Kabel Fiber Optik

3 min read

Pada suatu jaringan komputer ada beberapa komponen pendukung dalam penggunaannya di antara lainnya adalah server, switch atau HUB, dan kabel yang digunakan sebagai media transmisi untuk dapat melakukan transfer (pengiriman dan penerimaan) data.

Dewasa ini, jenis kabel yang biasanya banyak digunakan secara luas adalah kabel coaxial atau Unshielded Twisted Pair atau disingkat UTP.

Semakin berkembangnya zaman dan juga teknologi, penggunaan dua jenis kabel yang disebutkan tersebut menjadi menurun karena adanya kabel jenis baru misalnya kabel fiber optik.

Pada artikel ini, Kami akan menyampaikan secara rinci jenis kabel lainnya yaitu kabel fiber dimulai dari pengertian fiber optik,  fungsi, jenis, cara kerja, dan komponennya.

pengertian fiber optik
pengertian fiber optik, via canva.com

Pengertian Fiber Optik

Pengertian Fiber Optik: kabel fiber optik pada dasarnya merupakan kabel yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik menjadi cahaya dan kemudian mengalirkan cahaya tersebut dari satu titik atau node kepada node yang lainnya.

Kabel fiber optik ini terbuat dari serat kaca dan juga plastik yang halus, bahkan lebih halus dibandingkan helaian rambut manusia, berbeda dengan kabel lainnya yang dibuat dari tembaga.

Kabel fiber optik ini biasanya berukuran kurang lebih 120 mikrometer dan dalam penggunaannya tidak rentan terhadap interference atau gangguan jika dibandingkan dengan menggunakan kabel berbahan dasar tembaga.

Penggunaan kabel fiber optik ini menjadi alternatif dari kabel yang lain karena akses kecepatan transmisi data lebih tinggi, sehingga proses transfer data akan menjadi lebih efektif dan juga efisien.

Ada dua jenis mode transmisi yang digunakan pada kabel jenis fiber optik yaitu single mode yang dalam penggunaannya menggunakan sinar laser untuk media transmisinya dan multi mode yang menggunakan media LED dalam penggunaannya sebagai media transmisi.

Jenis kabel fiber optik inilah yang lebih sering dipakai untuk jaringan kelas menengah hingga kelas atas.

Fungsi dari Kabel Fiber Optik

Sebenarnya fungsi dari penggunaan kabel fiber optik sama jika dibandingkan dengan jenis kabel yang lain. Fungsinya merupakan sebagai media penghubung dan juga media transmisi data dari satu perangkat komputer ke perangkat komputer lainnya yang berada pada suatu ruang lingkup jaringan tertentu.

Perbedaan antara kabel jenis fiber optik ini dari jenis kabel yang lain adalah tingginya kecepatan akses atau transfer (pengiriman dan penerimaan) data. Perkiraan kecepatan pengiriman data bias berkisar pada Gigabit per detik.

Selain dari kecepatan transfer data yang tinggi, kabel fiber optik ini tidak mudah terpengaruh oleh gangguan berupa sinyal elektromagnetik.

Apa Saja Jenis dan Macam-macam dari Kabel Fiber Optik?

Pada umunya kabel fiber optik atau optikal fiber terdiri dari dua jenis kabel yaitu single-mode dan juga multi-mode.

1. Single-mode Fiber (SMF)

Fiber mode tunggal atau single-mode fiber ini merupakan jenis kabel optik yang pada umumnya digunakan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data dengan jarak yang lebih jauh.

Inti dari kabel fiber optik ini berdiameter sekitar 9 hingga 10 mikron dan mengirimkan sinar laser inframerah atau infrared.

Sinar laser inframerah yang dikirimkan oleh inti kabel single-mode fiber ini memiliki panjang gelombang yang berkisar antara 1.300 hingga dengan 1.550 nanometer.

Karena inti kabel ini ukurannya sangat kecil maka hanya satu mode cahaya yang dapat merambat melalui inti tersebut.

Jumlah pantulan cahaya yang akan muncul ketika cahaya tersebut melalui inti juga akan berkurang dan dapat berkemungkinan terjadinya attenuation atau pelemahan.

Pelemahan cahaya tersebut kemudian akan menghasilkan kemampuan bergerak yang lebih jauh pada sinyal.

2. Multi-mode Fiber (MMF)

Fiber mode multi atau multi-mode fiber merupakan jenis fiber optik yang dirancang secara khusus untuk dapat mentransmisikan atau memindahkan cahaya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan single-mode fiber pada waktu yang bersamaan.

Pada umumnya, multi-mode fiber digunakan untuk transmisi data dengan jangkauan yang lebih dekat jika dibandingkan dengan single-mode fiber.

Ukuran inti multi-mode fiber lebih besar dengan diameter sekitar 63 mikon dan dapat mentransmisikan cahara laser inframerah dengan panjang gelombang berkisar antara 850 hingga 1.300 nanometer.

Diameter inti yang besar dari sigle-mode fiber inilah yang kemudian akan menyebabkan pantulan cahaya saat mengenai inti menjadi meningkat dan kemampuan transmisi yang lebih banyak dalam kurun waktu yang bersamaan akan tercipta.

Bagaimanakah Kabel Fiber Optik Bekerja?

Kabel fiber optik secara garis besar bekerja dengan mentransmisikan atau mengirimkan data dan informasi dengan bentuk gelombang cahaya inframerah atau foton.

Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan jenis kabel yang lainnya yang mengirimkan informasi menggunakan aliran listrik.

Gelombang cahaya atau foton yang dikirimkan oleh kabel jenis fiber optik ini di konversi dari aliran listrik yang mengalir pada kabel jenis fiber optik.

Serat-serat optik mentransmisikan data dalam bentuk gelombang cahaya yang berbentuk denyutan digital pulse.

Core dan juga cladding yang ada pada kabel jenis fiber optik memiliki indeks bias yang berbeda kemudian akan membelokkan jalannya cahaya yang masuk pada sudut tertentu.

Saat sinyal yang berupa cahaya atau foton dikirimkan, cahaya tersebut akan memantul pada ciore dan juga cladding dalam bentuk zig-zag.

Namun pergerakan gelombang cahaya yang terdapat pada kabel fiber optik ini, tidak dapat bergerak sesuai dengan kecepatan cahayanya. Ini disebabkan karena padatnya lapisan kaca yang terdapat pada kabel fiber optik ini.

Pergerakan gelombang cahaya akan bergerak sekitar 30% lebih lambat jika dibandingkan dengan kecepatan cahayanya.

Untuk dapat menangani permasalahan ini kemudian kadang-kadang digunakan repeater yang ditempatkan pada interval jarak tertentu untuk dapat memperbaharui dan juga meningkatkan sinyal dalam perjalanan gelombang cahaya atau foton tersebut.

Repeater yang digunakan untuk meningkatkan sinyal ini akan mengubah sinyal cahaya menjadi sinyal listrik dan kemudian akan menghasilkan sinyal dalam bentuk cahaya kembali melalui transmisi sinyal listrik yang sebelumnya sudah dibuat.

Apa Sajakah Komponen yang Terdapat pada Kabel Fiber Optik?

Ada beberapa komponen yang menjadi bagian utama pada kabel fiber optik ini, diantara lainnya adalah:

1. Core atau inti, merupakan bagian yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya yang dibuat dari kaca atau plastik.

Semakin besar ukuran core atau inti, maka cahaya yang dapat ditransmisikan sepanjang kabel fiber optik menjadi semakin banyak

2. Cladding, merupakan bagian optik luar yang melapisi core atau inti, berfungsi untuk dapat memantulkan kembali gelombang cahaya ke core atau inti.

3. Coating atau pelapis, yang biasanya berupa beberapa lapisan plastik digunakan dengan fungsi menjaga kekuatan fiber, memberikan perlindungan yang ekstra dan juga menyerap goncangan yang ada.

Lapisan coating ini tersedia dalam ukuran yang bermacam-macam dimulai dari ukuran 250 hingga 900 mikron yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Outer jacket atau jaket luar, digunakan sebagai pembungkus luar kabel fiber optik.

Demikian informasi yang dapat disampaikan terkait dengan pengertian fiber optik,  fungsi, jenis, cara kerja, dan komponennya.

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa untuk share ya, terimakasih 🙂

Baca juga: Pengertian Jaringan Komputer

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

Apa itu Trello?

Deskripsi: Pengertian Trello, fungsi dan cara kerjanya. Apakah Anda...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *