Pengertian Kemasan

2 min read

Deskripsi: Pengertian Kemasan, fungsi dan tujuan dari nilai sebuah kemasan, jenis dan syarat untuk kemasan.


Kemasan merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk mendukung penjualan sebuah produk.

Mengapa kemasan menjadi begitu penting? Sebab hal yang pertama kali dilihat oleh konsumen sebelum membeli produk adalah kemasan atau packaging.

Sebelum membahas lebih jauh, sebaiknya Anda memahami pengertian kemasan terlebih dahulu.

pengertian kemasan
pengertian kemasan

Pengertian Kemasan

Kemasan adalah lapisan pertama dari sebuah produk dan bersinggungan langsung dengan pembeli.

Pemakaian kemasan merupakan salah satu hal yang wajib apabila Anda ingin memasarkan suatu produk.

Pemilihan jenis dan desain kemasan yang tepat dapat menarik minat pembeli. Sebaliknya, pembeli juga tidak akan membeli sebuah produk apabila kemasannya tampak kurang menarik.

Oleh sebab itu, Anda tak boleh mengabaikan pentingnya sebuah kemasan.

Perusahaan dan produsen selalu menghadirkan desain kemasan yang baru dalam kurun waktu tertentu. Hal ini bertujuan agar produk yang dijual tidak terkesan ketinggalan zaman.

Fungsi Kemasan

Kemasan memiliki 3 fungsi utama yaitu:

  1. Untuk menjaga barang atau produk dari berbagai macam kerusakan yang mungkin terjadi selama proses distribusi.
  2. Mempermudah pemindahan serta penyimpanan produk di dalam gudang karena produk tidak tercecer.
  3. Menambah nilai jual sebuah produk.

Tujuan Kemasan

Pemakaian memiliki 7 tujuan utama.

  1. Menjamin keamanan produk dari berbagai faktor eksternal yang mungkin merusak, contohnya tekanan, getaran, serta perubahan suhu.
  2. Menghalangi debu, kotoran, dan udara mengenai produk sebab benda-benda tersebut dapat membuat produk menjadi tidak layak pakai.
  3. Mempermudah penggolongan dan pemisahan produk dari benda-benda lainnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengangkutan.
  4. Memberikan keterangan tentang metode yang tepat untuk mengangkut, memindahkan produk, mendaur ulang, serta cara membuang produk setelah tidak dipakai.
  5. Kemasan memperkecil kemungkinan konsumen menerima barang cacat karena kemasan telah dibuka. Pembeli bisa mengembalikan atau menukarkan barang tersebut apabila diterima dalam kondisi kemasan yang sudah tidak tersegel.
  6. Memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam hal pengiriman, pemrosesan, penjualan, penampilan, membuka dan menutup produk, serta penggunaan kembali.
  7. Menarik minat calon konsumen untuk membeli suatu produk.

Jenis-Jenis Kemasan

Jenis kemasan dibagi menjadi 3 berdasarkan strukturnya, yaitu:

1. Kemasan primer

Kemasan lapisan pertama yang bersentuhan langsung dengan produk. Biasanya tidak dilapisi dengan kemasan lain.

Contoh kemasan primer antara lain kaleng sarden dan botol kecap.

2. Kemasan sekunder

Kemasan sekunder berguna untuk melindungi kumpulan produk yang telah dibungkus dalam kemasan primer.

Contoh kemasan sekunder yaitu karton atau kardus yang berisi kumpulan kaleng sarden.

3. Kemasan tersier

Kemasan tersier hanya dipakai dalam keadaan tertentu saja.

Contohnya saat akan melakukan pengiriman produk melalui jasa ekspedisi, penjual akan melapisi produk dengan bubble wrap dan juga packing kayu.

Syarat-Syarat Kemasan

Kemasan harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum bisa digunakan untuk membungkus sebuah produk.

Anda wajib mengetahui hal ini agar tidak melakukan kesalahan ketika memilih kemasan untuk produk yang akan dijual.

  • Pilih bahan yang memiliki daya tarik paling kuat di mata konsumen.
  • Tentukan warna, desain, serta ukuran yang sesuai dengan produk. Pastikan kemasan tidak terlalu besar atau terlalu kecil.
  • Sebaiknya kemasan tidak membuat konsumen merasa lebih kesulitan dalam memakai produk.
  • Usahakan kemasan dapat dipakai kembali untuk hal yang lain agar memiliki nilai lebih di mata konsumen.
  • Kemasan sebaiknya dibuat indah dan tampak istimewa sehingga bisa dijadikan sebagai hadiah.

Bahan Kemasan

Kemasan dapat dibuat dari berbagai macam bahan. Pemilihan bahan juga sangat ditentukan oleh jenis produk yang akan dikemas.

Berikut ini ada beberapa bahan yang sering digunakan untuk kemasan.

  • Kaca

Bahan kaca umumnya transparan sehingga produk dapat dilihat dari luar, cahaya juga bisa tembus ke dalam dan menyentuh produk secara langsung.

Kemasan ini tidak cocok untuk mengemas produk yang rentan terhadap sinar matahari.

Bahan kaca juga mudah pecah sehingga perlu penanganan yang sangat hati-hati.

  • Metal

Bahan metal umumnya dipakai untuk membuat kaleng. Metal atau logam yang digunakan tentunya bahan anti karat agar tidak memengaruhi kualitas produk di dalamnya.

Daya tahan bahan metal jauh lebih baik dibandingkan kaca.

  • Kertas

Bahan kertas umumnya dipakai untuk mengemas produk yang kering dan memiliki kelembapan yang rendah.

Bahan kertas sangat mudah rusak apabila mengalami goresan, tekanan, dan terkena air.

  • Plastik

Kemasan plastik paling banyak digunakan, bentuknya pun bermacam-macam. Contohnya kantung, bantal, botol, stoples, dan masih banyak lagi.

Bahan plastik memiliki ketahanan yang baik serta harganya jauh lebih murah. Sayangnya penggunaan plastik yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pembahasan mengenai pengertian kemasan di atas memberikan pengetahuan baru bahwa kemasan ternyata memiliki banyak sekali manfaat dan juga tujuan.

Kalau Anda ingin membuat produk, sebaiknya lakukan riset khusus untuk menentukan kemasan yang paling cocok untuk digunakan.

                                     
           

Daftar Situs Freelance

Deskripsi: Referensi situs freelance terbaik di Indonesia dan luar...
Hans
3 min read

Apa itu Afiliasi?

Deskripsi: Pengertian Program Afiliasi, cara kerja dan keunggulannya. Afiliasi...
Hans
2 min read

Pengertian Marketplace

Deskripsi: Pengertian Marketplace, jenis-jenis dan keuntungannya. Di era digital...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *