Pengertian Relay

3 min read

Deskripsi: Pengertian relay dan fungsi relay pada penerapannya, jenis-jenis relay.


Istilah relay memang seringkali dijumpai pada dunia elektronika.

Untuk relay itu sendiri masuk sebagai jenis komponen elektronika yang diaplikasikan di berbagai jenis rangkaian elektronika.

Baik itu pada rangkaian yang sederhana, sampai pada rangkaian yang lebih rumit.

Sebenarnya relay elektrik ini akan digerakkan oleh listrik.

Berbicara mengenai sistem kerja dari relay itu sendiri, pada dasarnya relay memiliki karakter yang hampir sama dengan saklar biasa pada umumnya.

Akan tetapi untuk relay ini menggunakan prinsip dari elektromagnetik, yaitu sebagai penggerak dari kontak saklar.

Sehingga tanpa adanya komponen relay maka listrik tidak bisa digunakan.

Pengertian Relay
pengertian relay, via canva.com

Pengertian Relay

Anda harus tahu, bahwa pengertian relay adalah komponen di dalam elektronika uang berupa saklar dan untuk sistem pengoperasiannya membutuhkan aliran listrik.

Istilah dari relay disebut sebagai komponen elektro mechanical  yang terdiri dari bagian utama, yaitu bagian kontak saklar dan bagian coil.

Relay itu sendiri menggunakan prinsip berdasarkan pada komponen penggerak kontak saklar.

Melalui arus listrik low power atau arus listrik yang kecil inilah, maka bisa menghantarkan arus listrik yang memiliki ketegangan jauh lebih tinggi.

Pada dasarnya, untuk relay sendiri dapat dimanfaatkan sebuah rangkaian elektronika atau pada rangkaian listrik.

Bentuk relay juga banyak digunakan pada motor, mobil ataupun yang lainnya, karena keberadaan relay memiliki fungsi yang sangat penting.

Perlu diketahui bahwa, untuk relay itu sendiri mempunyai banyak pilihan pada tegangan kerjanya, yang mana dari banyaknya pilihan tersebut bisa disesuaikan pada coil nya.

Namun harus tetap memerhatikan tegangan. Maka pastikan pada saat melakukan pemasangan harus sesuai dengan spesifikasi yang ada.

Fungsi Relay dalam Rangkaian Listrik

Di dalam rangkaian listrik memiliki peran yang sangat penting, dan untuk fungsinya pun juga sangat beragam.

Untuk mengetahui fungsi dari relay rangkaian listrik, maka Anda bisa menyimak ulasan berikut:

1. Relay Pada Panel Listrik

Di dalam panel listrik ini, relay yaitu sebagai pengendali kontraktor.

Hal ini disebabkan kontraktor mempunyai kapasitas arus yang jauh lebih besar dibanding untuk kontrol utama berupa PLC, atau Programmable Logic Control dan pada biasanya kapasitas arus yang besar pula.

Sementara untuk PLC itu sendiri tidak dapat mengendalikan kontraktor secara langsung, terutama untuk kontraktor dengan arus kapasitas yang besar.

Relay berperan sebagai perantara arus. Di dalam panel listrik untuk relay ini pada biasanya juga seringkali digunakan interlock.

Misalnya saja seperti melakukan pencegahan intervensi, pada saat kondisi berbeda agar tetap bekerja pada waktu yang sama.

Misalnya saja, seperti sirkuit kontraktor yang berfungsi untuk mengalirkan listrik dari genset atau PLN.

Bisa dibayangkan sendiri apabila output pada kedua genset dihubungkan pada kedua beban. Sehingga di sinilah interlock akan berperan.

2. Relay Pada Mobil

Fungsi relay pada sebuah mobil ataupun motor,keduanya sama-sama memanfaatkan cara kerja dari elektromagnetik yang melakukan tindakan kontak pada relay.

Hal ini juga memiliki kinerja yang hampir sama pada panel listrik sebuah kendaraan. Fungsi dari relay sebagai pengontrol arus besar dengan menggunakan sumber arus yang kecil.

Untuk kendaraan, baik itu motor ataupun mobil saat dinyalakan menggunakan kunci pada kontak starter, maka akan membutuhkan arus yang lebih besar dalam memutar starter tersebut.

Dengan hal ini maka, proses ini yang menjadikan relay akan bekerja.

Selain itu, pada bagian komponen-komponen, misalnya seperti saklar lampu, kunci kontak, bahkan hingga alat-alat kontrol lainnya, yang terdapat pada mobil atau motor mempunyai spesifikasi masing-masing sesuai produsen pabriknya.

Misalnya saja, pada saklar yang digunakan untuk menyalakan lampu biasanya menggunakan spesifikasi 10 ampere.

Apabila Anda menambahkan jumlah lampu pada kendaraan, maka sudah bisa dipastikan bahwa arus yang digunakan juga lebih besar.

Sehingga jika dipaksakan menggunakan saklar tersebut maka kemungkinan besar saklar akan meleleh dan di sinilah fungsi dari relay akan bekerja.

Jenis-Jenis Relay

Peran dari relay memang sangat penting, sehingga relay masuk sebagai kategori komponen yang dipasang pada sebuah elektrik atau saklar.

Relay tidak hanya memiliki beragam fungsi saja, akan tetapi relay juga mempunyai berbagai jenis macam yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.

Untuk mengetahui apa saja jenis dari relay tersebut, bisa melihat penjelasan berikut ini:

1. Relay Elektromagnetik

Relay elektromagnetik ini merupakan jenis relay yang sengaja di nyalakan, pada beberapa komponen listrik magnetik dan mekanik.

Tidak hanya itu saja, jenis relay ini juga dilengkapi dengan coil dan kontak mekanis.

Sebab itulah pada saat diaktifkan pada sistem suplai, maka untuk kontak mekanis secara otomatis terbuka.

2. Relay Induksi

Jenis relay induksi menjadi sebuah komponen yang dapat melindungi arus listrik DC dan AC.

Dimana, untuk gerakan tersebut terjadi pada bagian kontak mekanis dan diperoleh pada konduktor, yaitu berupa cawan yang bergeser melalui proses interaksi fluks elektromagnetik.

3. Relay Penahan Magnetic

Untuk jenis relay penahan magnetik, menggunakan komponen magnet secara permanen di dalam remitansi.

Hal ini memiliki tujuan, supaya menjadikannya terus listrik menjadi stabil.

Dengan hal ini maka, untuk penahan magnetic ini bisa melindungi bagian rangkaian dan terhindarkan dari kelebihan arus listrik atau korsleting listrik.

4. Relay Daya Tarik

Jenis relay selanjutnya yaitu relay daya tarik yang digunakan pada bagian aliran listrik yang bertipe bolak-balik atau AC dan juga arus listrik searah atau DC.

Pada bagian besi relay inilah yang nantinya akan ditarik pada saat coil dialiri arus listrik

5. SSR atau Solid State Relay

Jenis relay ini menggunakan komponen berupa solid-state, supaya bisa melakukan operasi pada switching tanpa harus melakukan perpindahan di bagian apapun.

Sementara hal ini disebabkan adanya energi control yang dibutuhkan lebih rendah, jika dibandingkan pada relay jenis elektromagnetik.

Untuk relay Solid State ini, bisa mengeluarkan energi kontrol sesuai yang dibutuhkan karena jenis relay ini memiliki komponen jenis solid state.

Sehingga saat akan melakukan operasi switching, pengguna tidak perlu melakukan perpindahan pada bagian mana pun.

Tentu hal ini dianggap jauh lebih mudah dan praktis dibanding relay lainnya.

6. Reed Relay

Jenis relay ini terdiri atas sepasang-magnetik yang sengaja di segel pada bagian tabung gelas, hal itu untuk medan magnet yang sudah diterapkan.

Di bagian coil ini pun juga melilit membuat seperti magnetik bergerak, dengan begitu menimbulkan adanya perubahan posisi di dalam kontak mekanis.

7. Relay Thermal

Jenis thermal relay ini mudah dikenali, karena memiliki ciri-ciri efek panas ketika terkena kontak mekanisme.

Relay inilah yang akan digunakan dalam melindungi bagian-bagian komponen nya.

Hal ini dikarenakan nilai thermal ini terdiri atas elemen bimetal, misalnya seperti sensor suhu ataupun yang lainnya.

Kegunaan relay bisa digunakan pada arus listrik yang kecil, supaya bisa mengendalikan alat yang mempunyai arus listrik yang lebih besar.

Dengan bantuan sinyal kontrol ini, Anda dapat mengendalikan komponen lebih dari satu kontak.

Baca juga: Pengertian Transistor

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *