Apa itu Nginx?

2 min read

Deskripsi: Apa itu pengertian Nginx? Fungsi dan Cara Kerjanya.


Nginx atau Engine-Ex secara resmi diperkenalkan secara global pada tahun 2004.

Nginx, yang diciptakan oleh creator software bernama Igor Sysoev, menawarkan arsitektur server yang asinkron dan event-driven.

Tapi apa itu Nginx? Dan bagaimanakah alur kerjanya? Sebagai salah satu dari dua software berkualitas yang banyak dipilih orang, manakah dari Nginx dan Apache yang memiliki kualitas bagus?

Pada awal perencanaan pengembangannya, Igor Sysoev berniat untuk menjawab berbagai pertanyaan ganjil seputar C10k problem.

C10k ini diilustrasikan sebagai sebuah tantangan yang dapat dihadapi oleh sebuah server ketika harus mengelola koneksi sebesar sepuluh ribu di waktu yang bersamaan.

Apa itu Nginx?

Secara singkat, pengertian dari Nginx adalah software web server open source yang memiliki tugas untuk menstabilkan kecepatan dan stabilitas dari koneksi-koneksi yang berkunjung secara bersamaan ke suatu server.

Pada awal pengembangannya, Nginx hanya difungsikan sebagai HTTP web serving. Namun seiring dengan berjalannya waktu, software ini juga berfungsi sebagai email proxy untuk POP3, IMAP, dan SMTP.

Serta menjadi reverse proxy dan juga HTTP load balancer.

Karena memiliki kemampuan dan kecepatan yang tinggi ketika menangani ribuan koneksi, layanan Nginx sering dipilih untuk digunakan oleh website yang memiliki traffic tinggi.

Sebut saja Cloudflare, Google, Adobe, Netflix, WordPress.com, dan banyak situs website lainnya.

Cara Kerja Nginx

Pada saat seorang user mengirimkan sebuah permintaan guna membuka suatu webpage, browser yang digunakan akan menghubungi server dari website tersebut.

Setelah itu, server akan mencarikan file webpage yang diminta dan mengirimkannya ke browser terkait.

Alur seperti ini menggambarkan cara kerja server terhadap request atau permintaan sederhana.

Ilustrasi alur di atas juga umum disebut sebagai single thread.

Biasanya, web server akan membuat single thread untuk setiap permintaan user yang masuk, akan tetapi hal tersebut berbeda dengan Nginx.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Nginx menjalankan sebuah arsitektur yang asinkron dan event-driven.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa adanya thread yang serupa akan dikelola di bawah satu worker process.

Setiap worker process tersusun atas unit-unit yang lebih kecil berjuluk worker connection.

Semua unit kecil tersebut akan memiliki tugas untuk menangani berbagai permintaan thread yang masuk. Worker connection akan mengirimkan request ke worker process dan kemudian disetorkan pada master process.

Nantinya, master process-lah yang akan menampilkan hasil dari permintaan tersebut.

Jika diamati dari alurnya, memang terlihat sederhana dan mudah. Namun satu worker connection dapat menerima permintaan yang sama dari 1024 user.

Oleh sebab itu, Nginx bisa memproses hingga ribuan permintaan tanpa mengalami kendala yang berarti.

Tidak mengherankan jika Nginx banyak digunakan oleh website dengan traffic tinggi seperti mesin pencari, cloud storage, dan e-commerce.

Nginx vs Apache, Mana yang Lebih Bagus?

1. Dukungan Sistem Operasi (OS)

Pembanding pertama yang bisa digunakan untuk membandingkan Nginx dan Apache adalah dukungan dari sistem operasi.

Keduanya, baik Nginx ataupun Apache, bisa dijalankan dalam berbagai sistem operasi yang mendukung adanya sistem Unix.

Namun, sangat disayangkan bahwa performa dari Nginx di sistem operasi Windows tidak sebagus ketika diaktifkan dalam platform lainnya.

2. User Support

Setiap User, baik mereka yang sudah memiliki banyak pengalaman maupun seorang pemula, selalu membutuhkan panduan dari komunitas online berskala besar yang solid tatkala mereka menghadapi suatu masalah atau hambatan.

Masing-masing dari Nginx dan Apache dilengkapi dengan forum Stack Overflow dan mailing support.

Meski demikian, software Apache tidak memiliki fitur bantuan pelanggan yang sepatutnya diberikan oleh Apache Foundation.

3. Performa

Performa dari server Nginx dan juga Apache cenderung memiliki kecepatan yang sama.

Namun, Nginx dianggap akan menjadi pilihan yang terbaik jika kamu ingin menggunakannya untuk sebuah website yang cenderung statis.

Alasannya ialah Server Nginx tidak menggunakan terlalu banyak kapasitas memori.

Nginx juga dapat menjalankan setidaknya 1000 konten statis dengan kecepatan dua kali lebih tinggi dalam waktu bersamaan jika dibandingkan dengan Apache.

Dari penjelasan di atas, kamu akan lebih paham tentang apa itu Nginx.

Nginx menjadi web server dengan banyak kegunaan yang memiliki sifat asinkron dan event-driven.

Kelebihannya dalam menangani banyaknya permintaan dari user di waktu yang bersamaan membuatnya sering dipilih untuk digunakan pada website ber-traffic tinggi.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *