ROM (Read Only Memory)

3 min read

ROM atau Read Only Memory merupakan sebuah perangkat keras atau hardware yang memang memiliki kesamaan dengan RAM, yaitu dapat diakses secara random atau acak.

Dan perbedaannya adalah data yang disimpan dalam ROM bersifat permanen atau tidak akan mudah hilang meskipun komputer dimatikan secara paksa. Terdapat di Motherboard dan didalamnya ada sebuah CMS.

CMS atau Chip Memory Semiconductor yang terdapat pada ROM berguna sebagai tempat penyimpanan informasi firmware yang bersifat permanen.

Didalam firmware berisi tentang kode-kode pemograman yang berguna agar komputer dapat berjalan dengan baik. Berikut ini pengertian ROM, fungsi, jenis dan  bentuk ROM.

Pengertian ROM
pengertian ROM, via canva.com

Pengertian ROM

ROM memiliki pengertian sebagai perangkat keras atau hardware yang dapat menyimpan data secara permanen.

ROM atau Read Only Memory merupakan media yang dapat menyimpan data dan tidak akan berubah meski komputer telah di matikan secara paksa.

Hal ini karena ROM berisi data yang berbentuk kode – kode pemograman atau yang disebut firmware dan telah diisi oleh pabrik asalnya.

Sebagai media penyimpanan yang bersifat permanen, salah satu contoh dari perangkat keras ini adalah ROM BIOS.

Berisi tentang sebuah sistem dasar firmware yang mengatur semua komponen komputer saat proses booting dilakukan.

Selain itu, ROM juga biasanya disebut sebagai non-volatile chip yang menyebab kan data pada ROM tidak bisa mudah menghilang dan tertanam pada chip tersebut.

Fungsi ROM

Anda juga perlu memahami fungsi ROM sebagai hardware yang berada di dalam sebuah komputer. ROM memiliki fungsi utama sebagai media penyimpanan infromasi firmware yang bersifat permanen dan tidak di hapus.

Di sisi lain ROM atau Read Only Memory juga memiliki fungsi-fungsi lainnya, seperti penjelasan berikut ini. Jika saat Anda menghidupkan sebuah komputer dan terkadang ada kalimat “ Press F2 to enter BIOS”.

Hal ini yang merupakan akses untuk menuju ke tampilan Basic Input Output System atau yang disingkat dengan BIOS.

BIOS merupakan penggunaan dari sebuah ROM. Di dalam BIOS terdapat juga sebuah informasi tentang komponen yang ada di dalam komputer.

Data-data penting yang berupa kode terhubung dengan proses booting dan tersimpan dalam sebuah chip bernama ROM.

Hal ini karena ROM yang hanya memiliki kemampuan peyimpanan yang permanen dan hanya bisa membaca sebuah data.

Pada umumnya ROM yang digunakan sebagai media penyimpanan informasi booting adalah ROM yang berjenis EEP atau Electrically Erasable Programmable.

Jenis-Jenis ROM

Sebagai media penyimpanan yang hanya dapat membaca data, ROM juga menawarkan berbagai macam sesuai fungsi dan kegunaan masing-masing user.

Beragam jenis dan keunggulan yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna atau user komputer. Berikut ini pembahasan tentang jenis-jenis ROM.

1. Mask ROM

Untuk jenis ROM yang pertama adalah jenis yang non-flashable atau di tidak bisa tulis ulang. Dari segi tampilan ROM mask juga ditutupi dengan lapisan masked off.

Mask ROM juga terdiri dari suatu proses yang disebut dengan photolithography. Hal ini berfungsi sebagai protect atau pertahanan kekayaan intelektual.

Disisi lain, kekurangan Mask ROM adalah tidak bisa di upgrade karena ROM yang bersifat non-flashable.

2. Programmable ROM

Programmable ROM adalah jenis yang didalamnya terdapat sebuah chip memori. Dan chip memori ini hanya dapat di isi dengan data hanya satu kali saja.

Ketika sebuah program sudah dimasukan kedalam PROM atau Programmable ROM maka otomatis proram tersebut akan berada di PROM selamanya.

Kebanyakan PROM dijual dalam keadaan yang sangat kosong atau tidak ada data didalamnya.

3. Erasable Programmable ROM

Erasable Programmable Read Only Memory atau disingkat EPROM merupakan ROM yang dapat di program ulang dan datanya juga dapat dihapus.

Di dalam EPROM juga di bagi menjadi dua bagian.

  1. UV EPROM atau Ultraviolet EPROM merupakan jenis ROM yang datanya dapat dihapus dengan sinar ultraviolet.
  2. EEPROM atau Electrically EPROM merupakan jenis ROM yang datanya dapat di hapus atau diprogram ulang dengan aliran listrik.
  3. Electrically Erasable Programmable ROM

EEP ROM merupakan ROM yang merupakan bagian dari PROM yang datanya bisa dihapus dengan intruksi elektris. Salah satu contoh dari ROM ini adalah Flash Memory.

Flash Memory pada umumnya digunakan untuk keperluan pada Camera Digital, Console Video Game, dan chip yang terdapat pada Basic Input Output Syestem.

5. Flash Memory ROM

Flash Memory merupakan sebuah Memory Chip yang berguna sebagai menyimpan data meskipun power supply telah dimatikan.

Pada ROM ini juga ditemukan dalam kamera digital, hal ini karena hasil gambar tidak akan hilang meskipun baterai sebagai power dalam kondisi habis habis.

Flash memory lebih sering digunakan sebagai pengganti sebuah disket dalam menyimpan sebuah data.

Cara Kerja ROM

Pada dasarnya ROM dapat bekerja meski sebuah komputer dalam keadaan mati atau terputus dari daya listrik. ROM hanya menyimpan berbagai proses data pada sebuah program yang sifatnya sangat mendasar.

Cara kerja yang dilakukan oleh Read Only Memory adalah dengan seperti penjelasan singkat dibawah ini.

Read Only Memory memasukan data yang diterima dan kemudian data dikonversi atau di olah menjadi informasi firmware yang kemudian informasi tersebut di tampilkan melalui output devices. Atau lebih singkatnya seperti ini. Input Devices – Data – ROM – Information – Output Devices.

Bentuk ROM

Pada awalnya bentuk ROM ini terdiri dari berbagai sirkuit – sirkut terstruktur. Di dalam ROM juga terdapat switch transistor atau data yang secara fisik di konversikan menjadi kode dalam susunan.

Dari awal diciptakan ROM memang di desain Read Only atau hanya dapat membaca data. Pada tahun 1990 baru muncul jenis ROM yang dapat di flash oleh para pengguna atau user.

Memori dengan jenis yang bisa di flash merupakan memori yang memberikan ROM lebih baik dari sebelumnya. Flash memori juga datanya dapat di tulis ulang serta dapat dihapus atau yang biasanya disebut non-volatile.

Data di dalam Flash memori tetap ada meski komputer dalam kondisi off. Ini berati juga membuat firmware dapat di perbaharui.

Pada dasarnya juga ROM merupakan penyimpanan yang sangat kecil dibandingkan dengan komponen – komponen lain nya yang ada di Motherboard.

Infromasi firmware pada umumnya tidak menggunakan ruang yang banyak. Karena data yang di olah termasuk sangat kecil.

Hal ini juga membuat ROM yang besar tidak akan mempercepat proses booting saat komputer di hidupkan.

Baca juga: Perbedaan RAM dan ROM

Demikian pembahasan mengenai pengertian ROM, fungsi, jenis, cara kerja dan bentuknya.

Read Only Memory memiliki fungsi yang hanya dapat membaca data dan sulit diubah menjadi ciri khas dari sebuah ROM.

Sekian. Semoga artikel ini bermanfaat.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *