manusia, tetapi pengelolaannya berbeda.

Seseorang dikatakan memiliki karakter yang kuat dan bagus, apabila mampu mengenali emosi diri sendiri, mengelola emosi tersebut, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, dan luwes menjalin hubungan dengan orang lain.

Dengan mempunyai kemampuan tersebut, seseorang akan cenderung selalu tenang, lebih berpikir jernih, tidak mudah terpancing keributan, dan memahami orang lain.

4. Kebiasaan dan Kemauan

Kebiasaan merupakan sesuatu yang dilakukan berulang kali oleh seseorang.

Hal tersebut sudah terpatri di dalam diri orang tersebut, sehingga menjadi salah satu unsur yang membentuk karakternya.

Selain itu, ada lagi yang disebut dengan kemauan.

Definisi kemauan yaitu tenaga yang mendorong dan menggerakkan seseorang dalam mencapai tujuan dalam hidup. Konsep kemauan berbeda dengan keinginan sebab dorongannya lebih kuat.

Kemauan tersebut dapat memberikan andil terhadap bagaimana cara seseorang berpikir, bertindak, dan mengambil suatu keputusan.

Oleh sebab itu, kemauan menjadi salah satu unsur karakter.

5. Konsepsi Diri

Konsepsi diri berkaitan erat dengan cara seseorang memandang ke dalam dirinya sendiri. Ibaratkan seperti Anda sedang bercermin, maka akan melihat diri Anda sendiri.

Namun, makna ‘melihat’ dalam konsepsi diri lebih mendalam. Sebab, Anda harus mampu mendefinisikan motivasi diri, kekuatan diri, kelemahan diri, dan hal lain yang patut untuk didefinisikan serta dinilai.

Apabila konsepsi diri yang muncul bersifat positif, maka Anda akan cenderung menjadi individu yang stabil dan utuh. Sedangkan konsepsi diri yang negatif akan berdampak pada kehilangan rasa percaya diri dan optimisme.

Tipe-Tipe Karakter Manusia

1. Koleris

Pengertian karakter koleris adalah tipe karakter yang tegas dan memiliki kemauan yang kuat untuk meraih tujuan. Oleh sebab itu, koleris juga disebut sebagai karakter yang kuat.

Orang dengan karakter koleris relatif memiliki kecerdasan, kedalaman, dan ketangkasan dalam berpikir. Mereka juga cepat dalam bertindak dan tidak menyukai segala sesuatu yang dikerjakan setengah hati.

Jiwa kepemimpinan seorang koleris pun sangat tinggi. Apabila Anda bertemu dengan orang koleris, mereka memiliki aura yang kuat dan sedikit mengintimidasi.

Hanya saja, kelemahan orang berkarakter koleris adalah kurang menikmati hidup. Mereka terlalu dikungkung oleh ambisi untuk mendapatkan hasil sempurna.

Rasanya tidak ada waktu untuk melakukan kegiatan hiburan. Maka tidak heran kalau mereka terkenal kaku dan terlampau serius.

2. Melankolis

Karakter melankolis berkaitan erat dengan perfeksionis. Orang yang tergolong melankolis selalu menginginkan segala yang ada di sekitarnya sempurna dan tidak ada kesalahan.

Anda dapat dengan mudah mengenali orang melankolis dari penampilan fisiknya. Mereka selalu mengenakan pakaian rapi, sepatu yang bersih, dan barang bawaan yang terorganisir dengan sempurna.

Tipe melankolis juga cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Semua yang mereka lakukan demi mengejar apa yang mereka idealkan.

Sampai-sampai mereka tidak segan untuk menegur orang lain yang sikap dan tindakannya tidak memenuhi standar mereka.

Kelemahan orang dengan karakter melankolis adalah dianggap terlalu dingin, sombong, serius, dan sukar untuk dipahami.

3. Plegmatis

Pengertian karakter plegmatis yaitu jenis karakter yang tidak suka menonjol dan netral. Dapat dikatakan bahwa plegmatis termasuk karakter yang lemah apabila dibandingkan dengan koleris.

Orang dengan karakter plegmatis cenderung suka mengalah, mau diperintah, menghindari pertengkaran, dan menunjukkan toleransi yang tinggi antar sesama.

Selain itu, kesabaran orang plegmatis patut diacungi dua jempol. Kelemahan karakter ini adalah dipenuhi keraguan, sedikit plin-plan, tidak memiliki kemauan yang kuat, dan tidak ahli mencari ide-ide yang baru serta solutif.

4. Sanguinis

Tipe karakter sanguinis cenderung terlalu percaya diri, suka keramaian, dan selalu ingin menjadi yang paling populer dibanding orang lain.

Mereka sangat supel dan aktif berhubungan dengan banyak orang. Mereka suka bersenang-senang tetapi tidak bisa diajak untuk diskusi mendalam.

Pasalnya, mereka kesulitan berpikir panjang, sistematis, dan logis. Apalagi daya konsentrasi dan ingat mereka tergolong rendah.

Kelemahan lain adalah mereka memiliki sifat egois dan tidak memiliki kemauan kuat untuk menyelesaikan sesuatu sampai akhir. Namun, mereka sebenarnya bisa menghasilkan ide kreatif.

Karakter seseorang mulai terbentuk semenjak kecil. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah keluarga, dorongan spiritual, sahabat, lingkungan sosial, lembaga pendidikan, dan permasalahan hidup.

Memahami karakter sendiri itu penting karena akan mempermudah Anda menjalani hidup.

                                     
           

UX / User Experience

Deskripsi: Pengertian User Experience (UX), fungsi, dan penggunaannya. User...
Hans
2 min read

Cara Membuat Infografis

Deskripsi: Cara membuat Infografis agar konten semakin mudah di...
Hans
3 min read

Buku Pengembangan Diri

Deskripsi: Buku Pengembangan Diri. Salah satu kunci untuk meraih...
rezky
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *