Pengertian E-Learning

3 min read

Deskripsi: Pengertian e-learning, karakteristik, komponen, manfaat e-learning.


Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan dan terus berkembang sesuai zaman.

Termasuk cara pembelajaran yang juga mengikuti perkembangan zaman hingg muncul istilah e-learning.

Secara ringkas e-learning berasal dari kata electronic learning, yang berarti proses pembelajaran dengan basis elektronik.

Untuk mewujudkan sebuah e-learning media yang digunakan adalah jaringan komputer dan internet.

Lewat kombinasi kedua jaringan tersebut sehingga dapat dikembangkan dalam bentuk website.

Namun pengertian e-learning tersebut masih sebatas kata, beberapa ahli juga ikut memberi pendapatnya mengenai e-learning.

Pengertian E-Learning
pengertian e-learning, via canva.com

Pengertian E-learning Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian e-learning yang dapat Anda jadikan rujukan, berikut ini pengertiannya.

1. Michael, 2013

E-learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang disusun menggunakan sistem jaringan komputer dan elektronik sehingga mampu untuk mendukung proses pembelajaran yang berkesinambungan.

2. Chandrawati, 2010

Menurut ahli Chandrawati, e-learning merupakan suatu proses belajar namun dilakukan dengan jarak yang  jauh.

Proses pembelajaran tersebut dengan menyatukan prinsip-prinsip pembelajaran dan teknologi yang berkembang.

3. Ardiansyah, 2013

E-learning menurut Ardiansyah, ialah sistem dan proses belajar yang digunakan sebagai sarana dan dilaksanakan tanpa harus tatap muka.

Proses tersebut dilakukan secara langsung antara pendidik dengan siswa atau siswi dengan memanfaatkan adanya teknologi.

4. Darin E. Hartley, 2001

Menurut Darin E. Hartley e-learning adalah sebuah proses belajar mengajar mengenai pelajaran yang disampaikan pada siswa menggunakan jaringan komputer serta internet.

Hal tersebut berguna untuk mengakses kapan saja dan dimana saja.

5. Com, 2001

E-learning yakni sebuah sistem pendidikan dengan memanfaatkan aplikasi elektronik yang mempunyai tujuan untuk mendukung proses belajar mengajar melalui media internet, jaringan komputer, dan komputer.

Karakteristik E-learning

Sebagai sebuah sistem, e-larning juga mempunyai karakteristik yang khas.

Menurut ahli bernama Rosenberg, e-learning sendiri mempunyai karakteristik yang saling berhubungan.

Sehingga membuatnya mampu untuk memperbaiki, menyimpan atau juga memunculkan kembali secara cepat, serta berbagi bahan ajar, informasi secara cepat.

Selain itu, menurut Nursalam membagi karakteristik ke beberapa point penting, yaitu sebagai berikut.

  1. Karakteristik dari e-learning yang pertama yakni mandiri, maksudnya adalah mampu berdiri sendiri. E-learning ini mampu dijangkau oleh guru dan siswa melalui sebuah komputer yang menyimpan bahan ajar yang menarik.
  2. Menggunakan jadwal pembelajaran yang terperinci, kurikulum yang sesuai, kemajuan hasil belajar, serta sesuatu berhubungan dengan administrasi pendidikan dapat diakses oleh setiap orang yang menggunakan komputer.
  3. Menggunakan teknologi elektronik, jaringan komputer, hingga jaringan internet yang membuatnya mudah diakses oleh semua orang.

Manfaat E-learning

Sebagai sistem pembelajaran berbasis elektronik, tentu mempunyai manfaat yang dapat digunakan di dunia pendidikan.

Berikut ini beberapa manfaat yang dihasilkan dari sebuah e-learning:

1. Pemanfaatan Biaya

Sistem e-learning dapat memberikan efisiensi biaya bagi penyelenggara pendidikan. Bukan hanya itu juga efisiensi dalam hal penyediaan sarana, fasilitas fisik untuk dapat belajar, dan biaya transportasi, serta akomodasi.

2. Luwes

Sistem e-learning ini dapat menyajikan keluwesan dalam memilih waktu serta tempat untuk dapat mengakses media pembelajaran ini. Hal tersebut tidak tergantung pada ruang, waktu, dan jarak tempat mengakses e-learning.

3. Belajar Mandiri

Sistem e-learning memberikan manfaat untuk dapat belajar mandiri bagi siswa yang mengakses bahan ajar melalui jaringan komputer.

Memberi kesempatan bagi guru dan murid secara mandiri memegang semua kendali akan kesuksesandalam proses belajar.

Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Sebagai sistem pendidikan yang baru, e-learning juga menyuguhkan kelebihan dan kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan dan kelebihan dari e-learning.

Kelebihan e-learning menurut Sujana yakni mempunyai sifat yang fleksibel, interaktif, cepat diakses, penggambaran yang menarik dari berbagai media yang digunakan.

Kelebihan E-Learning

Sedangkan L Tjokro menjelaskan beberapa manfaat yakni sebagai berikut.

  1. Mudah untuk dipelajari, e-learning dalam praktik pembelajarannya pasti menggunakan perangkat multimedia yang menghasilkan gambar atau  video yang mudah untuk dipahami.
  2. E-learning cenderung lebih hemat biaya. Sistem e-learning tidak membutuhkan instruktur, tidak membutuhkan jumlah murid tertentu, dapat diakses dimana saja, kapan saja.
  3. Lebih ringkas, sistem pembelajaran e-learning tidak terpaku pada suasana resmi seperti di dalam kelas, langsung fokus pada satu pokok pelajaran yang sesuai kebutuhan siswa.
  4. Tersedia dalam waktu satu kali 24 jam untuk pemberian tugas, materi pembelajaran, tergantung pada kondisi semangat dan daya serap siswa, dan dapat diawasi secara langsung.

Kekurangan E-Learning

Sedangkan kekurangan yang dihasilkan dari sebuah sistem e-learning adalah sebagai berikut.

  1. E-learning dapat menimbulkan kekurangan intensitas tatap muka langsung antara guru dan murid atau bahkan antar sesama murid itu sendiri. Dari kurangnya tersebut dapat terabaikannya aspek akademik maupun sosial, malah justru menumbuhkan aspek bisnis dari proyek pembuatan sistem e-learning.
  2. Proses belajar mengajar yang dapat berubah menjadi sebuah forum pelatihan daripada pendidikan sesungguhnya di dalam kelas. Hal tersebut terjadi karena kurangnya interaksi antar sesama murid dan guru, karena berfokus pada sistem e-learning.
  3. Peran seorang guru mulai digantikan oleh teknologi. Seorang guru yang sebelumnya mengerti bentuk dan rangka pembelajaran biasa, sekarang diharuskan untuk dapat menguasai teknik pembelajaran menggunakan e-learning.
  4. Kurangnya fasilitas internet di semua tempat pembelajaran termasuk di daerah pelosok yang jauh dari perotaan. Selain itu masih kurangnya sumber daya guru di sekolah tersebut yang memahami e-learning.
  5. Kurangnya memahai bahasa komputer dalam pendidikan. Hal tersebut berakibat pada siswa yang bingung jika tidak dapat mengakses e-learning karena peralatan yang tidak memadai.

Komponen E-Learning

E-learning bukan sebuah produk yang dapat berjalan sendiri, melainkan terdiri dari beberapa komponen yang membentuknya.

Berikut ini adalah komponen-komponen dari e-learning.

1. Infrastruktur E-learning

Infrastruktur merupakan komponen penting dalam e-learning, sebab mereka memerlukan peralatan yang digunakan dalam sistem e-learning.

Alat-alat tersebut dapat berupa komputer yang dapat digunakan secara individu, jaringan komputer, internet, dan peralatan multimedia.

Tidak kalah pentingnya saat ini adalah peralatan yang difungsikan sebagai teleconference.

Alat tersebut diperlukan apabila dibutuhkan untuk pertemuan jarak jauh antara murid dan guru.

Selain itu berguna untuk proses belajar yang dilakukan pada waktu bersamaan.

2. Sistem E-learning

Setelah infrastruktur yang dipenuhi, kemudian harus ada sistem dan aplikasi e-learning yang harus dipenuhi.

Adalah Learning Management System (LMS) yang sering digunakan dalam aplikasi dan sistem.

Adalah sebuah sistem perangkat lunak yang bertugas menggambarkan proses belajar mengajar konvensional.

Sistem ini perlu dibangun dengan adanya sebuah proyek sesuai dengan permintaan.

3. Konten E-learning

Komponen penting yang ada di sistem e-leaning adalah konten. Konten e-learning ini adalah bahan pembelajaran yang terdapat di dalam sistem Learning Management System.

Isi dari konten pembelajaran ini dapat berbentuk multimedia interaktif. Konten ini memungkin para siswa menggunakan jaringan sehingga menarik dan berguna.

Sehingga isi pembelajaran lebih menarik perhatian siswa dan memunculkan semangat dalam menggunakan e-learning dalam pembelajaran.

Namun semua itu juga harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing lembaga penyelenggara pendidikan.

Baca juga: Pengertian E-Goverment

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *