Apa itu Plugin?

2 min read

Deskripsi: Pengertian Plugin, jenis, fungsi dan contoh penerapannya.


Ingin membuat aplikasi atau program yang Anda install menjadi lebih fungsional? Tentu saja Anda perlu mengenal plugin.

Dimana plugin ini melekat di dalam aplikasi atau program dan tidak perlu diinstall secara terpisah.

Nah, untuk lebih jelasnya mari kita bahas bersama apa itu plugin lengkap dengan jenis, fungsi dan contoh penerapannya.

Pengertian Plugin

Apa itu Plugin?

Plugin adalah kode software yang digunakan untuk menambah fungsi dari aplikasi atau program. Bentuknya seperti fitur tambahan yang menempel pada program atau aplikasi utama.

Contoh plugin banyak ditemukan pada aplikasi seperti Google Chrome, Mozilla, WordPress, Opera Browser dan lain sebagainya.

Dalam proses pengembangan website, plugin sangat diperlukan untuk menambah beragam fungsi khusus pada program utama.

Pada program utama, biasanya terdapat semacam interface yang memungkinkan plugin untuk berinteraksi dengan program utama.

Tidak hanya itu saja, plugin juga membuatnya menjadi lebih fungsional.

Fungsi plugin untuk sebuah website sangat banyak. Diantaranya untuk mengoptimalkan pengembangan website, menjaga keamanan website, meningkatkan kecepatan loading dan lain sebagainya.

Mengenal Tipe-Tipe Plugin

Plugin dibedakan menjadi 3 tipe yaitu before plugin, after plugin dan juga around plugin. Ulasan lengkapnya, mari simak informasinya berikut ini :

1. Before Plugin

Before plugin digunakan untuk mengubah argumen pada metode asli dengan menambahkan beberapa argumen pada metode asli tersebut.

Untuk menggunakan plugin ini Anda perlu menggunakan before prefix yang ditambahkan pada metode aslinya. Untuk dapat menggunakan tipe before plugin, Anda tidak perlu memiliki return value.

2. After Plugin

After plugin juga berfungsi untuk mengubah metode asli. Plugin tersebut berfungsi untuk mengubah metode asli dan juga menambahkan beberapa fitur pada metode asli tersebut.

After plugin membutuhkan after prefix yang nantinya akan ditambahkan pada nama metode aslinya. Sama seperti sebelumnya, tipe plugin tersebut juga tidak membutuhkan return value.

3. Plugin Around

Plugin around berfungsi untuk mengubah argumen serta mengubah perilaku sebelum atau sesudah metode asli dipanggil.

Ketika menggunakan plugin tipe ini, Anda juga perlu menggunakan after prefix yang nantinya akan ditambahkan pada nama metode asli.

Jenis-Jenis Plugin

Plugin menjadi salah satu komponen yang sangat dibutuhkan dalam dunia internet. Contoh plugin yang sering digunakan antara lain adalah seperti berikut ini:

1. Plugin Untuk Custom Language Service

Jenis plugin yang satu ini memiliki fungsi untuk memberikan dukungan bahasa.

Pada penggunaannya, plugin tersebut secara khusus dapat bekerjasama dengan bahasan pemrograman tertentu.

Fungsi plugin jenis tersebut antara lain:

  • Melakukan pengenalan tipe file
  • Melakukan analisis leksikal
  • Melakukan penyorotan sintaksis
  • Memformat
  • Melakukan inpeksi serta tindakan cepat dan lain sebagainya.

2. Framework Integration

Framework integration plugin berfungsi untuk meningkatkan integrasi kerja.

Plugin framework integration memiliki fitur wawasan kerja yang ditingkatkan sesuai dengan kerangka kerja yang diberikan.

Selain memiliki wawasan ide khusus, plugin tersebut juga dapat mengakses langsung pada kerangka kerja spesifik.

3. Tool Integration

Integrasi tools memungkinkan Anda untuk melakukan manipulasi alat serta komponen dari IDE tanpa mengubah konteksnya.

Tools ini dapat membantu Anda untuk melakukan beberapa tindakan seperti berikut ini:

  • Melakukan implementasi tindakan tambahan
  • Melakukan perubahan pada komponen UI
  • Mengakses pada sumber daya eksternal.

4. User Interface Add Ons

Jenis plugin yang satu ini berfungsi untuk menerapkan perubahan pada interface pengguna standar IDE.

Plugin tersebut juga memungkinkan adanya penambahan komponen baru yang bersifat interaktif serta menyediakan fungsionalitas baru.

Contoh Penggunaan Plugin Dalam Pengembangan Website

Plugin adalah merupakan kode software yang dalam prosesnya banyak digunakan dalam pengembangan situs web.

Berikut akan kami ulas beberapa contoh penggunaan plugin dalam pengembangan situs website.

1. Penggunaan Plugin pada WordPress

WordPress menggunakan salah satu CMS terpopuler yang menyediakan plugin di dalamnya.

Apa itu plugin WordPress?

Plugin WordPress merupakan sebuah tools yang berfungsi untuk menambahkan fitur-fitur pada web atau blog.

Dengan adanya plugin, maka akan mempermudah para pengguna WordPress yang tidak mahir dalam coading untuk dapat mengoptimalkan website mereka.

Plugin WordPress ada banyak sekali macam dan jenisnya. Setidaknya ada 55 ribu plugin telah disediakan oleh WordPress.

Namun, diantara banyaknya plugin yang disediakan, plugin tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Seperti diantaranya adalah seperti berikut ini:

  • Plugin SEO
  • Plugin Keamanan
  • Plugin Backup
  • Plugin Anti Spam
  • Plugin Kecepatan Website
  • Plugin Social Media

2. Penggunaan Plugin pada Magento

Penggunaan plugin pada CMS Magento menjadi contoh penggunaan plugin yang selanjutnya.

Pada Magento, plugin fungsinya untuk membantu pengembang web agar dapat menulis kode dengan baik.

Dengan menggunakan plugin, pengembang dapat mengubah kelas sementara tanpa perlu mengubah kelas tersebut secara langsung.

Apa saja keuntungan menggunakan plugin pada Magento? Berikut ini tiga poin utamanya.

  • Pengembang dapat melakukan tindakan terprogram. Serta dapat melakukan panggilan metode apapun pada objek yang dikendalikan oleh objek manager.
  • Dapat memodifikasi nilai balik pada setiap pemanggilan yang dilakukan pada objek yang terkendalikan oleh objek manager.
  • Memodifikasi argumen pemanggilan dengan metode apapun pada objek yang dikendalikan oleh objek manager dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Plugin adalah sebuah program komputer yang fungsinya untuk menambah fungsi dari program utama.

Plugin memiliki tipe dan jenis yang berbeda dan sangat bervariasi. Manfaat plugin juga sangat banyak, khususnya bagi perkembangan website.

Bagaimana, sampai disini sudah terjawab mengenai apa itu plugin berserta fungsi, tipe jenis dan contoh penerapannya?

Kini saatnya Anda berburu plugin terbaik untuk melejitkan fungsi utama aplikasi, program bahkan website Anda.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *