Pengertian Syair

3 min read

Deskripsi: Pengertian Syair, karakteristik, jenis, dan perbedaannya dengan Puisi.


Ada banyak sekali bentuk karya sastra, salah satunya adalah syair. Meski sudah ada sejak zaman kuno, tapi ternyata tidak banyak yang tahu tentang pengertian syair, bagaimana dengan Anda?

Karya sastra ini diciptakan untuk memberikan informasi, hiburan, dan inspirasi kepada orang-orang.

Sebagian besar diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi, tapi ada juga yang ditemukan tertulis di monolit, runestones, dan stelae.

pengertian syair
pengertian syair

Pengertian Syair

Jika Anda bertanya kepada sejumlah orang tentang apa pengertian syair, maka jawabannya akan sangat beragam. Pasalnya, definisi syair memang cukup banyak tergantung siapa yang mendefinisikannya.

William Wordsworth mendefinisikan syair sebagai “luapan perasaan yang kuat secara spontan”.  Sedangkan Dylan Thomas mengartikan syair sebagai sesuatu yang dapat membuatnya tertawa atau menangis.

Ada juga yang mengatakan bahwa syair adalah “lukisan dalam kata-kata”, “media untuk ekspresi diri,” atau “lagu yang memiliki rima dan menampilkan keindahan”. Manakah definisi yang benar?

1. Pengertian Secara Etimologi

Menurut asal katanya, istilah syair tercipta dari kata syu’ur, yang merupakan bahasa Arab dan bermakna “perasaan”.

Berdasarkan asal kata ini, istilah syair diartikan secara sederhana sebagai “cara seseorang untuk mengekspresi perasaan atau menyampaikan isi hati”.

Meski asal katanya adalah bahasa Arab, namun sejumlah sumber menyebutkan bahwa syair berasal dari orang-orang Persia yang pernah singgah di Nusantara pada ratusan tahun silam. Kala itu bersamaan dengan masuknya agama Islam.

2. Secara Harfiah

Arti syair secara harfiah cukup beragam, namun intinya masih sama. Berdasarkan sejumlah sumber, beberapa definisi syair adalah sebagai berikut:

  • Syair adalah jenis sastra yang menyampaikan pemikiran, menggambarkan sebuah adegan, menyampaikan emosi dan ide, atau menceritakan sebuah cerita dalam susunan kata-kata yang terkonsentrasi kepada pembaca atau pendengar.
  • Syair adalah karya sastra yang menggunakan intensitas khusus untuk mengungkapkan ekspresi, perasaan, dan gagasan dengan menggunakan gaya dan irama yang khas.
  • Syair adalah susunan kata-kata yang mengandung makna dan unsur musik.
  • Syair adalah bentuk tulisan yang bisa memiliki rima atau tidak, yang diciptakan untuk menyampaikan satu atau banyak perasaan seseorang di bawah karakteristik sastra yang berbeda.

Dalam pembacaannya, syair kerap menggunakan perangkat seperti assonance dan repetition untuk mencapai efek musik dan menciptakan suasana.

Syair juga didasarkan pada interaksi kata dan ritme. Ritme syair dalam setiap baris seringkali diatur dalam satu metrik tertentu.

Metrik adalah seperangkat aturan yang mengatur jumlah dan susunan suku kata di setiap baris. Berbagai jenis metrik memainkan peran kunci dalam puisi Klasik, Eropa Awal, Timur, dan Modern.

Sedangkan pencipta syair disebut dengan penyair, dan yang membacakannya disebut pujangga.

Karakteristik Syair

Berdasarkan pengertian syair dalam penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa syair memiliki sejumlah karakteristik seperti berikut ini:

  • Syair ditulis menurut aturan metrik dan rima yang cukup ketat, dan setiap budaya memiliki aturannya sendiri.
  • Dalam syair, kata-kata dirangkai untuk membentuk suara, gambar, dan ide yang mungkin terlalu rumit atau abstrak untuk dijelaskan secara langsung.
  • Semua baris dalam syair mengandung isi dan makna, yang secara umum jumlah barisnya adalah empat dan setiap baris biasanya terdiri dari empat sampai enam kata (namun dalam beberapa kasus juga bisa lebih).
  • Syair tidak memiliki sampiran seperti pantun.
  • Elemen struktur yang khas dari syair adalah baris, bait, bait, bait, dan paragraf bait.
  • Syair tidak terlalu bergantung pada unit linguistik kalimat dan paragraf seperti prosa, namun lebih pada unit organisasi yang murni puitis.
  • Syair menyertakan skema rima dengan dua baris atau lebih yang diakhiri dengan kata-kata yang terdengar serupa, misalnya a-b-a-b atau a-a-a-a.
  • Syair tidak menggunakan kalimat dan kata yang jelas maknanya, tapi lebih sering menggunakan bahasa kiasan.

Jenis Syair

1. Syair Panji

Syair ini bercerita tentang suatu keadaan atau suasana dan orang-orang yang hidup di dalam sebuah istana/kerajaan. Satu contoh syair panji paling populer sejauh ini adalah “Syair Ken Tambuhan”.

Syair ini mengisahkan seorang puteri cantik yang diculik dan dikurung di sebuah taman istana oleh Raja Kuripan.

2. Syair Agama

Syair jenis ini sudah ada sejak ratusan tahun silam dan dikenal luas oleh penduduk Indonesia pada zaman dulu. Pasalnya, syair agama pernah digunakan sebagai salah satu metode untuk menyebarkan agama Islam atau yang lebih dikenal dengan dakwah.

Syair agama dibagi lagi menjadi empat jenis yang terdiri dari syair cerita nabi, syair sufi, syair nasihat, dan syair ajaran Islam.

3. Syair Romantis

Selain identik dengan kisah cinta atau ungkapan kasih sayang, syair ini juga berisi hikayat atau cerita rakyat.

Meski berhubungan dengan cinta, tapi syair ini sudah tidak lagi digunakan di zaman sekarang, karena kata-katanya sudah terkesan kuno dan lebih cocok diucapkan pada zaman dahulu.

4. Syair Kiasan

Syair kiasan biasa digunakan untuk menyindir suatu kejadian atau peristiwa. Kiasan dalam syair ini meliputi perandaian objek tertentu, seperti tanaman, hewan, atau buah yang memiliki perasaan dan dapat berbicara.

Secara umum, syair ini kerap digunakan pada acara pernikahan adat sebagai bagian dari hiburan.

5. Syair Sejarah

Berdasarkan namanya, sudah dapat ditebak bahwa syair ini berisi tentang sebuah peristiwa, tempat, atau tokoh tertentu yang ada dalam sejarah.

6. Syair Kehidupan

Syair ini khusus diciptakan untuk mengungkapkan isi hati penulis tentang kehidupan yang sedang ia jalani, seperti perasaan sedih, gundah gulana, mungkin juga kebingungan yang sedang ia rasakan, dan sebagainya.

7. Syair Persahabatan

Selain kisah cinta dengan pasangan, ada juga jenis syair yang berisi tentang persahabatan. Pada zaman dulu, syair jenis ini kerap dibacakan pada acara perpisahan sekolah.

Perbedaan Syair dan Puisi

Selama bertahun-tahun, syair disebut sebagai sinonim untuk istilah puisi. Karena bagi banyak orang, syair dan puisi sekilas mungkin tampak sama.

Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, seperti:

  • Syair bisa berima (memiliki rima), bisa juga tidak, namun puisi tidak harus berima.
  • Syair menggunakan bahasa kiasan dan memiliki aturan jumlah baris, sedangkan puisi tidak wajib.
  • Beberapa syair diciptakan untuk mengungkapkan sebuah kisah atau cerita, sedangkan puisi hampir semuanya berisi ungkapan perasaan yang dalam atau penuh makna.
  • Panjang kalimat dalam puisi bisa bervariasi, tapi dalam syair sekitar empat suku kata.
  • Kebanyakan syair menggunakan bahasa Melayu, sedangkan puisi menggunakan Bahasa Indonesia.
  • Kebanyakan syair bisa dibacakan dengan tempo yang cepat dengan nada semangat atau perjuangan, namun puisi lebih banyak dibacakan dengan intonasi rendah dan sedih atau menyayat hati.
  • Ketika menelusuri kembali ke asalnya, syair memiliki usia yang jauh lebih tua daripada puisi. Karena itu, syair disebut juga dengan puisi lama atau kuno, sedangkan syair versi baru disebut dengan puisi.

Meskipun termasuk karya sastra lama, syair tetap menjadi bagian penting dari seni dan budaya hingga saat ini.

Pasalnya secara artistic, syair dapat menerjemahkan kata-kata sedemikian rupa untuk membangkitkan emosi yang kuat dari pembaca atau pendengar.

                                     
           

Contoh Daftar Pustaka

Deskripsi: Contoh daftar pustaka, tujuan dan cara menulisnya. Ketika...
Hans
4 min read

Cara Menulis Daftar Pustaka dari…

Deskripsi: Cara menulis daftar pustaka dari Jurnal. Jurnal merupakan...
Hans
4 min read

Pengertian Debat

Deskripsi: Pengertian Debat, tujuan, ciri-ciri, jenis, unsur, tata cara,...
Liwa Ayu Putri
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *