Wide Area Network (WAN)

3 min read

Deskripsi: Pengertian WAN, fungsi, jenis dan karakteristik.


Perkembangan komunikasi antar manusia sudah dimulai sejak zaman pra aksara. Awalnya, manusia berkomunikasi dengan bantuan bahasa isyarat.

Kemudian, mereka mulai berkomunikasi dengan bantuan gambar karena dianggap lebih mudah.

Setelah dimulainya era aksara atau di temukan ya tulisan, bahasa untuk berkomunikasi semakin berkembang dengan sangat pesat.

Perkembangan bahasa sebagai alat komunikasi merupakan pilihan terbaik. Namun, terdapat kendala sehingga tidak bisa melakukan komunikasi secara tatap muka.

WAN adalah salah satu jenis jaringan yang menghubungkan komputer dengan radius yang sangat luas.

pengertian wide area network
pengertian WAN, via canva.com

Pengertian WAN (Wide Area Network)

Perkembangan internet yang semakin pesat dan besar akan memerlukan perangkat jaringan yang mampu menjangkau radius yang sangat luas.

Hal tersebut karena pengguna internet berada pada posisi geografis yang sangat luas pula.

Masalah persebaran pengguna yang sangat luas tersebut dapat di selesaikan dengan sistem jaringan yang bernama WAN. Apa itu WAN? dan apakah WAN itu penting?

Pengertian WAN (Wide Area Network) dapat di definisikan sebagai sebuah sistem jaringan yang mencakup radius jangkauan yang sangat luas. Sistem jaringan WAN ini dapat menjangkau di sebuah daerah yang sangat luas.

Dengan membangun sistem WAN maka komputer yang ada di sebuah negara sekalipun dapat di hubungkan.

Sistem wide area network sangat besar sehingga memerlukan biaya yang besar pula untuk membangunnya.

Namun, keuntungan yang didapat juga tidak kalah besar pula.

Rantai persebaran informasi dapat disingkat menjadi sangat cepat dibandingkan dengan era komunikasi zaman dahulu.

Seperti yang diketahui, persebaran informasi zaman dahulu di lakukan dengan menggunakan bantuan surat.

Penggunaan surat bisa memakan waktu hingga berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan mencapai berbulan-bulan.

Meski jaringan WAN memiliki biaya investasi yang sangat besar, namun persebaran informasi menjadi sangat cepat bahkan hanya memakan waktu beberapa detik.

Fungsi WAN (Wide Area Network)

Setiap sesuatu yang ada di dunia ini dibuat dengan fungsi tertentu, sama halnya dengan teknologi.

Pengembangan teknologi bertujuan untuk membuat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhannya menjadi lebih mudah.

WAN yakni sebagai salah satu produk dari teknologi juga memiliki beberapa fungsi tersendiri. Berikut ini adalah fungsi dari WAN:

  1. Mengintegrasikan jaringan Local Area Network (LAN) dengan Metropolitan Area Network (MAN),
  2. Memotong rantai informasi menjadi lebih sederhana,
  3. Mempercepat persebaran data antar individu, masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.

Pembangunan sistem jaringan Wide Area Network dapat membuat arus informasi bergerak menjadi lebih cepat.

Pergerakan tersebut dimanfaatkan oleh individu, masyarakat, perusahaan, dan pemerintah untuk mempermudah persebaran data.

Sistem jaringan ini dibuat dengan mengintegrasikan sistem jaringan LAN dengan sistem jaringan MAN.

Kelebihan dan Kekurangan WAN

Sistem jaringan WAN (Wide Area Network) tentunya memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan. WAN dapat digunakan dalam radius yang sangat luas.

Sehingga, arus komunikasi menjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Namun, harga dalam membangun sistem ini sangat mahal.

Jenis-jenis Protocol WAN

Protocol dapat didefinisikan sebagai seperangkat aturan yang harus ditaati oleh perangkat elektronik seperti komputer agar dapat saling bertukar data dan informasi.

Terdapat beberapa jenis protocol dalam sistem jaringan WAN. Berikut ini adalah jenis-jenis protocol pada Wide Area Network.

1. Protocol HDCL

Protocol High Level Data Link Control atau sering di sebut sebagai protocol HDCL merupakan salah satu jeni protocol yang terdapat pada Wide Area Network.

Protocol HDCL bekerja pada bagian data link layer. Metode enkapsulasi paket data pada synchronous serial ditentukan menggunakan Protocol HDCL.

2. PPP atau Point To Point

Protocol jenis ini dapat ditemukan pada bagian data link. PPP digunakan sebagai sarana komunikasi antara synchronous dengan synchronous serial.

Anda juga dapat melakukan proses authentifikasi dengan menggunakan protocol PPP. Selain itu, point to point juga memiliki sifat multiprotocol.

Pengembangan dari SLIP atau Serial Line Interface Protocollah yang penghasilkan Point To Point.

3. ISDN

ISDN merupakan penyebutan singkat dari Intergrated Service Digital Network. Protocol jenis ini bekerja melalui jaringan telepon.

Apabila Anda menggunakan protocol jenis ISDN, Anda dapat mengirimkan file berbentuk gambar, suara, teks, dan video secara simultan.

Data link, physical, dan network merupakan bidang kerja yang ditangani dengan menggunakan ISDN.

4. X.25

X.25 dapat didefinisikan sebagai sebuah koneksi antara packet switching dengan terminal. Protocol X.25 digunakan untuk berkomunikasi dengan jenis signal analog.

Sehingga, proses yang terjadi akan selalu mengikuti algoritma dari sistem yang ada. Koneksi yang terjadi dengan bantuan protocol ini di lakukan dengan cara membuat circuit virtual.

5. Frame Relay

Penggunaan dari protocol berjenis Frame Relay adalah untuk mengirimkan data pada jaringan publik. Frame Relay melakukan komunikasi juga dengan membuat circuit virtual seperti X.25.

Sehingga, kedua protocol tersebut dapat di sebut mirip. Namun, Frame Relay cenderung lebih baik karena memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh X.25.

Berikut ini adalah fitur unggulan dalam Frame Relay yang tidak dimiliki oleh X.25.

  1. Menggunakan identitas koneksi DLCI ( Data Link Conection Identifiet ),
  2. Dapat digunakan untuk melakukan enkapsulasi paket data.

Jenis-jenis WAN

1. Leased Line

Leased Line sangat identik dengan sebutan dedicated point to point. Untuk memulai pengiriman data dengan menggunakan dedicated point to point tidak membutuhkan call setup.

Mekanisme pengiriman paket data yang di gunakan pada Leased Line atau Dedicated Point To Point adalah Synchronous serial.

2. Circuit Switching

Berbeda dengan Leased Line, Circuit switching harus melakukan call setup terlebih dahulu apabila ingin melakukan koneksi.

Kemudian, proses pengiriman data baru dapat dilakukan. Terdapat dua protocol pada WAN yang menggunakan Circuit Switching yaitu, PTSN dan ISDN.

Keduanya menggunakan Circuit Switching pada jaringan publik.

3. Packet Switching

Packet Switching merupakan pengembangan dari Lased Line dan mekanis secara synchronis serial. Tujuan dari keberadaan Packet Switching adalah membagi bandwidth kepada pengguna lain.

Pembagian bandwidth yang di lakukan agar koneksi dalam arus data menjadi lebih stabil. Cara yang di lakukan untuk menstabilkan koneksi dengan cara mengatur bandwidth sesuai kegunaan.

Karakteristik Jaringan WAN

  1. Dapat membackup komputer yang tidak bisa di atasi oleh sistem jaringan LAN dan sistem jaringan MAN, dengan mengintegrasikan keduanya.
  2. Radius jangkauan dari WAN (Wide Area Network) sangat luas.
  3. Mencakup berbagai karakteristik geografis.
  4. Dapat mengakses bandwidth meskipun jaraknya sangat jauh.
  5. Bekerja pada data link dari layer OSI dan layer physical.

Berdasarkan pengertian WAN sistem jaringan yang dapat menjangkau area yang sangat luas. Sistem ini dibuat guna mengintegrasikan antara LAN dan MAN. Meski begitu, biaya yang harus di investasikan sangat besar.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: Jaringan Komputer

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

Apa itu Trello?

Deskripsi: Pengertian Trello, fungsi dan cara kerjanya. Apakah Anda...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *