Pengertian Transistor

3 min read

Deskripsi: Pengertian transistor, fungsi dan cara kerjanya, jenis-jenis transistor.


Transistor memiliki peran penting dalam komponen elektronika, di mana untuk transistor tersebut terbuat dari semikonduktor dengan tiga elektroda, yaitu seperti basis, kolektor dan juga emitor.

Transistor juga seringkali disebut sebagai penghambat, yang mana untuk pengertian transistor bisa diketahui melalui beberapa penjelasan yang ada di bawah berikut.

Melalui ketiga elektroda tersebut, maka untuk tegangan maupun arus yang terpasang pada satu terminal bisa mengatur arus yang lebih besar melalui dua terminal yang lainnya.

Untuk masing-masing fungsi dari transistor ini juga sangatlah beragam, sehingga banyak para masyarakat yang menggunakan transistor untuk memenuhi kebutuhan dalam dunia elektronika.

Pengertian Transistor
pengertian transistor, via canva.com

Pengertian Transistor

Transistor merupakan komponen dari semikonduktor yang mempunyai berbagai jenis fungsi, misalnya saja sebagai pengendali, penguat osilator, penyearah, modulator, ataupun fungsi yang lainnya.

Dari pengertian transistor tersebut sudah bisa dipastikan bahwa, komponen ini memiliki peran yang sangat penting dalam rangkaian elektronika.

Hampir semua perangkat elektronik akan menggunakan transistor, karena peran dari transistor ini sebagai pemenuhan kebutuhan di dalam suatu rangkaian.

Sementara untuk perangkat-perangkat elektronik yang bergantung pada transistor yaitu, seperti komputer, televisi, audio amplifier, smartphone, video player, audio player, power supply, konsol game dan elektronik yang lainnya.

Beberapa transistor hanya membutuhkan arus kecil maupun tegangan yang kecil saja pada saat ingin mengaktifkannya. Akan tetapi ada juga yang membutuhkan tegangan pada saat ingin mengoperasikannya.

Banyak sekali jenis transistor yang bisa dijumpai dalam dunia elektronika, sehingga Anda harus mengetahui jenis-jenis dari masing-masing transistor tersebut.

Jenis Transistor

Dalam dunia elektronika memang tidak bisa dipungkiri bahwa, transistor memiliki peran yang sangat penting, baik itu untuk analog ataupun untuk digital.

Pada rangkaian digital ini, transistor bisa digunakan sebagai perangkat saklar, namun transistor tersebut bukan digunakan sebagai saklar biasa saja, akan tetapi menjadi saklar yang mempunyai kecepatan tinggi pada perangkat digital.

Berikut ini ada beberapa jenis transistor dalam dunia elektronika, yaitu:

1. UJT atau Unijunction Transistor

Transistor UJT ini merupakan jenis transistor yang memiliki 1 kaki emitor dengan 2 basis. Kegunaan dari transistor jenis UJT ini yaitu untuk switch elektronis.

Pada jenis transistor UJT ini terdapat UJT kanal N dan juga UJT kanal P. Untuk masing-masing UJT tersebut tentunya memiliki fungsi yang tidak sama, sehingga Anda harus mengenali keduanya.

2. FET atau Field Effect Transistor

Jenis transistor FET ini mempunyai kelebihan yang lebih bisa diunggulkan, dibandingkan dengan jenis transistor yang lainnya. Hal ini disebabkan jenis transistor ini memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.

Wajar saja jika transistor ini lebih diunggulkan, karena harga yang ditawarkan juga cenderung lebih mahal. Transistor ini hanya digunakan di bagian tertentu.

3. Mosfet

Transistor jenis Mosfet ini memiliki 1 drain, dua gate dan satu source. Perlu diketahui bahwa, untuk Mosfet ini memiliki input impedance yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan transistor pada biasanya.

Hal ini berpengaruh terhadap harganya yang cenderung lebih mahal.

Penggunaan transistor mosfet ini bisa digunakan pada RF amplifier di receiver, supaya bisa mendapatkan amplifikasi yang jauh lebih tinggi dan juga desahan yang lebih rendah.

Saat menggunakan mosfet ini, maka harus diperhatikan dari segi perakitan dan juga pengemasannya, karena untuk komponen di dalamnya tidak tahan pada elektrostatik.

Fungsi Transistor

Sebagai komponen elektronika yang paling penting dalam menguatkan, pemutus stabilitas, penyambung, dan yang lainnya tentunya adalah banyak masyarakat yang menggunakannya.

Transistor secara umum berfungsi sebagai kran listrik berdasarkan pada tegangan inputnya yang akan ada pengalihan listrik secara akurat pada sumber listrik.

Tidak sampai di situ saja, akan tetapi untuk transistor juga memiliki fungsi lain seperti berikut:

1. Sebagai Saklar Elektronik

Fungsi utama yang dimiliki transistor yaitu sebagai saklar elektronik, yang mana saklar inilah yang akan melakukan pergantian pada sebuah transistor dengan transistor jenuh.

Kondisi seperti ini maka, bisa didapatkan hubungan yang singkat antara emitor dan juga kaki konektor, salah satunya yaitu dengan cara memanfaatkan kejadian ini.

Perlu Anda ketahui bahwa, transistor juga dapat digunakan untuk saklar, karena untuk saklar tersebutlah yang akan berperan sebagai saklar elektronik dan dapat melakukan pengaturan bias di dalam transistor.

2. Sebagai Penguat Arus

Selain sebagai saklar elektronik, transistor juga berperan sebagai penguat arus yang mana transistor inilah yang digunakan pada rangkaian power supply tegangan yang telah diatur atau sudah di-setting.

Hal ini memiliki tujuan, supaya bisa digunakan sebagai penguat pada arus transistor dalam tegangan konstan sesuai pada basisnya.

Tujuannya yaitu supaya emitor yang keluar memiliki tegangan yang tetap, karena secara umum untuk bisa mendapatkan tegangan tetap harus menggunakan diode zener.

Dari fungsi yang dimiliki tersebut maka, bisa dimanfaatkan dalam pembuatan rangkaian power supply yang memiliki tegangan telah diatur sesuai kebutuhan.

3. Sebagai Penguat Sinyal AC

Selain ketiga kegunaan di atas, transistor juga memiliki fungsi untuk AC. Akan tetapi kegunaan dari transistor ini diharuskan untuk melibatkan pada beberapa teknik dari pembiasaan basis dalam transistor.

Untuk penguatan pada sinyal AC ini terdapat tiga jenis tipe pada rangkaian transistor, yaitu penguat kelas A, penguat kelas B dan penguat kelas C.

Cara Kerja Transistor Berdasar 2 Tipe Modern

Tipe transistor modern terdapat dua jenis tipe dasar transistor, di antaranya yaitu transistor bipolar dan FET atau unipolar. Untuk kedua jenis transistor tersebut tentunya mempunyai cara kerja yang tidak sama.

Untuk mengetahui bagaimana cara kerja masing-masing di antara kedua transistor modern tersebut, silakan simak berikut:

1. Transistor Bipolar

Pada transistor bipolar ini menggunakan kanal konduksi dua polaritas pembawa muatan lubang dan elektron.

Untuk transistor ini arus listrik utamanya diharuskan terdapat pada satu lapisan pembatas, atau satu daerah yang seringkali disebut sebagai depletion dan ketebalan pada lapisan diatur pada kecepatan tinggi untuk mengatur aliran arus.

Bipolar ini memiliki cara kerja yang dapat dilihat pada bagian 2 dioda terminal negatif dan positif yang selalu berdempet, sehingga hal inilah yang menjadikan alasan terdapat 3 kaki Terminal pada bipolar ini.

Perubahan pada arus listrik juga bisa terjadi jika arus listrik memiliki jumlah yang lebih kecil.

2. Unipolar

Unipolar ini juga disebut sebagai FET (Field-Effect Transistor) yang hanya menggunakan pada satu jenis pembawa muatan saja, yaitu Holo atau elektron.

Hal ini tergantung pada tipe FET, karena di dalam transistor ini terdapat arus listrik utama yang mengalir pada satu konduksi sempit. Untuk ketebalan perlintasan bisa diganti sesuai kebutuhan tegangan.

Saat ini transistor memang sengaja dirancang dengan berbagai jenis fitur dan desain pada aliran arus maupun pengendali yang cukup unik.

Ada beberapa jenis transistor yang berada pada kondisi OFF, bahkan sampai dengan terminal basis yang diberikan arus listrik, supaya bisa mengubah menjadi ON.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *