Pengertian Konflik

3 min read

Deskripsi: Pengertian Konflik, jenis-jenis, penyebab, dan dampaknya.


Anda tentu sudah sering mendengar dan menjumpai berita-berita di televisi ataupun media cetak tentang konflik di berbagai wilayah Indonesia, baik konflik pribadi maupun kelompok.

Pengertian konflik menurut bahasa Latin berasal dari kata “con” dan “fligere” yang artinya benturan bersama.

Terjadinya konflik ini dilatarbelakangi karena adanya perbedaan karakteristik individu dalam suatu interaksi.

Untuk mengetahui jenis-jenis konflik dan dampaknya, Anda bisa menyimak ulasan berikut ini:

pengertian konflik
pengertian konflik

Pengertian Konflik

Konflik merupakan suatu proses sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih, dimana salah satu pihak berusaha menyingkir, mengalahkan, atau menghancurkan pihak lainnya hingga membuatnya tidak berdaya atau kalah.

Terjadinya konflik dipicu oleh perbedaan masing-masing individu yang menyangkut ciri fisik, adat istiadat, keyakinan, pengetahuan, dan lain sebagainya.

Apabila konflik dapat terkontrol, maka akan menghasilkan integrasi dan begitu pula sebaliknya.

Hubungan antara konflik dengan integrasi juga saling bertentangan, meskipun keduanya berjalan menjadi sebuah siklus yang tumbuh di dalam kehidupan bermasyarakat.

Beberapa ahli juga mengemukakan pendapat mereka mengenai pengertian konflik antara lain:

1. Stephen P. Robbins

Definisi konflik menurut pendapat Stephen P. Robbins adalah sebuah proses dimana suatu pihak memiliki persepsi yang berbeda dan telah dipengaruhi secara negatif.

2. Nurdjana

Pengertian konflik menurut pendapat Nurdjana yaitu sebagai akibat situasi dimana suatu pihak memiliki kehendak atau keinginan yang berbeda dengan pihak lainnya, sehingga keduanya merasa saling terganggu.

3. Kilman dan Thomas

Konflik menurut pendapat yang dikemukakan oleh Kilman dan Thomas merupakan kondisi atau situasi dimana terjadinya ketidakcocokan antar nilai dan tujuan yang ingin dicapai oleh salah satu pihak, baik individu maupun kelompok.

Dengan adanya konflik, maka dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja. Selain itu, konflik juga dapat mengganggu dan menghambat tercapainya emosi (stress) pada diri seseorang.

4. Stoner

Stoner mengemukakan pendapatnya tentang pengertian konflik sebagai sesuatu yang mencakup ketidaksepakatan mengenai alokasi sumber daya yang langka atau perbedaan tujuan, persepsi, nilai, status, dan kepribadian yang menimbulkan terjadinya perselisihan.

5. Daniel Webster

Konflik menurut pendapat yang dikemukakan oleh Daniel Webster adalah suatu pertentangan atau persaingan antara satu pihak yang memiliki ketidakcocokan dengan pihak lainnya.

Dari pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa konflik merupakan suatu fenomena sosial dimana terjadi pertentangan, pertikaian, dan perselisihan.

Baik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau bisa juga terjadi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Jenis-jenis Konflik

Setelah memahami mengenai pengertiannya, konflik dapat dibagi menjadi beberapa macam atau jenis. Berikut ini macam-macam konflik yang sering terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat:

1. Konflik Individu/Pribadi

Konflik individu/pribadi merupakan konflik yang terjadi antara individu dengan individu lainnya atau antar individu dengan kelompok tertentu.

Jenis konflik ini biasanya terjadi di dalam hubungan keluarga, pertemanan, atau dunia pekerjaan.

2. Konflik Agama

Konflik agama merupakan konflik yang terjadi antar penganut agama atau keyakinan yang berbeda, karena adanya anggapan bahwa agama yang mereka yakini merupakan agama paling benar.

Hal ini cukup sering terjadi di Indonesia karena tergolong sebagai negara dengan beragam agama.

Latar belakang konflik agama juga bisa disebabkan anggapan agama sebagai sebuah pedoman dan tuntunan hidup yang bersifat mutlak.

Oleh karena itu, ketika ditemukan adanya pandangan yang berbeda atau tidak sesuai, maka dianggap sebagai masalah hingga memicu terjadinya konflik.

3. Konflik Politik

Konflik politik merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan persepsi atau pandangan di dunia perpolitikan.

Konflik jenis ini biasanya terjadi menjelang pemilu dimana masing-masing kelompok memiliki keinginan untuk meraih kekuasaan dan kedudukan dalam kursi pemerintahan.

4. Konflik Rasial

Konflik rasial merupakan konflik yang terjadi antar ras atau etnis, karena adanya perbedaan persepsi atau pandangan dan anggapan bahwa kelompoknya adalah yang paling baik dan unggul.

Jenis konflik ini cukup sering terjadi di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki beragam suku dan ras.

5. Konflik Sosial

Konflik sosial merupakan konflik yang paling sering terjadi di dalam kehidupan masyarakat, seperti masalah ekonomi, pergaulan, komunikasi, dan permasalahan lainnya.

6. Konflik Antar Kelas Sosial

Adanya kelompok-kelompok masyarakat berdasarkan kelas sosial (si kaya dan si miskin) dapat berpotensi timbulnya konflik dalam masyarakat.

Jenis konflik ini dapat timbul akibat adanya upaya masyarakat untuk merebut dan mempertahankan statusnya di dalam kelompok masyarakat tersebut.

7. Konflik Internasional

Konflik internasional merupakan konflik yang terjadi karena salah satu negara merasa dirugikan oleh negara lain atau keinginan untuk merebut eksistensi.

Contoh konflik ini yaitu perang dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Rusia.

Penyebab Konflik

Sesuai dengan pengertian konflik, munculnya pertikaian atau perselisihan antar satu pihak dengan pihak lainnya tentu memiliki alasan atau penyebab di baliknya.

Berikut ini beberapa penyebab terjadinya konflik dalam masyarakat:

1. Perbedaan Individu

Salah satu penyebab terjadinya konflik karena adanya perbedaan antar individu.

Tiap individu tentu memiliki sifat, perilaku, keinginan, minat, dan persepsi yang berbeda dengan individu lainnya.

Dengan adanya perbedaan individu, maka memicu gagalnya akomodasi diri yang menjadi penyebab konflik.

2. Perbedaan Budaya

Pemicu munculnya konflik yang selanjutnya adalah perbedaan budaya.

Budaya merupakan cara hidup suatu kelompok tertentu yang berbeda dengan kelompok lainnya, sehingga berpotensi memicu pertikaian dan perselisihan.

3. Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat juga menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik.

Perubahan ini dapat menyebabkan terjadinya kelambanan budaya, sehingga berdampak pada timbulnya konflik.

Contoh konflik akibat adanya perubahan sosial adalah pertikaian antara orang tua dengan anak yang masih di usia remaja.

Penyebab konflik yang satu ini menjadi salah satu cerminan dari ketidakseimbangan sosial di dalam kehidupan masyarakat.

4. Perbedaan Kepentingan

Sesuai dengan pengertian konflik, penyebab konflik yang sering kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat adalah adanya perbedaan kepentingan.

Sebagai contoh misalnya kepentingan buruh yang tidak sejalan dengan kebijakan perusahaan.

Dampak Konflik

Dalam suatu tindakan tentu akan memiliki dampak positif ataupun negatif, tak terkecuali dengan konflik.

Berikut ini merupakan dampak negatif dan dampak dari sebuah konflik:

1. Dampak Negatif

  • Menimbulkan ketidakteraturan sosial dalam masyarakat.
  • Mengancam nilai dan norma sosial dalam kehidupan masyarakat yang sudah terbentuk sebelumnya.
  • Menimbulkan kecurigaan dan prasangka buruk antara individu di dalam suatu kelompok masyarakat tertentu.
  • Hilangnya kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang berdampak pada berkurangnya rasa nyaman, aman, dan damai di dalam masyarakat.
  • Menimbulkan ketakutan, rasa cemas, dan trauma baik secara psikologis maupun sosial.

2. Dampak Positif

  • Memperkuat rasa solidaritas dan integrasi internal dalam suatu kelompok tertentu.
  • Mendorong terjadinya perubahan sosial untuk meleburkan kesenjangan dalam masyarakat.
  • Mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan di dalam lembaga di suatu negara.

Penjelasan mengenai pengertian konflik, jenis, dan dampaknya dapat Anda jadikan sebagai referensi dan tambahan pengetahuan.

Untuk menghindari terjadinya konflik dapat dilakukan pengendalian dengan cara mediasi, arbitrasi, atau konsiliasi.

                                     
           

UX / User Experience

Deskripsi: Pengertian User Experience (UX), fungsi, dan penggunaannya. User...
Hans
2 min read

Cara Membuat Infografis

Deskripsi: Cara membuat Infografis agar konten semakin mudah di...
Hans
3 min read

Buku Pengembangan Diri

Deskripsi: Buku Pengembangan Diri. Salah satu kunci untuk meraih...
rezky
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *