Virus Komputer

3 min read

Deskripsi: Pengertian Virus Komputer, sejarah, jenis-jenis virus komputer, tanda komputer terinveksi virus.


Secara sederhana virus komputer merujuk pada program yang memiliki kemampuan untuk menggandakan diri sendiri, dan kemudian menyebar menyelinap ke program lain.

Virus ini akan memberikan dampak negatif karena dapat menyebabkan error pada perangkat komputer.

Selain merusak software atau perangkat lunak, virus juga memiliki potensi untuk merusak hardware (perangkat keras) komputer.

Apabila virus sudah terlalu banyak, membasminya dengan antivirus tidak akan berhasil. Dalam kondisi ini, pengguna harus melakukan format hardisk.

Virus Komputer

Pengertian Virus Komputer

Secara umum, virus komputer dapat didefinisikan sebagai sebuah program perangkat lunak berbahaya, yang masuk ke komputer tanpa sepengetahuan pengguna.

Virus biasanya melakukan berbagai tindakan merugikan, seperti mereplikasi diri sendiri, kemudian menyusup ke program lain.

Istilah virus komputer pertama kali dikemukakan secara resmi oleh Fred Cohen di tahun 1993. Fred menyebutkan, bahwa virus tidak pernah muncul secara alamiah, namun diciptakan dan dilepaskan oleh pihak-pihak tertentu.

Jadi, virus komputer berada di bawah kendali manusia yang membuatnya.

Sejarah Virus Komputer

Virus sudah eksis sejak awal diciptakannya perangkat komputer. Pada mulanya, virus pertama yang dibuat bernama Core War.

Tujuannya adalah untuk menyerang, memperbaiki, serta memusnahkan program. Dampak yang ditimbulkan tentu saja negatif karena membawa kerugian.

Seiring dengan semakin berkembangnya virus, diciptakan juga program aplikasi guna mencegah berkembangbiakknya virus pada komputer.

Dengan begitu, maka kerusakan perangkat dapat dihindari. Namun, kemunculan virus-virus canggih juga tidak dapat dihindari.

Di tahun 1989 misalnya, ditemukan sebuah virus bernama polimorf yang mampu mengubah diri jadi variasi baru, yaitu V2Px.

Setahun setelahnya, dunia teknologi kembali digemparkan dengan kemunculan DIR II yang menyerang data-data FAT, sehingga menyebabkan kerusakan program.

Jenis-jenis Virus

Selain mengetahui pengertian virus, ada baiknya pengguna perangkat PC dan laptop juga mengenali jenis-jenis virus yang ada.

Hal tersebut dikarenakan setiap virus akan menimbulkan gejala dan dampak berbeda.

Berikut di bawah ini adalah beberapa jenis virus yang biasa menyerang PC:

1. Worm

Menggandakan diri pada hardisk, sehingga membuat space hardisk penuh. Meskipun tidak berbahaya, namun worm sangat mengganggu karena bisa membuat program aplikasi berjalan lambat. Oleh karena itu, maka virus worm harus segera dibasmi.

2. Trojan

Mengambil data pada perangkat komputer terinfeksi dan kemudian mengirimkannya kepada pembuat trojan. Virus ini dapat membahayakan pengguna komputer karena segala kegiatannya dipantau.

Trojan umumnya menyelinap melalui internet open source, email, dsb.

3. Spyware

Mengawasi aktivitas pada komputer yang sudah terinfeksi. Spyware adalah program berbahaya yang dapat memasang dirinya sendiri ke sebuah sistem dengan maksud mencuri data pengguna atau merusak sistem.

Spyware biasanya muncul dalam bentuk iklan.

4. Backdoor

Meretas akun atau situs tertentu, namun biasanya backdoor tidak begitu mencolok, kecuali peretas mengambil langkah ekstrem, seperti mengubah atau menghilangkan data.

Dalam beberapa kasus, backdoor digunakan untuk meretas data dari e-commerce ternama.

5. Rogue

Program peniru antivirus yang terlihat seperti antivirus normal lainnya, dan biasanya rogue juga memberikan fake warning mengenai virus.

Tujuannya adalah menghasilkan uang dan menyelinap ke sistem keamanan komputer untuk menyebarkan virus lain.

6. Rootkit

Cara kerjanya mirip dengan sistem komputer normal, sehingga tidak heran banyak sering terkecoh dengan virus ini. Rootkit biasanya terlihat seperti program root komputer.

7. FAT

File Allocation Table Virus cukup berbahaya, sebab virus ini mampu memusnahkan file di sistem yang terinfeksi. Selain itu, FAT juga dapat menyembunyikan file-file pengguna.

8. Metamorphic Virus

Virus satu ini terbilang sangat canggih. Hal tersebut dikarenakan metamorphic dapat mengubah kodenya sendiri, sehingga sulit terdeteksi perangkat antivirus.

9. Companion Virus

Virus ini dapat merubah berbagai format file pengguna perangkat komputer, sehingga user sulit menemukan file yang dicari. Companion virus terkenal sangat sulit ditemukan.

10. Polymorphic

Jenis virus polymorphic mempunyai kemampuan mengubah diri, sehingga tidak bisa dideteksi oleh sistem operasi maupun anti virus.

Tanda-Tanda Komputer Terserang Virus

Mengetahui pengertian virus saja ternyata tidak cukup untuk membuat user bisa mengenali bagaimana gejala komputer yang terserang malware.

Padahal, dengan mengetahui gejalanya lebih dini, maka bisa segera mengambil langkah penanganan yang tepat.

Berikut ini adalah gejala saat perangkat PC atau laptop terkena virus:

1. Kemunculan Pop Up Tidak Terduga

Gejala paling umum terjadi pada perangkat yang dimasuki virus adalah berupa kemunculan iklan pop up secara terus-menerus.

Selain mengganggu, pop up juga berpotensi mengundang virus lain untuk berdatangan menyelinap ke perangkat komputer.

2. Kinerja Komputer Melambat

Apabila fungsi perangkat komputer menjadi lambat tidak seperti biasanya saat digunakan untuk membuka program atau aplikasi, maka kemungkinan sudah terinfeksi virus.

Apalagi kalau ternyata tidak ada masalah pada RAM dan ROM.

3. Terdapat Aktivitas Mencurigakan di Hardisk

Ciri dari PC terkena virus adalah hardisk menjadi terlalu aktif. Dengan kata lain, timbul aktivitas tidak biasa pada hardisk, seperti muncul suara dengung mengganggu, dan sebagainya.

Apabila mendapati gejala ini, langsung saja lakukan scan virus.

4. Memori Penyimpanan Berkurang

Ruang penyimpanan komputer mendadak penuh, meskipun tidak banyak file, data, dan aplikasi terinstall?

Hal tersebut bisa menjadi tanda dari aktivitas virus yang telah menggandakan diri, namun tidak disadari oleh user.

5. File Menghilang Secara Misterius

Mungkin sudah banyak yang pernah mengalami hal ini, dimana file yang disimpan menghilang secara tiba-tiba.

Penyebabnya bisa jadi dikarenakan komputer terserang virus yang memiliki kemampuan menyembunyikan, memindahkan, atau menghapus file dan data.

6. Muncul Pesan Error

Apabila program di PC mulai membuka serta menutup otomatis, sistem yang tiba-tiba membeku tanpa alasan, maupun muncul pesan error aneh, hal tersebut bisa menjadi indikasi kalau PC telah terinfeksi virus berbahaya.

7. Antivirus Tidak Berfungsi

Pernah mengalami kejadian dimana antivirus sulit diaktifkan atau bahkan tidak bisa dibuka sama sekali? Bisa jadi penyebabnya adalah virus yang sudah lama bersarang di perangkat.

8. Tools Default Tidak Berfungsi

Ketika tools default sistem operasi seperti Registry Editor tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka user harus waspada.

Terjadinya kondisi malfungsi pada tools default adalah salah satu tanda bahwa ada kegiatan self defense malware.

9. Akun Sosial Media Dibajak

Jika akun media sosial tiba-tiba memposting atau mengirim pesan ke jejaring pertemanan tanpa sepengetahuan pengguna asli, maka artinya perangkat telah diretas.

Cara Mengatasi Virus di Perangkat PC

Setelah tahu pengertian virus, jenis-jenis, serta bahayanya, maka pengguna harus lebih berhati-hati dalam mengakses berbagai hal dari internet.

Meskipun begitu, ada beberapa cara mengatasi virus yang dapat dijadikan referensi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Install aplikasi antivirus terbaik
  • Menghapus virus menggunakan basis data atau database signature based detection, heuristik, atau quantum

Jangan lupa mencegah masuknya virus dengan cara:

  • Tidak mengunduh aplikasi sembarangan
  • Berhati-hati ketika menggunakan WiFi publik
  • Selalu melakukan scanning pada portable device
  • Melakukan backup data berkala
  • Tidak asal klik link dari sumber terbuka di internet
  • Memiliki backup data dan simpan di cloud, drive, atau hardisk eksternal
  • Langsung memutuskan koneksi internet ketika melihat gelagat mencurigakan
  • Selalu menggunakan safe mode saat menjalankan sistem operasi
  • Menghapus temporary file sebelum memutuskan melakukan scan menyeluruh
  • Selalu memastikan tidak ada program mencurigakan di perangkat
  • Reset browser secara berkala

Paham tentang pengertian virus saja ternyata tidak cukup bagi pengguna aktif perangkat PC maupun laptop.

Sebaiknya user tahu bagaimana cara mencegah masuknya virus dan mengatasinya, sehingga tidak langsung panik ketika perangkat terdeteksi terserang virus atau malware.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *