Interaksi Sosial

3 min read

Deskripsi: Pengertian interaksi sosial, jenis, contoh, manfaat.


Tahukah Anda apa pengertian interaksi sosial? Ciri fundamental kehidupan sosial adalah interaksi sosial, atau cara orang bertindak dengan orang lain dan bereaksi terhadap cara orang lain bertindak.

Manusia melakukan interaksi sosial untuk merancang aturan, institusi, dan sistem tempat mereka hidup.

Terkadang juga simbol digunakan untuk mengkomunikasikan ekspektasi suatu masyarakat tertentu kepada anggota masyarakat yang baru.

Agar lebih memahami istilah interaksi sosial, berikut penjelasan lengkapnya.

pengertian interaksi sosial
pengertian interaksi sosial

Pengertian Interaksi Sosial

Bidang studi yang mempelajari interaksi sosial disebut dengan mikro sosiologi, yang diciptakan oleh seorang sosiolog bernama Erving Goffman.

Menurutnya, interaksi sosial adalah serangkaian tindakan sosial yang dinamis dan berubah antara dua atau lebih individu dan merupakan blok bangunan masyarakat.

Dengan kata lain, interaksi sosial adalah pertukaran sosial antara individu satu dengan yang lainnya. Interaksi ini merupakan objek kunci dari penyelidikan dan analisis sosial dasar, karena dapat membentuk dasar bagi struktur sosial.

Interaksi sosial dapat terjadi antara dua orang (diad), tiga orang (triad), atau kelompok yang lebih besar.  Sedangkan bentuk dari interaksi sosial sendiri ada tiga, yaitu disengaja, berulang, dan teratur/diatur.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, interaksi sosial adalah proses saat Anda bertindak dan bereaksi terhadap orang-orang di sekitar Anda.

Bisa juga dikatakan bahwa interaksi sosial mencakup tindakan yang dilakukan orang terhadap satu sama lain dan tanggapan yang diberikan sebagai balasannya.

Jenis-Jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial mencakup sejumlah besar perilaku, sehingga menurut ilmu sosiologi, interaksi biasanya dibagi menjadi enam jenis, yakni sebagai berikut:

1. Pertukaran

Pertukaran adalah jenis interaksi sosial yang paling dasar. Kapanpun orang berinteraksi dalam upaya untuk menerima hadiah atau imbalan atas tindakan mereka, pertukaran telah terjadi.

Pertukaran adalah proses sosial ketika perilaku sosial ditukar dengan beberapa jenis hadiah untuk nilai yang sama atau lebih besar. Imbalannya bisa berupa materi (gaji di suatu pekerjaan) atau non-materi (ucapan terima kasih atau pujian).

Para ahli di bidang ini berpendapat bahwa perilaku yang dihargai akan cenderung diulang. Namun, ketika biaya interaksi lebih besar daripada imbalannya, individu tersebut cenderung mengakhiri hubungan/kerja sama.

2. Kompetisi / Persaingan

Persaingan adalah proses ketika dua orang atau lebih berusaha untuk mencapai tujuan yang hanya dapat dicapai oleh satu orang. Kebanyakan sosiolog memandang persaingan sebagai hal positif, yang dapat memotivasi orang untuk mencapai tujuan.

Namun di sisi lain, persaingan juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif seperti tekanan psikologis, kurangnya kerjasama dalam hubungan sosial, ketidaksetaraan, dan bahkan konflik yang berkepanjangan.

3. Kerjasama

Kerjasama adalah proses dua orang atau lebih yang bekerja atau bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama. Contohnya adalah kerjasama antar pemain tim sepak bola untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan.

Secara umum, ada tiga jenis kerja sama, yaitu dipaksakan, sukarela, dan tidak disengaja. Komunikasi memainkan peran penting dalam kerjasama. Tanpa komunikasi, individu tidak akan bisa mengatur dirinya sendiri untuk bekerja dalam tim.

4. Konflik

Konflik sosial adalah perebutan kekuasaan dalam masyarakat untuk mendapatkan kendali atas sumber daya yang langka.

Sejumlah ahli berpendapat bahwa konflik adalah bagian normal dan perlu dari interaksi sosial. Dengan kata lain, konflik dilihat sebagai bagian dari lanskap sosial dan bukan anomali.

5. Kontak Mata

Kontak mata adalah pertemuan mata antara dua individu. Pada manusia, kontak mata merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal dan memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku sosial. Studi tentang kontak mata disebut “okules”.

Kontak mata menyediakan cara bagi seseorang untuk mempelajari interaksi sosial, karena memberikan indikasi informasi sosial dan emosional.

Tanpa disadari, orang-orang melakukan kontak mata untuk saling memeriksa mata dan wajah untuk mencari tanda-tanda suasana hati yang positif atau negatif.

Namun dalam beberapa konteks, pertemuan mata dapat membangkitkan emosi yang kuat, seperti membangun rasa keintiman antara dua individu (contohnya adalah tatapan sepasang kekasih atau kontak mata saat menggoda).

6. Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh merupakan salah satu bentuk komunikasi non-verbal manusia yang terdiri dari postur tubuh, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan gerakan mata.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60-70% dari semua makna berasal dari perilaku nonverbal, sehingga menjadikan bahasa tubuh sebagai bagian penting dari interaksi sosial.

Bahasa tubuh dapat memberi petunjuk tentang keadaan seseorang, apakah sedang bosan, bahagia, sedih, atau yang lainnya.

Salah satu bahasa tubuh yang paling dasar dan kuat adalah ketika seseorang menyilangkan tangan di dada. Sikap ini dapat menunjukkan bahwa seseorang memasang penghalang antara dirinya dan orang lain.

Namun, hal ini juga bisa menunjukkan bahwa orang tersebut sedang dingin, yang biasanya akan disertai dengan menggosok lengan atau duduk meringkuk.

Jika situasi keseluruhan bersahabat, sikap ini bisa diartikan bahwa orang tersebut sedang memikirkan secara mendalam tentang apa yang sedang didiskusikan.

Namun dalam situasi yang serius atau konfrontatif, sikap ini bisa merupakan ekspresi pertentangan.

Contoh Interaksi Sosial

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk terus membangun dan memelihara hubungan baik dengan orang lain, seperti:

  • Ikut serta dalam kegiatan di lingkungan rumah, misalnya kerja bakti.
  • Bergabung dengan beberapa komunitas lokal yang sesuai dengan minat atau hobi, seperti klub sepak bola, kelompok tari, komunitas penulis, dan sebagainya.
  • Mengikuti kursus tertentu yang sesuai dengan passion (kelas seni, kursus musik atau menyanyi, dll.).
  • Menjaga hubungan baik dengan teman-teman di lingkungan kerja.
  • Menghabiskan waktu dengan keluarga.
  • Tetap terhubung dengan teman-teman lama dan saudara jauh melalui teknologi (media sosial, chat, telepon, atau SMS).

Manfaat Interaksi Sosial

Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menyendiri dapat membuat Anda merasa kesepian dan kehilangan kontak dengan orang-orang di sekitar.

Sebaliknya, menghabiskan waktu berkualitas bersama teman atau orang yang dicintai bisa membuat Anda lebih bahagia.

Penelitian telah membuktikan bahwa interaksi sosial menghadirkan banyak manfaat bagi semua orang di berbagai usia.

Beberapa di antara manfaat tersebut adalah:

  • Meningkatkan suasana hati.
  • Resiko depresi yang lebih rendah.
  • Pikiran jauh lebih tenang.
  • Menurunkan kondisi kronis seperti osteoporosis, masalah kardiovaskular, dan bahkan beberapa jenis kanker.
  • Lansia yang melakukan aktivitas sosial secara teratur cenderung tidak mengalami penurunan kognitif yang terkadang mengarah pada penyakit Alzheimer.
  • Tidur lebih mudah dan berkualitas.
  • Sistem kekebalan tubuh meningkat dan dapat membantu menangkal penyakit ringan seperti flu biasa atau batuk.
  • Menurunkan risiko demensia.
  • Meningkatkan rasa aman karena merasa ada banyak orang di sekitar Anda.
  • Memungkinkan Anda untuk mempercayai orang lain dan membiarkan mereka mempercayai
  • Termotivasi untuk menjaga kesehatan fisik agar bisa melakukan banyak aktivitas dengan teman dan keluarga.
  • Dukungan sosial yang baik dari teman dan keluarga dapat membantu menghadapi situasi sulit dan perubahan tak terduga dalam hidup.
  • Membantu melupakan hal-hal negatif dan mendapatkan pandangan hidup yang lebih positif.

Berdasarkan pengertian interaksi sosial dan seluruh penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah dasar dari seluruh tatanan sosial, dan kelompok sosial adalah produk interaksi sosial.

Sedangkan interaksi adalah fondasi dari semua proses, struktur, kelompok sosial, dan fungsi sosial.

                                     
           

Pengertian Norma

Deskripsi: Pengertian Norma, Karakteristik, dan Macam-macamnya. Pernahkah Anda melakukan...
Zain Bagas
3 min read

Pengertian Moral

Deskripsi: Pengertian Moral, fungsi, jenis-jenis dan contohnya. Secara umum,...
Zain Bagas
3 min read

Pengertian Bahasa

Deskripsi: Pengertian Bahasa, proses kemunculan dan jenis-jenisnya. Bahasa adalah...
Zain Bagas
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.