Pengertian Kernel

3 min read

Deskripsi: Pengertian kernel, macam, fungsi kernel, perkembangan teknologi pada kernel.


Terdapat dua macam perangkat pada sebuah komputer yang digunakan yakni perangkat lunak atau software dan juga perangkat keras atau hardware.

Tentunya jika Anda ingin menjalankan perintah pada komputer yang digunakan, membutuhkan kerjasama antara dua jenis perangkat tersebut.

Agar perangkat lunak dan perangkat keras dapat saling terhubung dan mampu untuk melakukan kegiatan yang Anda perintahkan, maka diperlukan sebuah software.

Software tersebut adalah kernel. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut pengertian kernel.

Pengertian Kernel
pengertian kernel, via canva.com

Apa Itu Kernel?

Kernel merupakan sebuah perangkat lunak atau software yang dapat membentuk suatu mediator atau komunikasi antara aplikasi dalam komputer dengan hardware.

Kernel akan menyajikan pelayanan sistem seperti pengaturan file, input dan output suatu device, serta masih banyak lagi.

Dapat dikatakan bahwa kernel ini adalah bagian inti dari sebuah sistem operasi yang digunakan. Tanpa adanya kernel, perangkat keras yang terhubung dengan komputer tidak akan dapat digunakan.

Kernel ini mempunyai tugas untuk mengendalikan kerja dasar pada sistem operasi dan berkaitan erat dengan pengelolaan perangkat keras seperti pengelolaan proses, pengelolaan memori, pengelolaan input output device, hingga job scheduling serta context switching.

Kernel juga dikenal sebagai jantung dari sistem operasi karena mampu menyediakan format yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jadi dapat dipastikan bahwa keberadaan dari kernel ini wajib untuk sistem operasi dalam komputer yang Anda gunakan.

Macam-macam Kernel

Terdapat beberapa macam kernel sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Beberapa kernel ini tentunya mempunyai kecocockan masing-masing dalam penggunaanya.

Untuk itu, berikut ini beberapa macam kernel yang perlu untuk Anda ketahui.

1. Kernel Modular

Sesuai dengan namanya, kernel modular mempunyai rancangan berbentuk modular seperti kernel yang ada pada sistem operasi Linux.

Hanya saja, minimal resident kernel yang mampu di-load ke dalam memori karena hanya modul yang diperlukan saja yang akan diproses. Sebuah modul kernel dapat di-load ke dalam memori secara dinamik.

Secara periode selanjutnya spesifik modul tidak dapat diaktifkan, sehingga modul tersebut dapat dihapus dari dalam memori. Jadi sisa kapasitas memori yang dimiliki akan menjadi lebih luas.

Mekanisme dinamik loading ini disebut dengan nama krnod. Jadi modul tidak akan bisa di-load apabila tidak diinginkan, dan modul tersebut tetap dapat digunakan jika nantinya dibutuhkan.

Dengan menggunakan jenis kernel yang satu ini, Anda akan lebih mudah untuk bergonta-ganti aplikasi.

Hal ini karena Anda hanya perlu melakukan probe pada suatu modul yang tersedia. Jika belum memiliki modul yang cukup, Anda dapat build satu modul saja.

Akan tetapi, hal tersebut juga dapat menimbulkan efek rentan terhadap permasalahan pada security yang ada pada sebuah sistem operasi.

2. Kernel Building (Monolitik)

Jika dibandingkan dengan jenis kernel modular, jenis kernel modular lebih relatif aman dari hal security pada sebuah sistem operasi.

Namun darii segi kemudahan, apabila Anda mengganti atau menambahkan hardware, maka Anda harus mengkompilasi suatu hardware.

Akan tetapi, skema kernel yang lebih cocok tersebut bisa diklarifikasikan sesuai dengan implementasi dan juga kebutuhan dari sistem operasi yang Anda gunakan. Jadi tidak masalah jika Anda cocok untuk menggunakan jenis kernel yang satu ini.

Apablia jenis kernel monolitik hendak dijadikan sebagai kernel modular, maka hal tersebut dapat diterapkan oleh kernel monolitik.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara sesudah melakukan konfiguarsi akan ditetapkan dalam kernel monolitik kemudian melalui proses kompilasi.

Anda bisa mengambil beberapa bagian di mana yang akan Anda pisahkan dengan melakukan kompilasi pada kernel monolitik tersebut,. Pemisahan yang dilakukan nantinya akan membentuk modul-modul.

Fungsi Kernel

Setelah Anda mengetahui macam-macam kernel seperti yang dijelaskan di atas, sebaiknya jika Anda juga mengetahui fungsi dari kernel.

Oleh sebab itu, berikut beberapa fungsi dari kernel yang perlu untuk Anda ketahui.

  1. Membantu proses eksekusi di berbagai macam aplikasi serta mendukungnya dengan menggunakan fitur abstraksi hardware. Jadi, hardware yang terpasang dapat digunakan secara maksimal.
  2. Terbatasnya akses hardware dan adanya pelaksanaan program dalam waktu yang bersamaan, maka kernel bertugas untuk melakukan pengaturan kapan serta berapa lama suatu program dapat memakai satu jenis perangkat keras.
  3. Melayani berbagai macam program dan aplikasi untuk melakukan pengaksesan terhadap perangkat keras yang terhubung dengan komputer secara aman. Hal ini membuat Anda tidak perlu khawatir akan kemungkinan kerusakan pada hardware tersebut.

Perkembangan Teknologi Kernel

Perlu untuk Anda ketahui bahwa terdapat beberapa jenis kernel yang digunakan untuk saat ini. Masing-masing jenis kernel tersebut tentunya memiliki fungsinya tersendiri.

Maka dari itu, berikut jenis kernel yang banyak digunakan pada saat ini.

1. Mikrokernel

Sesuai dengan namanya, mikrokernel mampu untuk menyajikan lebih sedikit dari abstarkasi pada perangkat keras serta memakai aplikasi yang beroperasi dengan berjalan di atasnya.

Hal ini juga disebut dengan server untuk melakukan berbagai macam fungsionalitas yang lain. Mikrokernel memiliki kelebihan berupa stabilitas sistem akan lebih terjaga.

Akan tetapi, jenis kernel yang satu ini juga memiliki kelemahan yakni tidak efisien dikarenakan oleh komunikasi anatara proses yang menjadi lebih rumit.

2. Kernel Monolitik

Jenis kernel monolitik ini mampu menggabungkan berbagai macam fungsi pada sebuah kernel dan juga menyajikan lapisan dari abstraksi hardware secara penuh pada hardware yang berada di bagian bawah sistem operasi.

Kelebihan dari jenis kernel monolitik ini berupa efisiensi sehingga membuat performa pada sistem operasi juga dapat meningkat.

Sedangkan untuk kelemahan dari monolitik adalah stabilitas yang memunginkan adanya crash pada sistem yang lebih besar.

3. Exokernel

Exokernel diciptakan untuk menyajikan sebuah hardware abstraction secara minimal. Jadi, dengan menggunakan jenis kernel yang satu ini, program yang dijalankan dapat mengakses hardware secara langsung.

Proses yang dilalui juga tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Library yang ada di dalam sistem operasi dapat melakukan sebuah abstaraksi yang sangat mirip dengan abstraksi yang biasanya dilakukan dalam desain monolithic kernel dalam pendekatan melalui desain exokernel,.

Exokernel ini mempunyai kelebihan seperti, dapat dimasukkan ke dalam library pada sebuah sistem operasi lebih dari satu, sehingga mampu menjalankan berbagai macam program dalam sistem operasi berbeda secara bersamaan.

4. Kernel Hibrida

Kernel hibrida adalah sebuah pendekatan pada desain microkernel yang sudah dimodifikasii terlebih dahulu.

Terdapat berbagai macam penambahan kode dalam ruangan kernel yang berfungsi untuk menambah performa yang dimiliki dalam kernel hibrida ini,.

Kernel hibrida atau hybrid kernel ini mampu berjalan secara lebih cepat dan ringan jika dibandingkan dengan jenis microkernel.

Oleh sebab itu, desain dari jenis kernel yang satu ini banyak digunakan untuk berbagai macam sistem operasi.

Jika Anda sudah mengetahui tentang pengertian kernel serta berbagai macam hal mengenai kernel tersebut, tentunya Anda sudah tahu jenis kernel yang cocok untuk Anda gunakan.

Tentunya hal ini perlu Anda sesuaikan dengan keinginan serta sistem operasi yang digunakan.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *