Pengertian Scanner

3 min read

Deskripsi: Pengertian scanner, fungsi, cara kerja dan jenis-jenis Scanner


Pernahkah Anda diminta untuk mengirimkan dokumen seperti ijazah, ktp, atau sebagainya dalam bentuk file dan harus dikirimkan ke email?

Jika pernah, tentu Anda membutuhkan alat bernama scanner untuk melakukannya. Artikel ini akan membahas pengertian scanner, cara kerja dan fungsinya secara lengkap

Anda sebenarnya sering melihat beberapa fungsi scanner dalam kegiatan sehari-hari. Seperti ketika seorang kasir mencatat produk yang dibeli dengan cara memindai barcode yang ada pada kemasan.

Scanner akan mengenali produk berdasarkan kode dan memasukkannya ke dalam sistem.

Pengertian Scanner
pengertian scanner, design with canva.com

Pengertian Scanner

Scanner merupakan salah satu perangkat input data pada komputer yang berfungsi sebagai pemindai objek 2D dan mengubahnya ke dalam bentuk digital.

Jika mesin fotocopy membuat duplikasi dokumen ke dalam bentuk yang serupa kertas, scanner adalah alat yang memiliki prinsip sama. Namun, outputnya berupa file PDF, JPEG, dll.

Era sekarang alat ini dibutuhkan karena transfer dokumen melalui platform digital yang cukup tinggi.

Selain itu, dokumen dalam format digital dapat disimpan dalam waktu lama dan mudah untuk diduplikasi.

Dengan file digital ini akan mengurangi penggunaan dokumen fisik yang berpengaruh pada keawetan dokumen yang bersangkutan.

Cara Kerja Scanner

Jika Anda melihat proses scanning, pernahkah Anda bertanya tentang apa yang sebenarnya dilakukan oleh alat ini?

Scanner bekerja melalui beberapa tahapan hingga menghasilkan file yang diperlukan. Tahapan kerja sebuah scanner adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan dokumen yang akan discan terletak di atas kaca scanner agar alat bisa memindai dengan tepat.
  2. Selanjutnya, ketika perintah untuk melakukan scanning dijalankan, cahaya dari scanner akan mulai bergerak hingga tepat di atas objek.
  3. Cahaya yang berasal dari lampu tersebut akan dipancarkan pada gambar atau tulisan dan langsung dipantulkan ke daerah kosong (warna putih) yang akan memantulkan cahaya lebih banyak.
  4. Pantulan yang dihasilkan akan diteruskan oleh beberapa cermin menuju lensa scanner.
  5. Pantulan cahaya tersebut juga akan bergerak menuju sensor CCD.
  6. Sensor tersebut bertugas untuk mengukur intensitas cahaya serta panjang gelombang yang dipantulkan ke arahnya. Selanjutnya, pantulan yang ditangkap akan diubah menjadi tegangan listrik analog.
  7. Alat pengubah ADC (Analog to Digital) selanjutnya berperan mengubah tegangan tersebut ke dalam nilai digital.
  8. Sinyal digital dari sensor CCD tersebut dikirim ke logic board yang selanjutnya akan dikirim kembali ke komputer dalam bentuk data digital. Ketika data digital sudah sampai ke komputer, maka data tersebut sudah menunjukkan warna-warna yang sesuai dengan objek yang discan. Pada tahap ini, hasil scan sudah terbentuk.

Fungsi Scanner

Anda sudah mengetahui bagaimana cara kerja sebuah scanner setelah dipaparkan penjelasan tentang scanner.

Beberapa elemen seperti cahaya, sensor CCD, dan alat pengubah seperti ADC yang melakukan fungsi-fungsinya hingga mampu mengubah data yang bersifat analog menjadi digital.

Scanner berkembang dan bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

1. Menyalin Berkas

Fungsi awal scanner seiring berkembangnya teknologi digital saat itu yakni menyalin berkas. Bahkan sekarang menggunakan dokumen digital lebih sering dilakukan.

Hal itu karena proses transfer dan duplikasi yang lebih mudah.

2. Dokumentasi

Tidak dapat dipungkiri dokumen fisik jika tidak disimpan dengan baik dapat terjadi kerusakan. Mulai dari sobek, terkena cairan berwarna, hingga dimakan rayap.

Salah satu upaya tambahan untuk mendokumentasikan berkas penting tersebut adalah dengan mengubahnya dalam bentuk file digital.

3. Inventorisasi Berkas

Tentu akan lebih mudah menemukan berkas dalam folder di komputer. Selain bisa dicari dengan mudah berdasarkan penamaan file, mencari berkas di komputer bisa dilakukan secara otomatis oleh mesin pencari.

4. Pemindai Barcode

Scanner memiliki fungsi sebagai pemindai barcode. Scanner jenis ini biasa ditemukan di supermarket.

Cara kerjanya adalah menerjemahkan barcode pada kemasan produk untuk diubah ke dalam nilai digital, sehingga kasir tidak perlu kerepotan untuk menginput data produk secara manual.

Jenis-jenis Scanner

Scanner diciptakan ke dalam beberapa bentuk yang mengacu pada kegunaan atau fungsinya.

Mulai dari scanner yang berbentuk persegi seukuran kertas hingga scanner yang cukup kecil seperti pena.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis scanner:

1. Flatbed Scanner

Flatbed scanner  memiliki ukuran sebesar kertas polio dan berbentuk seperti mesin fotocopy dengan dimensi yang lebih kecil.

Scanner ini merupakan salah satu scanner yang cukup lawas dan kurang efisien. Scanner ini hanya mampu mengerjakan satu berkas dalam sekali pengerjaan.

2. Roller scanner

Scanner ini dalam pengerjaannya mampu mengerjakan banyak berkas sekaligus. Hal itu berdampak pada harga yang dibanderol untuk memiliki scanner jenis ini yang cukup mahal.

3. Handy Scanner

Handy scanner paling portabel dibanding 2 scanner di atas. Memiliki bentuk seperti postcard yang sering ditemukan di meja kasir.

Scanner jenis ini biasanya berfungsi untuk melakukan scanning pada barcode yang ditempel pada kemasan produk atau berkas tertentu.

4. PSC (Print Scan Copy)

PSC merupakan scanner yang memiliki beberapa fungsi sekaligus. Seperti namanya, scanner jenis ini mampu melakukan scan berkas fisik ke digital, mencetak berkas digital ke bentuk fisik dan juga melakukan fotocopy atau memperbanyak berkas fisik.

5. Drum Scanner

Drum scanner termasuk scanner dengan kemampuan paling tinggi dibanding yang lain. Scanner ini mampu menghasilkan file dengan resolusi cukup besar.

Hanya saja, baru sedikit produsen yang membuat scanner jenis ini. Sehingga keberadaannya masih cukup sulit ditemukan.

Komponen Utama pada Scanner

Beberapa scanner memiliki fungsi yang berbeda, akan tetapi scanner yang sering kita gunakan adalah scanner yang berfungsi untuk memindai dokumen fisik dan mengubahnya ke dalam bentuk digital.

Berikut ini komponen-komponen yang ada pada scanner:

1. Sumber Cahaya

Cahaya pada scanner memiliki peran yang sangat penting dalam memancarkan sinar ke objek yang discan untuk selanjutnya dapat dipantulkan ke sensor CCD.

2. Alas Kaca

Kaca digunakan sebagai alas bagi dokumen yang ingin discan. Menggunakan kaca agar gambar atau tulisan yang discan dapat  terlihat atau terbaca oleh sensor.

3. Sensor Sinar Pantulan CCD

Layaknya sebuah mata, sensor CCD inilah yang akan menangkap pantulan dari lensa dan cermin yang sebelumnya mendapatkan pancaran dari sumber cahaya di dalam scanner.

4. Motor Stapper dan Pita Bergigi

Sifat dokumen yang harus dibaca berurutan dari atas ke bawah sesuai dengan barisnya, maka cahaya dan sensor CCD harus digerakkan sepanjang sisi dokumen menggunakan motor stapper dan pita bergigi ini.

5. Cover atau Penutup Scanner

Fungsi penutup ini adalah sebagai penghalang cahaya dari luar scanner dan memastikan bahwa cahaya yang dipantulkan ke sensor CCD berasal dari gambar atau tulisan yang sedang discan.

Berdasarkan pengertian scanner, cara kerja dan juga fungsinya bahwa scanner memiliki peran yang cukup penting dalam hal manajemen berkas.

Jika Anda ingin membuat e-book dari buku bacaan Anda di rumah, Anda bisa menggunakan scanner untuk membuatnya.

                                     
           

Apa itu Google AdMob?

Deskripsi: Mengenal Google AdMob, fungsi, fitur dan cara kerjanya....
Hans
2 min read

Apa itu Chatbot?

Deskripsi: Pengertian Chatbot, fungsi dan keunggulannya. Kemajuan teknologi yang...
Hans
2 min read

SSH (Secure Shell Connection)

Deskripsi: pengertian SSH, fungsi, cara kerja dan manfaatnya. Apa...
Hans
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *