Seni Rupa

3 min read

Deskripsi: Pengertian seni rupa, unsur-unsur, prinsip seni rupa.


Anda suka melukis atau menggambar? Atau mungkin tertarik untuk belajar tentang desain? Ternyata semua itu tidak bisa lepas dari kemampuan dan bakat Anda dalam bidang seni rupa.

Apa sebenarnya pengertian seni rupa? Apakah seni ini masih penting di era digital?

pengertian seni rupa
pengertian seni rupa

Pengertian Seni Rupa

Seni rupa sebenarnya merupakan salah satu cabang dari kesenian. Seni rupa adalah estetika yang diciptakan melalui sarana visual/ rupa.

Hasil seninya bisa dinikmati oleh indera penglihatan dan juga indera peraba. Wujud/visual/rupa adalah penghantar utama dalam menyalurkan imajinasi seni ini.

Hingga kini pengertian seni rupa yang baku masih belum ada. Banyak ahli yang mendefinisikan seni rupa dengan pengertian yang berbeda-beda dan cukup luas.

Bahkan ada beberapa ahli yang mendefinisikan seni rupa sama halnya dengan seni saja.

Seni berasal dari kata “sani” dalam bahasa Sansekerta.

Kata sani artinya adalah pelayanan atau pemujaan. Karena itulah, seni pada awal kemunculannya merupakan sarana pemujaan terhadap Tuhan. Ada sebutan lain untuk seni yaitu cilpa.

Cilpa bisa diartikan sebagai pewarna (kata benda) atau berwarna (kata sifat).

Kata cilpa pada perkembangannya ditambah dengan kata sastra, sehingga berubah menjadi cilpasastra.

Kata baru ini punya arti semua kekriyaan dari hasil keterampilan tangan dan punya nilai artistik.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Seni rupa tidak bisa dipisahkan dari berbagai unsurnya.

Seni yang dihasilkan dari olah tangan dan pikiran ini memang membutuhkan beberapa unsur secara bersamaan, yaitu:

1. Titik

Titik dianggap sebagai unsur terkecil yang ada pada seni rupa. Titik adalah awal mula adanya unsur lain seperti garis dan sudut.

Titik bisa berdiri sebagai unsur sendiri, tapi juga bisa menjadi langkah awal untuk membuat garis dalam seni lukis, sketsa, desain, dan lain-lain.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, ada juga seni yang menggunakan unsur titik saja tanpa garis. Seni rupa ini dinamakan pointilis.

Seniman pointilis menggambar sketsa objek hanya dengan menyusun kerapatan titik-titik pada bidang kertas atau kanvas.

2. Garis

Secara teori, garis adalah gabungan dari titik-titik atau bisa dibilang sebagai hubungan antar titik.

Misalnya saja Anda membuat titik A dan titik B, kemudian jika Anda ingin menghubungkan kedua titik ini, maka Anda akan menggambarkan garis.

Unsur garis sangat berperan penting dalam dunia seni rupa. Garis bisa digunakan untuk menggambarkan bidang.

Garis juga bisa berdiri sendiri untuk mengisi bagian yang kosong, misalnya dalam bentuk arsiran. Garis juga banyak digunakan untuk membuat sketsa.

3. Bidang

Beberapa garis yang saling terhubung di ujung-ujungnya bisa disebut dengan bidang. Masing-masing ujung dari garis ini saling bersambungan, sehingga bisa membuat area yang tertutup.

Contoh dari bidang datar misalnya segitiga, lingkaran, persegi panjang, dan lain sebagainya.

4. Bentuk/ Volume

Bentuk bisa dibilang sebagai bidang yang sudah punya volume. Gambaran benda ini sering disebut dengan bangun ruang atau 3 dimensi (3D).

Bentuk ini  bisa nyata punya volume jika diwujudkan dalam seni rupa 3D, tapi hanya bersifat semu dalam seni gambar.

Contohnya dalam seni patung yang dibuat dalam bentuk 3 dimensi. Patung tersebut pasti sudah punya volume tertentu.

Namun, dalam bentuk seni lukis atau gambar, bangun ruang ini hanya punya volume yang semu.

Misalnya gambar balok, kubus, silinder, kerucut, dan lain sebagainya.

5. Ruang

Ruang merupakan sebuah area yang dibentuk oleh seniman dalam karya seni rupa. Ruang ada yang bersifat semu, tapi ada juga yang asli.

Ruang dalam seni 3 dimensi disebut ruang asli. Sedangkan, ruang dalam karya 2 dimensi disebut ruang semu.

Selain pembagian di atas, ada juga istilah untuk ruang positif dan negatif.

Ruang yang berada di sekeliling bidang/volume disebut sebagai ruang negatif. Sedangkan, ruang dalam bidang/volume disebut dengan ruang positif.

6. Unsur Gelap dan Terang

Intensitas gelap dan terang sangat berpengaruh dalam karya seni 2 dimensi, misalnya saja dalam lukisan ataupun sketsa.

Seorang pelukis dengan aliran realis harus bisa menangkap gelap terangnya objek seakurat mungkin, agar gambarnya tampak nyata dan bisa menipu mata.

Intensitas gelap dan juga terang dalam gambar juga harus jadi perhatian bagi para seniman.

Seorang seniman harus bisa mengukur kadar terang dan gelap gambar, agar bisa menghasilkan seni yang bagus dan seimbang.

Tujuannya agar detail gambar tetap bisa dilihat.

7. Tekstur

Tekstur adalah halus kasarnya permukaan ketika diraba dengan tangan.

Tekstur ini pada karya seni rupa 3 dimensi nyata dan dibentuk dengan sangat teliti. Namun pada karya seni 2 dimensi, tekstur sifatnya semu.

Tekstur ini dibuat dengan keahlian tinggi untuk memberikan persepsi sesuai yang diinginkan oleh seniman tersebut.

Bagaimana caranya agar orang yang melihat karya seni tersebut bisa punya persepsi?

Apakah gambarnya halus atau kasar sesuai keinginan sang seniman?

8. Warna

Warna menjadi bagian sentuhan akhir dalam seni rupa, tapi warna punya peran yang sangat dominan.

Warna menentukan persepsi akhir terhadap seni rupa yang dibuat. Warna yang harmonis dan matching membuat karya seni terlihat artistik.

Pemilihan warna memang menjadi tugas yang berat untuk seorang seniman.

Ia harus mencari warna-warna yang bisa menghasilkan persepsi sesuai dengan keinginannya, misalnya warna cerah untuk menggambarkan kegembiraan.

Sedangkan gelap melambangkan duka atau misteri.

Prinsip Seni Rupa

1. Keseimbangan

Keseimbangan dalam karya seni rupa bisa dihasilkan dari bentuk dan juga warna.

Misalnya lukisan dengan objek yang simetris akan lebih nyaman dipandang mata. Keseimbangan psikologis bisa dihasilkan dari warna-warna yang harmonis.

Misalnya saja warna merah yang terlalu banyak bisa dinetralkan dengan sentuhan hijau. Warna putih dengan hitam. Warna gelap dan warna yang lebih terang.

Meskipun tidak simetris, tapi warna yang harmonis ini bisa menghasilkan ketenangan pikiran bagi orang yang melihatnya.

2. Keselarasan

Prinsip keselarasan bisa didapatkan dengan menggunakan beberapa trik seperti kemiripan, kesamaan, keselarasan, dan keterkaitan unsur satu dengan yang lainnya.

3. Penekanan

Maksud penekanan dalam seni rupa adalah menentukan point of interest dalam sebuah karya.

Prinsip ini bisa dihasilkan dengan menonjolkan 1 objek dibanding dengan objek lainnya.

Misalnya dengan membuat kesan latar belakang yang sedikit buram dibanding objek utama.

4. Kontras

Dua unsur yang punya karakteristik sangat berbeda bisa disebut kontras. Karya seni rupa biasa menggunakan kontras untuk menggambarkan penekanan atau ironi.

Contoh mudahnya seperti menggambar logam di atas tumpukan sutera, titik hitam di atas putih, dan sebagainya.

5. Clarity

Kejelasan (clarity) bisa dihasilkan jika karya seni tersebut mudah dipahami pesan/maknanya oleh orang yang melihat.

Prinsip ini banyak digunakan dalam bidang desain komunikasi visual, misalnya pada website, produk, interior, dan lain-lain.

Pengertian seni rupa memang sangat luas. Para ahli memiliki pemikirannya sendiri mengenai seni ini.

Namun, seni rupa hingga kini banyak digunakan untuk menyampaikan pesan lewat visual yang menarik dan artistik.

Visual inilah yang punya kekuatan untuk mempengaruhi psikologi orang lain.

                                     
           

UX / User Experience

Deskripsi: Pengertian User Experience (UX), fungsi, dan penggunaannya. User...
Hans
2 min read

Cara Membuat Infografis

Deskripsi: Cara membuat Infografis agar konten semakin mudah di...
Hans
3 min read

Buku Pengembangan Diri

Deskripsi: Buku Pengembangan Diri. Salah satu kunci untuk meraih...
rezky
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *