Teori Nebula

2 min read

Deskripsi: Teori Nebula menurut beberapa ilmuan Astronomi, dan proses terbentuknya Tata Surya.


Apa itu Teori Nebula?

Planet bumi menjadi satu kesatuan bersama gugusan planet lain dalam orbit tata surya dengan matahari sebagai pusatnya.

Ada banyak teori yang mencoba menjelaskan bagaimana tata surya dapat terbentuk, salah satunya ialah Teori Nebula atau biasa disebut Teori Kabut Kant-Laplace.

Sesuai dengan namanya, teori nebula dikemukakan oleh dua ilmuan Immanuel Kant (1724 – 1804) melalui bukunya yang bertajuk “Allgemeine Naturgeschichte” dan Piere Simon de Laplace (1749 – 1827) pada buku “Exposition du systene du monde”.

Kesimpulan dari teori Nebula yang dikemukaan oleh kedua ilmuan ini dapat menjelaskan proses pembentukan tata surya secara gamblang dan menjadi teori yang paling banyak diterima.

Teori ini berhasil menjelaskan bahwa tata surya memiliki orbit berbentuk elips dengan planet-planet yang mengelilingi matahari.

Proses Pembentukan Tata Surya Menurut Teori Nebula

Pada bukunya, Immanuel Kant menjelaskan jagad raya terbentuk dari gumpalan kabut yang beputar secara perlahan yang kemudian bagian tengahnya berubah menjadi gumpalan gas dan membentuk matahari.

Sedangkan bagian kabut di sekitarnya membentuk planet, satelit, dan benda langit lainnya.

Hipotesis lain yang hampir sama dikemukakan oleh Piere Simon de Laplace. Menurutnya tata surya terbentuk akibat adanya kabut panas yang berputar membentuk gumpalan kabut yang menyerupai bola besar.

Bola tersebut memepet pada kutubnya dan bagian ekuatornya melebar.

Kemudian massa gas pada ekuatornya menjauhi gumpalan inti dan membentuk cincin-cincin yang melingkari intinya.

Lama-kelamaan cincin-cincin tersebut memadat dan membentuk sebuah planet bersama satelit dan benda langit lainnya.

Sedangkan inti kabut berbentuk bola besar yang memijar disimpulkan sebagai matahari.

Berdasarkan kedua teori tersebut, persamaan yang muncul ialah material pembentuk tata surya berasal dari kabut (nebula). Untuk itulah diberi nama teori Nebula.

Secara umum, proses pembentukan tata surya menurut teori Nebula dapat dijelaskan melalui gambar berikut:

proses pembentukan tata surya teori nebula
image via buzzle.com

Keterangan:

A. Adanya kabut Nebula, yang merupakan gas dan debu.

B. Kabut itu berputar dengan kuat dan terjadi pemadatan dibagian tengah

C. Di bagian tengah terbentuk Matahari (sebagian besar dari kabut tersebut), dan kemudian di bagian pinggir-pinggirnya terbentuk planet-planet, yang awalnya planet-planet tersebut masih pijar kemudian mendingin dan memadat

D. Matahari berputar pada porosnya, dan planet-planet yang sudah terbentuk juga berotasi sekaligus berevolusi mengelilingi Matahari, dan inilah sistem Tata Surya.

Teori Nebula Menurut C. von Weizsaeckar

Perkembangan teori kabut tidak berhenti pada masa Kant-Laplace saja. Pada abad 20, seorang ilmuan astronomi dari Jerman, C. von Weizsaeckar mengemukakan teori kabutnya.

Dia menjelaskan bahwa pada zaman purba pernah muncul suatu lapisan bersifat gas yang sebagian besar tersusun dari unsur hidrogen dan helium.

Gas tersebut kemudian keluar jauh dari garis khatulistiwa Matahari. Namun sebagian besar kandungan hidrogen dan helium ini justru menghilang.

Sebagai akibat dari adanya tekanan energi panas dan radiasi matahari, hidrogen dan helium tersebut juga meninggalkan unsur-unsur yang lebih berat dari sebelumnya.

Kemudian, unsur-unsur tersebut berkumpul secara bertahap dalam suatu deretan massa yang menarik bahan-bahan lain di luar angkasa dan menjadi planet.

Sedikit berkembang dari apa yang disampaikan oleh Kant-Laplace. Weizsaeckar mencoba menjelaskan bahwa gas yang menjadi material pembentukan tata surya menurut teori kabut tersusun atas sebagian besar unsur hidrogen dan helium.

Kelemahan Teori Nebula

Teori Kabut Nebula yang dikemukakan oleh Kant-Laplace memang menjadi teori pembentukan tata surya yang paling banyak diterima. Meski begitu, teori ini juga memiliki kelemahan sebagai berikut:

  • Menurut Sir James Jeans dan James Clerk, massa bahan yang terdapat pada cincin-cincin yang terbentuk tidak cukup menghasilkan tarikan gravitasi. Hal ini membuatnya kurang memungkinkan untuk memadat menjadi planet.
  • Menurut F. R Moulton, yang seharusnya memiliki momentum sudut paling besar adalah planet, bukan matahari. Sedangkan pada teori kabut menjelaskan bahwa matahari yang memiliki momentum paling besar dengan massa terbesar.

Itulah penjelasan tentang Teori Nebula dan beberapa ilmuan yang mencetuskannya. Semoga penjelasan di atas dapat diterima dan bermanfaat bagi kita.

                                     
           

Pasang Surut Air Laut

Deskripsi: Pengertian pasang surut air laut, dan faktor penyebabnya....
Hairo
1 min read

Fase-Fase Bulan

Deskripsi: Mengenal fase-fase Bulan dan penjelasanya. Pernahkah Anda mengamati...
Hairo
2 min read

Umbra dan Penumbra

Deskripsi: Pengertian Umbra dan Penumbra serta pengaruhnya terhadap Bumi....
Hairo
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *