Pengertian Listrik Statis

3 min read

Listrik statis dapat ditimbulkan karena terdapat fenomena benda-benda yang mempunyai aliran listrik, tanpa adanya sumber daya listrik saling bertautan.

Selain itu, benda-benda yang bisa menghasilkan elektron atau proton juga bisa menimbulkan adanya listrik statis. Untuk lebih memperjelas pengertian listrik statis, yuk simak ulasan di bawah ini.

Perlu diketahui bahwa, untuk listrik statis itu sendiri bisa saja ditimbulkan pada dua benda yang mempunyai muatan listrik berbeda.

Sementara untuk muatan listrik itu sendiri, dapat muncul karena adanya perpindahan elektron pada suatu benda ke bagian benda yang lainnya.

Di dalam benda tersebut terdapat dua muatan listrik, yakni muatan positif dan muatan negatif.

Pada sebuah muatan listrik akan dikatakan positif jika memiliki jumlah proton yang jauh lebih banyak, jika dibandingkan dari jumlah elektronnya.

Hal ini pun juga berlaku pada sebaliknya, sehingga untuk benda-benda yang tidak mempunyai muatan, seringkali disebut sebagai benda muatan netral.

Pengertian Listrik Statis
pengertian listrik statis, via canva.com

Pengertian Listrik Statis

Pengertian listrik statis yaitu ketidakseimbangan pada muatan listrik, ataupun di bagian permukaan benda. Untuk muatan listrik yang tetap terdapat pada benda, akan kehilangan pada sebuah arus listrik yang melepaskan muatan listriknya.

Untuk listrik statis contrast tersebut, pada arus listrik akan mengalirkan melalui konduktor yang lain atau melalui kabel, sehingga bisa mentransmisikan listrik.

Efek yang ditimbulkan dari listrik statis, bisa dilakukan dengan cara mendengar ataupun merasakan.

Namun ada beberapa orang yang bisa merasakan aliran listrik statis melalui percikan muatan yang telah dinetralkan, ketika berada didekat konduktor dan dialirkan pada tanah.

Muatan listrik statis juga dibuat pada setiap kali permukaan terpisah atau terhubung.

Contoh Listrik Statis

Perlu diketahui, bahwa untuk aliran dari listrik statis tidak bisa dialirkan dalam satu tempat ke tempat lainnya.

Akan tetapi, listrik statis hanya berkedip sebentar saja pada satu tempat, sehingga untuk listrik statis ini tidak dapat menghasilkan listrik.

Ada banyak sekali contoh dari peristiwa terjadinya listrik statis yang bisa Anda lihat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu seperti berikut:

  1. Kain Sutra yang digosokkan pada bagian batang kaca, maka akan memiliki reaksi saling tarik-menarik. Selain itu, keduanya pun juga akan saling menimbulkan loncatan elektron dari kain sutra. Dengan hal ini maka, dapat menimbulkan batang kaca memiliki muatan positif dan untuk kain sutra memiliki muatan negatif.
  2. Pada saat menggosok benang wol pada batu, maka tanpa diduga bulu-bulu yang terdapat pada benang wol tersebut akan diperketat, kemudian diikat pada beberapa bagian yang ada di sekeliling
  3. Ketika sedang menyisir rambut tanpa disadari rambut akan berdiri seiring pada gerakan sisir. Salah satu kejadian ini dikarenakan adanya interaksi antara sisir rambut dengan muatan.
  4. Saat penggaris plastik didekatkan pada kain wol, maka untuk kedua jenis benda tersebut tidak saling menarik, karena keduanya sama-sama memiliki muatan netral. Akan tetapi pada saat keduanya digosok-gosokkan, maka akan terjadi elektron yang ditimbulkan dari kain wol ke penggaris plastik. Sementara untuk penggaris plastik memiliki muatan negatif dan kain wol memiliki muatan positif.
  5. Ketika TV dimatikan dan tangan didekatkan pada layar TV, maka Anda bisa merasakan adanya rambut atau bulu-bulu yang terasa di tangan. Inilah yang dinamakan terjadinya aliran listrik statis.
  6. Penggaris plastik digosokkan pada rambut kering, kemudian didekatkan pada potongan kertas kecil-kecil, maka kertas tersebut tertarik penggaris dan seolah-olah penggaris tersebut memiliki magnet. Padahal kejadian seperti ini disebabkan adanya aliran listrik statis. Serpihan kertas memiliki muatan netral dan terinduksi karena tertarik muatan negatif pada penggaris.

Manfaat Listrik Statis

Peristiwa yang terjadi pada listrik statis memang bisa saja terjadi pada isolator dan konduktor.

Dengan adanya gesekan dan gosokan di antara keduanya tersebutlah, maka akan terdapat elektron yang berpindah pada satu atau material sebagian maupun pada bahan material yang lainnya.

Dengan hal ini maka, dapat menyebabkan kedua  benda yang dialiri listrik statis akan terisi. Ada banyak sekali manfaat dari listrik statis, di antaranya seperti berikut:

1. Sebagai Pembuat Kondensator

Listrik statis memiliki kegunaan sebagai pembuat kondensator pada bagian rangkaian elektronik.

Kondensator tersebut terdiri pada dua buah pelat logam dan dipisahkan pada suatu bahan dielektrik yang seringkali digunakan pada gelas dan keramik.

Apabila kedua ujung dari pelat logam terdapat tegangan listrik, maka untuk muatan-muatan positif terkumpul dalam salah satu kaki metalnya.

2. Sebagai Penggumpal Asap

Beberapa pabrik akan membutuhkan penggumpal asap untuk bisa  mengurangi asap dan debu yang kotor.

Penggumpal asap itu sendiri terdiri atas pelat logam dan kawat yang mana untuk kawat akan dialiri dengan tegangan tinggi mencapai 60 KV, sehingga bisa menghasilkan elektron yang lebih banyak dan kawat bermuatan negatif.

Berkat adanya listrik statis ini, maka sebuah pabrik besar misalnya seperti pabrik semen, pabrik pusat pembangkit listrik, pabrik baja ataupun pabrik yang lainnya akan lebih mudah menghilangkan asap dan debu-debu yang menempel.

Terutama pada bagian bawah cerobong yang seringkali mudah terdapat debu dan kotoran.

Cara Menciptakan Muatan Pada Listrik Statis

Muatan dari listrik statis bisa dimunculkan pada transfer elektron pada satu objek ke bagian objek yang lainnya.

Di dalam muatan listrik memang terdapat dua muatan, yaitu muatan positif dan muatan negatif. Untuk muatan negatif ini terjadi pada saat proton memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan elektron.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk dapat menciptakan muatan pada listrik statis, yaitu seperti berikut:

1. Cara Gosokan

Untuk bisa menciptakan muatan pada listrik statis ternyata bisa dilakukan dengan cara gosokan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa contoh yang dijelaskan di atas.

Bahwa Anda bisa mencoba listrik statis dengan menggunakan penggaris yang digosokkan pada kain wol atau bisa juga di gesekan pada rambut yang sudah kering.

2. Melalui Cara Sentuhan

Dengan cara gosokan, Anda pun bisa menciptakan muatan pada listrik statis dengan cara sentuhan atau seringkali disebut sebagai konduksi.

Untuk cara sentuhan ini bisa dicoba oleh Anda pada sebuah logam yang bermuatan positif. Untuk elektron yang terdapat pada logam  nantinya akan ditarik, karena logam bermuatan positif.

3. Cara Induksi

Selain kedua cara di atas, ada satu cara lagi untuk bisa menciptakan listrik statis, yang mana elektron yang terdapat di dalam benda bermuatan netral akan bergerak.

Akan tetapi, tidak akan meninggalkan benda tersebut. Misalnya sebuah logam yang memiliki elektron netral bergerak pada ujung B, logam tersebut akan berada dalam kondisi yang netral.

Listrik statis memang dapat ditimbulkan karena adanya sebuah fenomena yang mana untuk benda-benda yang mempunyai aliran listrik saling bertautan atau dengan kata lain.

Benda tersebut bisa menghasilkan elektron maupun proton tanpa harus repot menggunakan elemen pembangkit dari energi listrik.

Baca juga: Pengertian Listrik Dinamis

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *