CHMOD dan CHOWN

2 min read

Deskripsi: Mengenal apa itu CHMOD dan CHOWN, Perbedaan dan contoh penerapannya.


Bagi Anda yang menggunakan sistem operasi Linux, tentu tidak asing lagi dengan istilah Chmod dan Chown.

Seperti yang kita ketahui, Linux merupakan sistem operasi yang masih umum digunakan, terutama oleh para programmer.

Sistem operasi Linux biasanya banyak menggunakan teks perintah untuk melakukan instalasi.

Baik untuk menyalin, membuka atau bahkan mengoperasikan file. Jika menggunakan Linux, Anda juga pasti akan mengetahui teks perintah dasar Chmod dan juga Chown.

Berikut akan kami ulas secara lebih detail, mulai dari pengertian, fungsi, cara pemakaian dan juga perbedaan Chmod dan Chown bisa Anda simak di bawah ini.

CHMOD dan CHOWN

Perbedaan CHMOD dan CHOWN

Sebelum kita membahas mengenai perbedaan Chmod dan Chown, terlebih dahulu kita akan membahas mengenai pengertian keduanya. Berikut ini pengertian singkat mengenai keduanya.

1. Pengertian CHMOD

Chmod adalah singkatan dari Change Mode. Chmod merupakan sebuah perintah yang berfungsi untuk memberikan akses atau permission kepada User untuk mengubah mode dari file atau folder.

Chmod memiliki 3 hak akses yang dilambangkan oleh simbol, yaitu:

  • Read (r)
  • Write (w)
  • Execute (z)

2. Pengertian CHOWN

Chown merupakan kepanjangan dari Change Owner. Chown ini berfungsi untuk mengubah suatu perintah mengenai kepemilikan file atau folder kepada user tertentu.

Dengan adanya Chown, maka hanya user terkait yang dapat mengakses atau mengubah file dan juga folder tersebut.

Pada dasarnya ada 3 jenis Chown, yaitu:

  • Type Owner Explanasi merupakan pengguna yang merupakan pembuat atau yang memiliki file atau direktori.
  • Type Grup Explanasi merupakan anggota yang termasuk dalam satu grup yang sama.
  • Type Others Explanasi adalah merupakan pengguna yang masuk ke dalam sistem, namun bukan termasuk owner ataupun grup.

Cara Pemakaian CHMOD dan CHOWN

Baik Chmod ataupun Chown, keduanya bisa dijalankan dengan menggunakan terminal di Linux.

Untuk dapat mengetahui perbedaan Chmod dan Chown, kita dapat melihatnya cara pemakaian dari keduanya.

Chmod dan Chown merupakan perintah dasar yang hanya bisa digunakan oleh user root dan super user.

Anda bisa melihat kepemilikan sebuah file dengan menggunakan perintah is-I atau II.  Simak selengkapnya berikut ini:

1. Contoh Penggunaan Chmod Untuk Mengubah Hal Akses File dan Folder

Untuk mengubah akses di Linux, Chmod dapat menggunakan format berikut ini:

  • $ chmod [permissions] [file]

Permission disini dapat diisi dengan notasi numerik yang merupakan format untuk dapat mengubah semua tipe user.

Contohnya bila Anda ingin mengubah hak akses dari folder C menjadi “drwx-r–rw-“.

Maka perintah yang digunakan adalah seperti berikut ini:

  • $ chmod 746 folderC

Atau Anda juga dapat menggunakan rumus berikut ini untuk mengubah file:

  • $ chmod 746 fileC.txt

Permission juga dapat menggunakan notasi simbol untuk memodifikasi user tertentu.

Misalnya jika Anda ingin mengubah akses user (u) menjadi (rwx), atau ingin mengubah grup (g) menjadi (rw) dan ketika ingin mengubah others (o) menjadi (rw).

Nah, Anda dapat menggunakan perintah seperti berikut ini :

  • $ chmod u=rwx fileC.txt
  • $ chmod g=rw fileC.txt
  • $ chmod o=rw fileC.txt

Chmod ini sendiri juga memiliki beberapa mode yang sering dipakai. Diantaranya adalah seperti berikut ini :

  • Chmod 644

Chmod 644 sangat cocok digunakan untuk file yang dapat diakses oleh publik. Mengapa demikian?

Hal tersebut dikarenakan karena mode ini memiliki keseimbangan antara fleksibilitas dan juga keamanan.

Dengan menggunakan mode ini, Anda sebagai pengguna juga memiliki kemampuan penuh untuk memodifikasi serta mengakses file yang diinginkan.

Sementara pengguna yang lain hanya dapat mengakses saja tanpa bisa memodifikasi.

  • Chmod 777

Dengan menggunakan hak akses 777, maka akan mengakibatkan semua user dapat melakukan apapun terhadap file tersebut.

Jadi, user dapat mengakses, memodifikasi serta mengeksekusi file tersebut dalam sistem. Chmod 777 bisa dibilang cukup beresiko, terutama untuk tingkat keamanannya.

Apalagi jika hal tersebut diterapkan pada file yang dibagikan untuk publik, seperti hosting dan lain sebagainya.

  • Chmod 755

Chmod 755 juga merupakan metode yang dapat membuat semua user dapat mengakses dan juga memodifikasi file tersebut.

Mode tersebut biasanya sering digunakan pada jenis file yang membutuhkan perintah untuk berpindah dari satu direktori ke direktori yang lainnya.

  • Chmod 555

Pada mode ini, semua user tidak dapat memodifikasi file. Jadi, hanya super user lah yang dapat melakukan modifikasi atau perombakan.

2. Contoh Penggunaan Chown Untuk Merubah Kepemilikan

Chown dapat digunakan untuk merubah kepemilikan dari sebuah file atau folder. Format perintah Chown adalah sebagai berikut:

$ chown [owner/group owner] [nama file]

Kemudian, kita akan melihat format yang muncul dengan mengikuti perintah di atas.

Contoh pada folder yang dimiliki oleh user semutvps, apabila Anda ingin merubah file tersebut. Format yang muncul yaitu:

drwxrwxr-x 2 semutvps semutvps 4090 Des 3 07:16 folderC

Bagaimana cara merubah kepemilikan dengan menggunakan perintah dasar Chown? Simak contohnya berikut ini ya!

2.1 Mengganti Kepemilikan

Mengganti kepemilikan dari folder semutvps menjadi root, dapat dilakukan dengan menggunakan format berikut:

$ chown root folderC

2.2. Mengganti Grup

Jika Anda ingin mengganti kepemilikan menjadi grup. Anda dapat menerapkan format berikut:

$ chown :root folderC

2.3 Mengganti Kepemilikan dan Grup

Mengganti kepemilikan dan juga grup dapat dilakukan dengan menggunakan perintah Chown. Untuk mengganti user dan owner dalam satu perintah dapat menggunakan format berikut:

$ chown root:root folderC

Mengetahui perintah dasar Chown dan juga Chmod sangat perlu dilakukan. Terutama jika Anda ingin memodifikasi file yang ada pada situs website.

Demikian informasi tentang pengertian Chmod dan Chown, fungsi dan juga perbedaan Chmod dan Chown.

Semoga dapat membantu Anda untuk lebih paham mengenai kedua hal tersebut.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *