Pengertian Listrik Dinamis

3 min read

Pengertian Listrik Dinamis – Listrik yang dapat mengalir dan bergerak pada rangkaian listrik, seringkali disebut sebagai listrik dinamis. Sebelum mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan listrik dinamis, ada baiknya jika mengetahui pengertian listrik dinamis lebih dulu.

Untuk  arah dari arus listrik itu sendiri pun, harus searah dari gerakan muatan positif, sehingga tidak akan banyak muatan listrik yang mengalir melalui bagian penghantar di setiap satuan waktu.

Untuk arus listrik itu sendiri, ternyata juga bisa dilakukan perhitungan dengan cara membagi waktu dengan muatan listrik

Pengertian Listrik Dinamis
pengertian listrik dinamis, via canva.com

Pengertian Listrik Dinamis

Pengertian listrik dinamis yaitu listrik yang mampu berubah-ubah, untuk arus listrik tersebut berasal pada aliran elektron yang akan terus-menerus mengalir dari kutub negatif menuju ke kutub positif. Untuk listrik tersebut berpotensial tinggi menuju pada potensial rendah melalui tegangan yang menjadi sumber beda potensial.

Untuk satuan muatan dari listrik tersebut disebut sebagai Coulomb, yaitu sebutan untuk satuan waktu nya menggunakan detik.

Perlu diketahui bahwa, untuk benda yang mempunyai muatan listrik positif memiliki potensial yang jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan benda yang mempunyai muatan negatif cenderung memiliki potensial yang lebih rendah.

Apabila kedua tempat mempunyai potensial yang berbeda, tentu saja hal ini bisa memunculkan adanya arus listrik. Namun, dengan catatan apabila keduanya tersebut dihubungkan pada suatu penghantar.

Sementara, untuk perbedaan dari potensial bisa dilihat di bagian tegangan. Sementara, kuat pada arus yang masuk di bagian rangkaian bercabang sesuai kekuatan arus yang dikeluarkan.

Bagian rangkaian kuat arus akan terus sama pada setiap ujung hambatannya, dan semuanya tersebut sesuaikan apa Hukum Kirchoff, yaitu apabila sumber tegangan semakin besar, maka arus yang mengalir juga akan semakin besar pula.

Apabila hambatan diperbesar, maka akan menjadikan arus listrik berkurang, hal ini seperti dijelaskan pada hukum Ohm.

Contoh Listrik Dinamis

Dari penjelasan di atas, tentunya Anda sudah memiliki pandangan bagaimana listrik dinamis tersebut bekerja.

Ada beberapa contoh dari listrik dinamis yang bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu seperti berikut:

  1. Permainan mobil-mobilan yang akan digerakkan menggunakan muatan listrik berasal dari batu baterai, pada saat tombol saklar ditekan pada mobil, maka untuk kedua ujung dari baterai secara otomatis terhubung pada motor listrik yang terdapat pada mainan mobil-mobilan tersebut.
  2. Pada bagian lampu senter, yaitu bagian senter yang bisa menyala dan mengeluarkan sinar akibat adanya aliran elektron yang terdapat di dalamnya. Untuk elektron mengalir tersebut menjadi elektron dinamis yang bergerak.
  3. Penggunaan beberapa peralatan seperti bor listrik, komputer, televisi, mesin pendingin, maupun peralatan rumah tangga lainnya, pastinya untuk keberadaan dari listrik dinamis tersebut sangat dibutuhkan, terutama dalam kehidupan sehari-hari supaya kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

Analisis Pada Rangkaian Listrik Dinamis

Seperti yang sudah diketahui bahwa, untuk besaran dari aliran arus listrik di setiap listrik dinamis tentunya sangat berbeda-beda, karena hal ini dipengaruhi pada besarnya hambatan dan adanya perbedaan potensial.

Jika nilai dari  sumber tegangan lebih besar, maka hal ini akan menjadikan jumlah arus yang mengalir juga semakin besar.

Namun apabila hambatan tersebut telah diperbesar, tentunya arus listrik yang mengalir menjadi berkurang.

Sementara besaran yang terdapat di dalam listrik dinamis juga terdapat didalam hukum Ohm, yang mana untuk Hukum Ohm itu sendiri sebagai hukum yang yang memberikan penjelasan perihal hubungan antara sumber tegangan, besarnya hambatan dan juga kuatnya arus listrik.

Di dalam listrik dinamis, terdapat analisis beberapa terminologi yang seharusnya diperhatikan dengan baik, terutama bagi yang belum mengetahui perihal listrik dinamis.

Berikut ini analisis yang terdapat pada rangkaian listrik dinamis:

1. Loop

Loop ini menjadi siklus tertutup, yang mana pada bagian komponen titik akhir dan juga titik awal memiliki kesamaan.

Untuk setiap satu loop, hanya ada satu arus listrik saja yang akan mengalir dan juga bernilai potensial yang berbeda-beda di setiap loop nya.

2. Junction

Untuk analisis Junction ini menjadi sebuah titik temu antara dua komponen atau bahkan lebih dari dua komponen listrik.

Sementara untuk Junction itu sendiri juga lebih sering disebut sebagai node, yaitu tempat di mana arus listrik akan bertemu dan mempunyai sasaran yang berbeda, terutama pada bagian besarannya.

Apa Bedanya Listrik Dinamis dan Listrik Statis?

Berbicara perihal listrik dinamis, memang selalu identik dengan listrik statis. Namun tahukah Anda? Bahwa di antara kedua listrik tersebut mempunyai letak perbedaan yang cukup signifikan.

Namun, ada beberapa orang yang tidak bisa membedakan antara listrik dinamis dan listrik statis. Supaya tidak salah mengartikan di antara keduanya silahkan lihat perbedaannya seperti berikut:

1. Listrik Dinamis

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa, listrik dinamis merupakan listrik yang dapat berubah-ubah atau bergerak.

Untuk listrik dinamis menjadi keadaan adanya elektron bebas, yang mana untuk elektron bebas tersebut berasal pada elektron yang telah terpisah dari bagian atomnya masing-masing, sehingga akan bergerak pada benda yang memiliki sifat konduktor.

Listrik dinamis akan dikatakan sebagai listrik arus searah atau DC, apabila elektron-elektron bebas bergerak pada arah yang tetap.

Akan tetapi, apabila arah dari gerakan serta jumlah listrik secara periodik waktu, dengan hal ini maka, listrik dinamis disebut sebagai listrik AC atau arus bolak balik.

Berikut ini ada beberapa ciri yang memperlihatkan listrik dinamis, yaitu:

  • Memiliki perpindahan elektron atau aliran secara terus-menerus yang terjadi di aliran listrik dinamis.
  • Listrik dinamis masuk sebagai kategori yang dapat berubah-ubah atau bisa bergerak.
  • Listrik dinamis penghantar arus listrik yang sangat mudah berpindah, hal ini disebabkan elektron yang terdapat di bagian konduktornya.
  • Jenis listrik dinamis bisa dilakukan pengukuran menggunakan alat  ukur khusus yang sudah ditentukan.
  • Listrik dinamis hanya akan terjadi di bagian penghantar konduktor saja, karena untuk fungsi isolatornya sebagai pencegah dari sengatan listrik dari para penggunanya.

2. Listrik Statis

Kumpulan dari muatan listrik pada jumlah tertentu disebut sebagai listrik statis, terjadinya ketidakseimbangan pada muatan listrik yang terdapat pada permukaan benda.

Untuk muatan listrik pada benda akan sampai dengan cara melepaskan muatan listriknya.

Berikut ini ciri dari listrik statis:

  • Memiliki perpindahan elektron, dengan kata lain, aliran yang tidak terjadi secara kontinu atau tidak secara terus menerus.
  • Perpindahan dari elektron yang terjadi pada listrik statis disebabkan adanya gesekan, sehingga bisa terjadi karena induksi tidak mengalir secara kontinu.
  • Listrik statis menjadi energi yang mempunyai benda bermuatan listrik.
  • Listrik statis tergolong sulit untuk diukur, hal ini disebabkan adanya hambatan daya listrik, arus listrik dan juga tegangan listrik pada benda.

Secara umum, kinerja dari arus listrik itu sendiri akan melewati kawat penghantar yang terdapat di setiap satuan waktu.

Sehingga, para penggunanya bisa mengetahui berapa jumlah dari arus listrik yang akan mengalir. Hal ini juga seringkali disebut sebagai kuat arus listrik.

Baca juga: Jenis jenis Kabel Listrik

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *