Pengertian Baterai Lithium

2 min read

Deskripsi: Pengertian Baterai Lithium, Jenis, Susunan Baterai, Kelebihan dan Kekurangan.


Baterai merupakan salah satu sumber energi bagi beberapa alat elektronik. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kebutuhan akan baterai terus meningkat.

Oleh sebab itu, pengetahuan akan baterai akan menjadi penting.

Baterai berfungsi untuk untuk menghidupkan beberapa alat elektronik seperti smartphone, kamera, jam tangan, dan lain-lain.

Hingga kini hadir beberapa jenis baterai, salah satunya adalah baterai lithium. Lalu apa pengertian baterai lithium?

Pengertian Baterai Lithium

Baterai lithium merupakan baterai isi ulang yang bergerak dari elektroda negatif ke elektroda positif saat dilepaskan. Arahnya akan kembali saat dicharger dan memakai senyawa litium yang berbahan elektroda.

Baterai jenis ini memiliki kepadatan pada energi yang terbaik, tidak ada efek negatif terhadap memori, dan juga tidak akan kehilangan isi saat tidak digunakan.

Baterai ini memiliki kemampuan dalam menyimpan energi tinggi untuk per satuan volume, artinya jenis energi listrik yang terkandung di dalamnya adalah elektrokimia.

Dalam penggunaannya, agar bisa berfungsi dengan sangat baik maka harus dilengkapi dengan elektroda dan elektrolit yang saling berhubungan.

Baterai lithium ini digunakan untuk barang elektronik konsumen, industri militer, kendaraan listrik, dirgantara, dan lain sebagainya.

Jenis Baterai Lithium

Dilihat dari pengertian dan beberapa penjelasannya, maka baterai lithium memiliki dua jenis baterai yang harus dipisahkan berdasarkan penggunaannya.

Dibedakan seperti ini diharapkan agar dapat mengetahui bagaimana cara menggunakannya dan merawatnya, sehingga sesuai dengan prosedur yang ada.

1. Un-rechargeable Baterai

Baterai lithium dengan tipe ini tidak bisa di isi ulang karena logamnya reaktif dan dapat meledak pada suhu yang tinggi dan yang digunakan adalah logam litium sebagai anoda, serta MnO2 sebagai katoda.

Garam litium digunakan sebagai eletrolit sehingga bebas air.

2. Rechargeable Baterai

Baterai isi ulang yang dapat bergerak antara anoda dan katoda.

Sel baterai dapat diisi ulang dengan melewati proses elektrolisis sebagai cara untuk mengembalikan anoda dan katoda terhadap posisi awal.

Untuk rechargeable baterai dapat digunakan untuk peralatan elektronik portabel.

Baterai ini tidak memiliki efek samping dan tidak memiliki daya hilang lambat, sehingga perlakuan khusus tidak dibutuhkan bahkan dapat menyimpan energi besar ketika sudah digunakan.

Susunan Baterai Lithium

Baterai ini memiliki beberapa susunan, pada umumnya yaitu 4 wire dan sebuah sirkuit untuk melindungi baterai.

Lapisan luar baterai yaitu foil yang merupakan lapisan dalam terluar dan di bagian tengah terdapat 3 lapisan, baik yaitu cathode yang merupakan pemisah lapisan baterai dan anode.

Baterai lithium memiliki bagian negatif yang digunakan sebagai cover baterai tersebut. Pada setiap baterai lithium pada umumnya akan diproteksi dengan sirkuit atau nama lainnya adalah dikemas.

Baterai lithium memiliki bentuk bulat atau kotak tergantung dengan kebutuhan saat ini. Bahkan baterai ini memiliki pengisian yang lebih baik, dibanding dengan pengisian baterai secara konvensional yang terkesan kurang canggih.

Kelebihan Baterai Lithium

Baterai ini memiliki beberapa kelebihan yang dimiliki.  Sebagai pertimbangan untuk penggunaanya, berikut ini kelebihan baterai lithium.

  • Ringan karena terbuat dari karbon dan lithium yang merupakan elemen untuk menyimpan energi dalam ikatan atomnya.
  • Bertenaga sebesar 1 kg baterai Li-ion yang dapat menyimpan 150-watt jam.
  • Kuat karena setiap bulannya hanya akan kehilangan 5% untuk sisi baterai.
  • Awet karena siklus isi dan kuras dapat dilakukan hingga ratusan kali.
  • Dapat diisi ulang ketika baterai tidak benar-benar habis.

Kelebihan di atas membuat baterai lithium memiliki performa yang baik. Meskipun begitu, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas kelemahannya. Berikut ini kelemahan yang terdapat pada baterai lithium

Kelemahan Baterai Lithium

Kelemahan dari baterai lithium ini terdapat 5 poin, yaitu:

  • Hanya bertahan 2 hingga 3 tahun setelah keluar dari pabrik, terlepas itu digunakan atau tidak digunakan
  • Baterai tidak tahan pada suhu tinggi karena cepat “haus”.
  • Jangan dibiarkan kosong karena akan berdampak pada kerusakan baterai.
  • Komponen onboard membuatnya lebih mahal.
  • Baterai dapat meledak atau terbakar apabila diletakkan pada suhu yang tinggi.

Sebagai catatan penting: Saat ini, baterai Lithium masih terus dikembangkan supaya bisa lebih stabil.

Kelemahan yang ada pada baterai harus dapat diminimalisir oleh para pengguna, agar penggunaan dan daya hidup baterai bisa bertahan lama.

Dengan adanya baterai lithium ion akan membantu penggunaan alat elektronik menjadi lebih baik. Baterai jenis ini memiliki banyak kelebihan yang disediakan dan mampu menutupi kelemahannya.

Dalam menggunakan baterai lithium harus tetap berhati-hati dan hindari dari jangkauan anak-anak.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *